LINK PEMDA – Lembaga Informasi Keuangan & Pembangunan Daerah menyelenggarakan program Bimbingan Teknis (Bimtek), Pendidikan dan Pelatihan (Diklat), serta Inhouse Training Tahun 2026 sebagai upaya strategis untuk mendukung peningkatan kapasitas aparatur pemerintah daerah dalam menghadapi dinamika kebijakan, regulasi, dan tata kelola pemerintahan yang terus berkembang.
Program pelatihan ini dirancang berbasis peraturan perundang-undangan terbaru, kebijakan nasional, serta kebutuhan riil instansi pemerintah daerah, meliputi OPD, BLUD, RSUD, Puskesmas, dan BUMD, guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi kinerja.
Tujuan Pelatihan
Pelaksanaan Bimbingan Teknis dan Pelatihan Tahun 2026 bertujuan untuk:
Meningkatkan pemahaman aparatur terhadap regulasi dan kebijakan terbaru pemerintah
Memperkuat kompetensi teknis dan manajerial ASN
Mendorong akuntabilitas kinerja, efisiensi anggaran, dan transparansi pengelolaan keuangan
Meminimalkan risiko kesalahan administrasi, temuan audit, dan permasalahan hukum
Mendukung implementasi reformasi birokrasi dan transformasi digital pemerintahan
Bidang Pelatihan Unggulan Tahun 2026
1. Keuangan Daerah dan Penganggaran
Pelatihan dan Bimtek meliputi pengelolaan keuangan daerah, implementasi SIPD dan SIKD, penyusunan APBD, RKA, DPA, dan Perubahan APBD, penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), Standar Harga Satuan Regional (SHSR), serta pengelolaan keuangan BLUD RSUD dan Puskesmas termasuk penyusunan RBA dan fleksibilitas keuangan.
bimtek keuangan daerah 2026, pelatihan pengelolaan keuangan daerah, bimtek BLUD RSUD, pelatihan SIPD.
2. Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
Pelatihan mencakup implementasi pengadaan barang/jasa pemerintah sesuai peraturan terbaru, optimalisasi E-Katalog dan e-Purchasing, peran dan tanggung jawab PA/KPA, PPK, dan Pejabat Pengadaan, mitigasi risiko audit PBJ, serta pengadaan barang/jasa untuk BLUD dan BUMD.
bimtek pengadaan barang jasa pemerintah 2026, pelatihan e-katalog LKPP, bimtek e-purchasing, pelatihan PBJ pemerintah.
3. Perencanaan Pembangunan dan Kinerja
Materi pelatihan meliputi SAKIP, AKIP, dan LAKIP, penyusunan Renstra, Renja, dan RKPD, cascading kinerja, indikator kinerja utama (IKU), serta monitoring dan evaluasi (Monev) program dan kegiatan OPD.
bimtek SAKIP 2026, pelatihan LAKIP, bimtek perencanaan pembangunan daerah, pelatihan monev OPD.
4. Kepegawaian dan Manajemen ASN
Pelatihan meliputi manajemen ASN, reformasi birokrasi, penyusunan dan implementasi TPP ASN, Analisis Jabatan (Anjab), Analisis Beban Kerja (ABK), serta sistem penilaian kinerja ASN berbasis kinerja dan hasil.
bimtek kepegawaian ASN 2026, pelatihan TPP ASN, bimtek anjab abk, pelatihan manajemen ASN.
5. Kesehatan dan Pelayanan Publik
Pelatihan difokuskan pada pengelolaan BLUD Kesehatan, implementasi SIMRS dan SIMPUS, Rekam Medis Elektronik (RME), serta penguatan Integrasi Layanan Primer (ILP) di RSUD dan Puskesmas.
bimtek BLUD kesehatan, pelatihan SIMRS, bimtek RME, pelatihan puskesmas 2026.
