BALI, 13 OKTOBER 2026 — Penguatan tata kelola aset daerah menjadi salah satu aspek penting dalam mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang tertib, transparan, dan akuntabel. Sejalan dengan hal tersebut, Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bertema “Pengamanan dan Penghapusan Barang Milik Daerah (BMD) secara Tertib, Akuntabel dan Sesuai Ketentuan” yang bertempat di J4 Hotels, Bali.
Kegiatan ini mengangkat pentingnya penguatan pemahaman aparatur pemerintah daerah mengenai tata kelola Barang Milik Daerah (BMD), khususnya terkait mekanisme pengamanan aset, prosedur penghapusan, tertib administrasi, serta penerapan ketentuan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan kekayaan daerah.
Pengelolaan aset yang tepat tidak hanya mendukung tertib administrasi pemerintahan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah dan mengoptimalkan pemanfaatan aset untuk mendukung pelayanan publik.
Penguatan Pengamanan dan Penghapusan Barang Milik Daerah
Barang Milik Daerah merupakan sumber daya yang memiliki peran strategis dalam menunjang pelaksanaan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, pengelolaannya perlu dilaksanakan secara profesional, sistematis, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pengamanan BMD mencakup aspek administratif, fisik, dan hukum sesuai dengan karakteristik serta status aset. Pengamanan tersebut diperlukan untuk menjaga keberadaan aset, memastikan kejelasan status kepemilikan, mencegah kehilangan atau penyalahgunaan, serta mendukung kesesuaian antara kondisi fisik barang dan pencatatan dalam administrasi pengelolaan aset daerah.
Di sisi lain, penghapusan BMD merupakan bagian dari siklus pengelolaan aset yang memerlukan ketelitian dan kepatuhan terhadap prosedur. Setiap proses penghapusan harus memperhatikan persyaratan, kewenangan, dokumen pendukung, serta mekanisme yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan.
Pemahaman yang baik terhadap kedua aspek tersebut diharapkan dapat membantu aparatur pemerintah daerah mengidentifikasi potensi permasalahan aset, meningkatkan kualitas administrasi, serta memastikan setiap tahapan pengelolaan BMD dapat dipertanggungjawabkan secara tepat.
Mendorong Tertib Administrasi dan Akuntabilitas Pengelolaan Aset
Tertib pengelolaan Barang Milik Daerah membutuhkan sinergi antara pengelola barang, pengguna barang, pejabat penatausahaan, serta perangkat daerah terkait. Koordinasi yang baik dan konsistensi dalam pelaksanaan prosedur menjadi faktor penting untuk menjaga kualitas data aset dan mendukung penyajian laporan keuangan pemerintah daerah yang andal.
Melalui penguatan kompetensi di bidang pengamanan dan penghapusan BMD, aparatur pemerintah daerah diharapkan semakin memahami pentingnya ketepatan pencatatan, kelengkapan dokumentasi, pengendalian aset, serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.
Upaya tersebut juga sejalan dengan kebutuhan pemerintah daerah untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan kekayaan daerah, meminimalkan risiko kesalahan administrasi, serta memperkuat penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Dengan pengelolaan aset yang tertib dan bertanggung jawab, Barang Milik Daerah diharapkan dapat memberikan manfaat optimal bagi keberlangsungan pemerintahan dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
LINKPEMDA Dukung Peningkatan Kompetensi Aparatur Pemerintah Daerah
Sebagai lembaga yang bergerak dalam bidang informasi, pendidikan dan pelatihan, serta bimbingan teknis, LINKPEMDA (Lembaga Informasi Keuangan dan Pembangunan Daerah) mendukung upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia aparatur melalui penyediaan program Bimtek dan Diklat yang relevan dengan kebutuhan instansi pemerintah.
Program pelatihan dirancang untuk mendukung penguatan pemahaman teknis, peningkatan kompetensi aparatur, serta penerapan tata kelola pemerintahan yang profesional dan akuntabel. Materi dapat disesuaikan dengan kebutuhan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, maupun organisasi perangkat daerah (OPD).
Pilihan Program Bimtek dan Diklat LINKPEMDA
LINKPEMDA menyediakan berbagai pilihan program pengembangan kompetensi aparatur, antara lain:
Bimtek Pengelolaan dan Penatausahaan Barang Milik Daerah (BMD)
Bimtek Pengamanan, Pemanfaatan, Pemindahtanganan, dan Penghapusan BMD
Bimtek Penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD)
Bimtek Pengelolaan Keuangan Daerah Berbasis SIPD-RI
Bimtek Perencanaan dan Penganggaran Daerah
Bimtek Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
Bimtek Manajemen Risiko dan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi
Bimtek Kepegawaian dan Manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN)
Bimtek Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
Bimtek Penguatan Akuntabilitas Kinerja dan Tata Kelola Pemerintahan
Untuk mendukung kebutuhan setiap instansi, materi, jadwal, dan lokasi pelaksanaan dapat dikoordinasikan sesuai kebutuhan serta kesepakatan bersama. Pendekatan ini memberikan fleksibilitas bagi instansi dalam menentukan program pelatihan yang relevan dengan tugas, fungsi, dan prioritas organisasi.
LINKPEMDA membuka kesempatan kerja sama dengan berbagai instansi pemerintah daerah dalam penyelenggaraan Bimtek dan Diklat untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia serta penguatan kapasitas kelembagaan.