6. Tata Kelola Pemerintahan dan Kepatuhan Regulasi
Materi pelatihan meliputi penyusunan proses bisnis OPD, penguatan tata kelola pemerintahan daerah, pencegahan korupsi, penguatan peran APIP, serta kepatuhan terhadap regulasi dan audit pemerintahan.
bimtek tata kelola pemerintahan, pelatihan proses bisnis OPD, bimtek APIP, pelatihan audit pemerintah.
Metode dan Pelaksanaan
Pelatihan dilaksanakan melalui metode:
Tatap muka (klasikal)
Inhouse Training
Daring atau Hybrid
Diskusi, studi kasus, dan praktik
Durasi kegiatan disesuaikan dengan kebutuhan instansi, dengan rentang 2–4 hari pelatihan.
Output Pelatihan
Sertifikat Bimbingan Teknis/Pelatihan
Modul dan materi pelatihan digital
Contoh dokumen dan template kerja
Update regulasi dan kebijakan terbaru
Penutup
Melalui program Bimbingan Teknis dan Pelatihan Tahun 2026, LINK PEMDA berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya aparatur yang kompeten, profesional, patuh regulasi, dan adaptif terhadap perubahan kebijakan nasional.
Informasi dan Pendaftaran
LINK PEMDA – Lembaga Informasi Keuangan & Pembangunan Daerah
Website: www.linkpemda.com
Email: info@linkpemda.com
WhatsApp: +62 813-8766-6605
Kebijakan Terbaru, Risiko Audit, dan Penguatan Kapasitas Aparatur Tahun 2026
Transformasi digital pengadaan barang/jasa pemerintah terus mengalami penguatan signifikan. E-Katalog yang dikelola oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) kini tidak lagi diposisikan sekadar sebagai sarana belanja elektronik, melainkan sebagai instrumen strategis pengendalian belanja, transparansi, serta akuntabilitas keuangan negara dan daerah.
Memasuki Tahun Anggaran 2026, pemerintah mendorong penggunaan e-Purchasing melalui E-Katalog sebagai metode utama pengadaan, seiring dengan penyesuaian kebijakan pengadaan barang/jasa dan penguatan pengawasan oleh APIP maupun BPK.
Perkembangan Kebijakan dan Regulasi Terbaru
Penegasan peran strategis E-Katalog sejalan dengan kebijakan pengadaan pasca penyesuaian Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2025, yang menekankan:
Pengadaan berbasis value for money
Akuntabilitas dan transparansi belanja
Integrasi pengadaan dengan perencanaan dan penganggaran
Penguatan tanggung jawab PA/KPA dan PPK
Melalui regulasi turunan LKPP, E-Katalog dikembangkan dengan berbagai penyempurnaan, termasuk optimalisasi E-Katalog Nasional, E-Katalog Lokal, serta penguatan mekanisme e-Purchasing yang terdokumentasi secara digital.
Tantangan Implementasi di Daerah
Meskipun E-Katalog dirancang untuk meminimalkan risiko, praktik di lapangan menunjukkan bahwa sebagian temuan audit justru bersumber dari kesalahan dalam pelaksanaan e-Purchasing, antara lain:
Pemilihan produk yang tidak sesuai kebutuhan riil OPD/BLUD
Spesifikasi yang tidak sejalan dengan perencanaan dan DPA/RBA
Negosiasi harga yang tidak terdokumentasi secara memadai
Ketidaksesuaian antara proses pengadaan dan sistem keuangan daerah
Kekeliruan pemahaman batas kewenangan PPK dan PA/KPA
Kondisi ini menegaskan bahwa penggunaan E-Katalog membutuhkan pemahaman kebijakan, regulasi, dan risiko, tidak sekadar kemampuan teknis aplikasi.
Urgensi Peningkatan Kapasitas Aparatur
Dalam konteks tersebut, aparatur pemerintah daerah dituntut untuk memahami E-Katalog secara komprehensif, meliputi:
Landasan kebijakan dan regulasi PBJ terbaru
Penafsiran aturan turunan LKPP
Keterkaitan E-Katalog dengan APBD, SIPD, dan RBA BLUD
Risiko hukum dan audit pengadaan
Praktik terbaik (best practice) pengadaan berbasis E-Katalog
Atas dasar kebutuhan tersebut, LINK PEMDA menyelenggarakan program peningkatan kapasitas aparatur melalui kegiatan Bimbingan Teknis Nasional.
Penawaran Kegiatan
Bimbingan Teknis Nasional
Implementasi E-Katalog Terbaru dan Kebijakan Turunan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Tahun 2026
Tujuan Kegiatan
Meningkatkan pemahaman aparatur terhadap kebijakan E-Katalog terbaru
Memperkuat kompetensi teknis dan strategis e-Purchasing
Meminimalkan risiko kesalahan dan temuan audit pengadaan
Mendorong pengadaan yang efektif, efisien, dan akuntabel
Materi Pokok
Arah Kebijakan Nasional Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
Regulasi Terbaru dan Aturan Turunan LKPP terkait E-Katalog
Peran dan Tanggung Jawab PA/KPA, PPK, dan Pejabat Pengadaan
Implementasi E-Katalog untuk OPD, BLUD, RSUD, dan Puskesmas
Risiko Hukum, Pengawasan APIP, dan Antisipasi Temuan Audit
Studi Kasus dan Praktik e-Purchasing Berbasis E-Katalog
Sasaran Peserta
PA/KPA dan PPK
Pejabat Pengadaan dan Pokja Pemilihan
Bendahara dan PPTK
APIP/Inspektorat
Pengelola BLUD, RSUD, dan BUMD
Metode dan Pelaksanaan
Paparan kebijakan dan regulasi
Diskusi interaktif dan studi kasus
Simulasi dan pembahasan praktik lapangan
Durasi: 2–3 Hari (Tatap Muka / Hybrid / Daring)
JADWAL PELAKSANAAN
Periode: Januari – Desember 2026
Durasi: 2 hari per sesi
Format: Tatap muka & Online (Zoom)
📍 Lokasi:
Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Makassar, Lombok
Pilihan Paket & Kontribusi Peserta
|
Paket |
Keterangan |
Biaya |
|---|---|---|
|
Paket A |
Penginapan Single |
Rp 5.500.000 |
|
Paket B |
Penginapan Twin Share |
Rp 5.000.000 |
|
Paket C |
Non Akomodasi |
Rp 4.000.000 |
|
Paket D |
Online via Zoom |
Rp 3.000.000 |
PEMBAYARAN
Pembayaran dapat dilakukan:
On the spot saat registrasi
Atau transfer ke:
Bank BRI
No. Rekening: 0424-01-000925-30-7
A.n.: LINKPEMDA
FASILITAS PESERTA
✔ Akomodasi (Paket A & B)
✔ Sertifikat Bimbingan Teknis
✔ Modul & Makalah
✔ Seminar Kit
✔ Konsumsi & Coffee Break
✔ Rekaman & E-Modul (Peserta Online)
KONTAK RESMI
📱 WhatsApp: +62 813-8766-6605
🌐 Website: www.linkpemda.com
📧 Email: info@linkpemda.com
Strategi Wajib Kepatuhan Pajak Digital Instansi Pemerintah
Transformasi digital di bidang perpajakan nasional memasuki fase krusial dengan diterapkannya Coretax System sebagai sistem administrasi perpajakan terintegrasi. Pada tahun 2026, seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dituntut untuk menyesuaikan proses administrasi pajak agar lebih akurat, transparan, dan patuh terhadap ketentuan perpajakan yang berlaku.
Namun dalam praktiknya, masih banyak SKPD yang menghadapi kendala serius, mulai dari keterbatasan pemahaman teknis Coretax, risiko kesalahan pelaporan pajak, hingga belum optimalnya integrasi antara Coretax dengan sistem keuangan instansi. Kondisi ini berpotensi menimbulkan ketidaksesuaian data pajak, koreksi pemeriksaan, hingga risiko sanksi perpajakan bagi instansi pemerintah.
Oleh karena itu, dibutuhkan penguatan kapasitas aparatur SKPD melalui bimbingan teknis yang fokus, aplikatif, dan berbasis praktik nyata, agar implementasi Coretax tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar mendukung kepatuhan dan tata kelola keuangan yang akuntabel.
Peran Strategis Coretax bagi Administrasi Pajak SKPD
Implementasi Coretax System yang tepat berfungsi sebagai:
Sistem terintegrasi administrasi pajak instansi pemerintah
Instrumen pengendalian kepatuhan pajak SKPD
Media sinkronisasi data pajak dan keuangan instansi
Upaya pencegahan kesalahan pelaporan dan sanksi pajak
Pendukung transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah
Coretax bukan sekadar sistem baru, tetapi perubahan mendasar dalam tata kelola pajak instansi pemerintah.
Permasalahan Umum Implementasi Coretax di SKPD
Beberapa permasalahan yang sering terjadi di lingkungan SKPD antara lain:
Pemahaman teknis Coretax belum merata
Kesalahan input dan pelaporan pajak digital
Data pajak tidak sinkron dengan sistem keuangan
Ketidaksiapan bendahara dan pengelola pajak
Risiko koreksi dan sanksi saat pemeriksaan pajak
Jika tidak segera diantisipasi, permasalahan tersebut dapat berdampak langsung pada kinerja keuangan dan kredibilitas instansi.
Dampak terhadap Tata Kelola Keuangan Daerah
Implementasi Coretax yang tidak optimal berpotensi menyebabkan:
Ketidaktertiban administrasi pajak SKPD
Meningkatnya temuan pemeriksaan
Risiko sanksi dan denda pajak
Menurunnya akuntabilitas keuangan daerah
Beban koreksi administratif yang berulang
Oleh karena itu, penguatan kompetensi aparatur SKPD menjadi kebutuhan wajib tahun 2026.
Solusi Strategis: Bimtek Coretax SKPD oleh LINKPEMDA
Sebagai bentuk dukungan terhadap transformasi digital perpajakan instansi pemerintah, LINKPEMDA menyelenggarakan:
📘 BIMBINGAN TEKNIS NASIONAL
IMPLEMENTASI CORETAX SYSTEM DALAM ADMINISTRASI PAJAK SKPD TAHUN 2026
Penguatan Kepatuhan Pajak Digital dan Mitigasi Risiko Perpajakan Instansi Pemerintah
Tujuan Kegiatan
Bimbingan teknis ini bertujuan untuk:
Meningkatkan pemahaman transformasi digital perpajakan
Membekali keterampilan teknis penggunaan Coretax
Meningkatkan kepatuhan administrasi pajak SKPD
Meminimalkan kesalahan pelaporan dan risiko sanksi
Mendukung transparansi dan akuntabilitas pengelolaan pajak
Materi Bimtek
Kebijakan Nasional Transformasi Digital Perpajakan
Konsep Dasar dan Arsitektur Coretax System
Pendaftaran, Validasi, dan Pemutakhiran Data Wajib Pajak
Pelaporan Pajak Digital melalui Coretax
Integrasi Coretax dengan Sistem Keuangan Instansi
Pengendalian Risiko dan Kesalahan Umum Coretax
Studi Kasus dan Simulasi Implementasi Coretax
Strategi Kepatuhan Pajak SKPD Tahun 2026
Sasaran Peserta
Bendahara Pengeluaran dan Penerimaan
Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD)
Pengelola Pajak SKPD
Staf Keuangan OPD dan BLUD
Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP)
Narasumber
Praktisi dan konsultan perpajakan, akademisi, serta narasumber berpengalaman dalam implementasi Coretax dan administrasi pajak instansi pemerintah.
JADWAL PELAKSANAAN
Periode: Januari – Desember 2026
Durasi: 2 hari per sesi
Format: Tatap muka & Online (Zoom)
📍 Lokasi:
Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Makassar, Lombok
Pilihan Paket & Kontribusi Peserta
|
Paket |
Keterangan |
Biaya |
|---|---|---|
|
Paket A |
Penginapan Single |
Rp 5.500.000 |
|
Paket B |
Penginapan Twin Share |
Rp 5.000.000 |
|
Paket C |
Non Akomodasi |
Rp 4.000.000 |
|
Paket D |
Online via Zoom |
Rp 3.000.000 |
PEMBAYARAN
Pembayaran dapat dilakukan:
On the spot saat registrasi
Atau transfer ke:
Bank BRI
No. Rekening: 0424-01-000925-30-7
A.n.: LINKPEMDA
FASILITAS PESERTA
✔ Akomodasi (Paket A & B)
✔ Sertifikat Bimbingan Teknis
✔ Modul & Makalah
✔ Seminar Kit
✔ Konsumsi & Coffee Break
✔ Rekaman & E-Modul (Peserta Online)
KONTAK RESMI
📱 WhatsApp: +62 813-8766-6605
🌐 Website: www.linkpemda.com
📧 Email: info@linkpemda.com
Dari Nilai CC/C Menuju B/A Secara Sistematis, Aman Evaluasi, dan Berkelanjutan
Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) merupakan instrumen utama dalam menilai kualitas tata kelola pemerintahan daerah, khususnya keterkaitan antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan program, serta capaian kinerja yang dihasilkan. Nilai SAKIP menjadi indikator penting efektivitas penyelenggaraan pemerintahan sekaligus dasar evaluasi Reformasi Birokrasi.
Dalam praktiknya, masih banyak pemerintah daerah dan OPD yang mengalami stagnasi nilai SAKIP pada kategori CC atau C selama bertahun-tahun. Permasalahan ini umumnya disebabkan oleh indikator kinerja yang tidak berorientasi outcome, pohon kinerja yang tidak logis, lemahnya keterkaitan perencanaan dan anggaran, serta pelaporan kinerja yang bersifat administratif dan belum mencerminkan hasil nyata.
Oleh karena itu, diperlukan panduan teknis nasional yang tidak hanya menjelaskan konsep SAKIP, tetapi memberikan arah penyelamatan (rescue) secara sistematis, terukur, dan aman dalam proses evaluasi.
Tujuan Panduan Teknis
Panduan teknis ini disusun untuk:
Memberikan arah perbaikan SAKIP secara terstruktur dan berjenjang
Membantu OPD keluar dari stagnasi nilai CC/C menuju B/A
Menjadi acuan teknis perbaikan indikator, dokumen, dan pelaporan kinerja
Meningkatkan kesiapan OPD dalam menghadapi evaluasi SAKIP
Mendorong peningkatan akuntabilitas kinerja yang berkelanjutan
Ruang Lingkup Panduan Teknis
Panduan Teknis Nasional Penyelamatan SAKIP 2026 meliputi:
Identifikasi Akar Masalah SAKIP
Penyebab umum stagnasi nilai CC/C
Kesalahan desain indikator dan pohon kinerja
Ketidaksinkronan perencanaan, anggaran, dan kinerja
Penataan Indikator Kinerja Berbasis Outcome
Prinsip penyusunan IKU yang tepat sasaran
Kesalahan indikator yang sering terjadi
Contoh perbaikan indikator kinerja OPD
Penyusunan dan Perbaikan Pohon Kinerja
Logika hubungan tujuan–sasaran–program–kegiatan
Penyelarasan pohon kinerja lintas OPD
Kesalahan fatal dalam penyusunan pohon kinerja
Integrasi Perencanaan, Penganggaran, dan Kinerja
Sinkronisasi RPJMD, RKPD, RKA, dan kinerja
Penguatan keterkaitan output, outcome, dan anggaran
Pengendalian program berbasis kinerja
Penguatan Pelaporan dan Evaluasi Kinerja
Penyusunan LKjIP yang substantif dan evaluatif
Pemanfaatan data kinerja sebagai dasar pengambilan keputusan
Kesalahan umum pelaporan kinerja yang menurunkan nilai SAKIP
Strategi Aman Menghadapi Evaluasi SAKIP
Kesiapan dokumen dan data pendukung
Pola penilaian dan fokus evaluator
Strategi perbaikan berkelanjutan pasca evaluasi
Prinsip Penyelamatan SAKIP
Panduan teknis ini disusun berdasarkan prinsip:
Sistematis: perbaikan dilakukan secara bertahap dan terukur
Aman Evaluasi: fokus pada substansi yang dinilai evaluator
Berbasis Masalah Nyata: bukan sekadar normatif
Berkelanjutan: mendorong perbaikan jangka panjang
Sasaran Pengguna Panduan
Panduan teknis ini ditujukan bagi:
Bappeda / Bapperida
Inspektorat Daerah
Kepala OPD dan Sekretaris OPD
Tim SAKIP dan Reformasi Birokrasi
Pejabat perencana dan pengendali program
ASN pengelola kinerja dan pelaporan
Manfaat Penerapan Panduan Teknis
Dengan menerapkan panduan ini, pemerintah daerah diharapkan:
Memiliki arah perbaikan SAKIP yang jelas dan terukur
Menghindari perbaikan semu yang tidak berdampak pada nilai
Meningkatkan kualitas akuntabilitas kinerja OPD
Mendorong peningkatan nilai SAKIP secara realistis
Mendukung percepatan Reformasi Birokrasi daerah
Catatan Strategis LINKPEMDA
Panduan ini menjadi fondasi utama bagi pengembangan:
Rescue Program SAKIP (Klinik & Pendampingan)
Bimtek Nasional & In-House OPD
Executive Class Kepala OPD
📌 Panduan teknis ini bukan sekadar bacaan, tetapi peta jalan penyelamatan SAKIP.
Rescue Program SAKIP: Dari CC ke B / A
Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) merupakan instrumen utama dalam menilai efektivitas penyelenggaraan pemerintahan daerah, keterkaitan antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan program, serta capaian kinerja yang dihasilkan. Nilai SAKIP menjadi indikator penting kualitas tata kelola pemerintahan dan dasar evaluasi Reformasi Birokrasi.
Namun dalam praktiknya, masih banyak pemerintah daerah dan OPD yang mengalami stagnasi nilai SAKIP, bahkan bertahun-tahun berada pada kategori CC atau C. Permasalahan umum yang sering terjadi meliputi indikator kinerja yang tidak tepat sasaran, lemahnya pohon kinerja, tidak sinkronnya perencanaan dan anggaran, hingga pelaporan kinerja yang bersifat administratif dan belum mencerminkan outcome nyata.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada rendahnya kualitas akuntabilitas kinerja, lemahnya pengendalian program, serta sulitnya peningkatan nilai Reformasi Birokrasi. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan penyelamatan (rescue) yang bersifat strategis, terarah, dan berbasis permasalahan nyata yang dihadapi OPD.
Sebagai upaya menjawab tantangan tersebut, LINKPEMDA menyelenggarakan Rescue Program SAKIP: Dari CC ke B / A, sebuah bimbingan teknis intensif yang dirancang khusus untuk membantu pemerintah daerah dan OPD melakukan perbaikan mendasar dan terstruktur guna mendorong peningkatan nilai SAKIP secara signifikan.
Peran Strategis SAKIP dalam Tata Kelola Pemerintahan Daerah
Implementasi SAKIP yang efektif berfungsi sebagai:
Instrumen pengendalian kinerja OPD berbasis outcome
Alat integrasi perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan program
Dasar evaluasi efektivitas dan efisiensi anggaran
Pendukung pengambilan keputusan pimpinan daerah
Penentu peningkatan nilai Reformasi Birokrasi
SAKIP yang kuat akan mendorong OPD bekerja lebih terarah, terukur, dan akuntabel.
Permasalahan Umum Implementasi SAKIP di Daerah
Beberapa permasalahan yang sering dihadapi pemerintah daerah antara lain:
Nilai SAKIP stagnan pada kategori CC atau C
Indikator kinerja tidak menggambarkan outcome
Pohon kinerja tidak logis dan tidak berjenjang
Kinerja tidak terhubung dengan anggaran
Laporan kinerja bersifat administratif
Rendahnya pemahaman teknis ASN terhadap SAKIP
Jika tidak segera dibenahi, kondisi ini akan menghambat peningkatan kinerja OPD dan akuntabilitas pemerintah daerah.
Dampak terhadap Kinerja dan Reformasi Birokrasi
Implementasi SAKIP yang lemah dapat menimbulkan dampak sebagai berikut:
Program OPD tidak berdampak nyata
Anggaran tidak efektif dan sulit dikendalikan
Evaluasi kinerja tidak akurat
Nilai Reformasi Birokrasi sulit meningkat
Meningkatnya risiko koreksi dan rekomendasi evaluasi
Oleh karena itu, Rescue Program SAKIP menjadi kebutuhan strategis pemerintah daerah.
Solusi Strategis: Rescue Program SAKIP LINKPEMDA
Sebagai bentuk dukungan peningkatan akuntabilitas kinerja pemerintah daerah,
LINKPEMDA menyelenggarakan:
BIMBINGAN TEKNIS NASIONAL
RESCUE PROGRAM SAKIP: DARI CC KE B / A
Strategi Penyelamatan dan Percepatan Peningkatan Nilai SAKIP
Tujuan Kegiatan
Bimbingan teknis ini bertujuan untuk:
Mengidentifikasi akar permasalahan rendahnya nilai SAKIP
Memperbaiki indikator kinerja dan pohon kinerja OPD
Menguatkan keterkaitan perencanaan, anggaran, dan kinerja
Meningkatkan kualitas pelaporan dan evaluasi kinerja
Mendorong percepatan peningkatan nilai SAKIP dan Reformasi Birokrasi
Materi Bimtek
Kebijakan Nasional dan Arah Penguatan SAKIP
Analisis Penyebab Nilai SAKIP Stagnan (CC/C)
Penyusunan dan Perbaikan Indikator Kinerja Berbasis Outcome
Penyusunan Pohon Kinerja OPD yang Logis dan Terukur
Integrasi Perencanaan, Penganggaran, dan Kinerja
Strategi Penyusunan Laporan Kinerja Berkualitas
Kesalahan Umum Implementasi SAKIP di OPD
Studi Kasus dan Best Practice Daerah dengan Nilai SAKIP Tinggi
Sasaran Peserta
Bappeda / Bapperida
Inspektorat Daerah
Kepala OPD dan Sekretaris OPD
Tim SAKIP dan Reformasi Birokrasi
Pejabat Perencana dan Pengendali Program
ASN yang menangani kinerja dan pelaporan
Narasumber
Pejabat kementerian terkait, evaluator SAKIP, praktisi tata kelola pemerintahan daerah, serta narasumber profesional berpengalaman dalam SAKIP dan Reformasi Birokrasi.
JADWAL PELAKSANAAN
Periode: Januari – Desember 2026
Durasi: 2 hari per sesi
Format: Tatap muka & Online (Zoom)
📍 Lokasi:
Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Makassar, Lombok
Pilihan Paket & Kontribusi Peserta
|
Paket |
Keterangan |
Biaya |
|---|---|---|
|
Paket A |
Penginapan Single |
Rp 5.500.000 |
|
Paket B |
Penginapan Twin Share |
Rp 5.000.000 |
|
Paket C |
Non Akomodasi |
Rp 4.000.000 |
|
Paket D |
Online via Zoom |
Rp 3.000.000 |
PEMBAYARAN
Pembayaran dapat dilakukan:
On the spot saat registrasi
Atau transfer ke:
Bank BRI
No. Rekening: 0424-01-000925-30-7
A.n.: LINKPEMDA
FASILITAS PESERTA
✔ Akomodasi (Paket A & B)
✔ Sertifikat Bimbingan Teknis
✔ Modul & Makalah
✔ Seminar Kit
✔ Konsumsi & Coffee Break
✔ Rekaman & E-Modul (Peserta Online)
KONTAK RESMI
📱 WhatsApp: +62 813-8766-6605
🌐 Website: www.linkpemda.com
📧 Email: info@linkpemda.com