Informasi dan Penawaran Bimtek LINKPEMDA
Instansi pemerintah pusat maupun daerah yang membutuhkan informasi mengenai program, materi, jadwal, dan penawaran Bimtek atau Diklat dapat menghubungi LINKPEMDA melalui kanal resmi berikut:
LINKPEMDA — Lembaga Informasi Keuangan dan Pembangunan Daerah
Website: https://linkpemda.com
WhatsApp Informasi dan Pendaftaran: 0813-8766-6605
LINKPEMDA siap membantu instansi mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dan mengoordinasikan program pengembangan kompetensi yang sesuai dengan bidang tugas serta kebutuhan organisasi.
Melalui penguatan kompetensi aparatur yang berkelanjutan, diharapkan tercipta tata kelola pemerintahan yang semakin profesional, efektif, transparan, dan akuntabel.
LINKPEMDA — Mitra Pengembangan Kompetensi Aparatur dan Penguatan Tata Kelola Pemerintahan Daerah.
BANDUNG — Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Analisis Jabatan (Anjab) dan Analisis Beban Kerja (ABK) dalam Mendukung Penataan Kelembagaan dan Kebutuhan ASN yang dilaksanakan di Fave Hotel Braga, Bandung, pada 30 September sampai dengan 3 Oktober 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dan kompetensi aparatur dalam mendukung penataan kelembagaan, pemetaan jabatan, serta perencanaan kebutuhan Aparatur Sipil Negara (ASN) sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Diikuti 6 Peserta dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong
Kegiatan Bimtek ini diikuti oleh 6 (enam) peserta dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong yang berasal dari beberapa jabatan di lingkungan organisasi, yaitu:
Keikutsertaan aparatur dari berbagai jabatan tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman bersama mengenai penerapan Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja, terutama dalam mendukung proses pemetaan jabatan, pengukuran beban kerja, serta penyusunan kebutuhan pegawai.
Memperkuat Pemahaman Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja
Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan pembahasan mengenai berbagai aspek penting dalam pelaksanaan Anjab dan ABK, mulai dari identifikasi jabatan, penyusunan uraian jabatan, informasi jabatan, pengukuran beban kerja, hingga pemetaan kebutuhan pegawai.
Analisis Jabatan diperlukan untuk memperoleh informasi yang sistematis mengenai suatu jabatan, termasuk tugas, tanggung jawab, wewenang, dan persyaratan yang dibutuhkan. Sementara itu, Analisis Beban Kerja digunakan untuk memperoleh gambaran mengenai volume pekerjaan dan kebutuhan sumber daya aparatur dalam melaksanakan tugas dan fungsi organisasi.
Pembahasan juga diarahkan pada keterkaitan antara struktur organisasi, tugas dan fungsi, jabatan, beban kerja, serta kebutuhan ASN, sehingga hasil analisis dapat menjadi salah satu bahan pendukung dalam proses penataan organisasi.
Mendukung Penataan Kelembagaan dan Kebutuhan ASN
Penerapan Anjab dan ABK memiliki peran penting dalam membantu organisasi memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kebutuhan jabatan dan sumber daya aparatur.
Melalui proses analisis yang dilakukan secara sistematis, organisasi dapat melakukan pemetaan jabatan, mengidentifikasi kebutuhan pegawai, serta menyesuaikan sumber daya aparatur dengan beban dan kebutuhan pekerjaan.
Bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong, pemahaman tersebut diharapkan dapat mendukung pengelolaan sumber daya aparatur yang lebih terarah sekaligus memperkuat pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Meningkatkan Kompetensi Aparatur
Selain memperoleh pemahaman secara konseptual, peserta juga mengikuti pembahasan dan diskusi yang berkaitan dengan penerapan Anjab dan ABK dalam lingkungan pemerintahan. Pendekatan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami penerapan materi sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas masing-masing, khususnya yang berkaitan dengan penataan jabatan, analisis beban kerja, pemetaan kebutuhan pegawai, dan penguatan kelembagaan.
Kegiatan Bimtek yang berlangsung di Fave Hotel Braga, Bandung, ini diharapkan memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kapasitas aparatur serta mendukung upaya Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong dalam mewujudkan tata kelola organisasi dan pengelolaan sumber daya aparatur yang lebih efektif dan sesuai kebutuhan.
INFORMASI KEGIATAN
| Keterangan | Informasi |
|---|---|
| Instansi | Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong |
| Jumlah Peserta | 6 Orang |
| Tema Kegiatan | Analisis Jabatan (Anjab) dan Analisis Beban Kerja (ABK) dalam Mendukung Penataan Kelembagaan dan Kebutuhan ASN |
| Tempat | Fave Hotel Braga |
| Lokasi | Bandung |
| Tanggal | 30 September – 3 Oktober 2026 |
LINKPEMDA Membuka Penawaran Bimtek untuk Instansi Pemerintah
Sebagai lembaga yang menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek), Pelatihan, dan Diklat bagi Pemerintah Daerah, OPD, ASN, maupun instansi lainnya, LINKPEMDA membuka kesempatan bagi instansi yang membutuhkan program peningkatan kompetensi aparatur.
Program Bimtek dapat diselenggarakan dengan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan instansi, baik secara tatap muka maupun online, serta dapat disiapkan berdasarkan kebutuhan dan agenda masing-masing organisasi.
Beberapa bidang materi Bimtek yang tersedia antara lain:
LINKPEMDA juga dapat membantu menyiapkan materi, narasumber, jadwal kegiatan, proposal, serta konsep pelaksanaan Bimtek sesuai kebutuhan peserta dan instansi.
Butuh Materi Bimtek untuk Instansi Anda?
Bagi Pemerintah Daerah, OPD, Dinas, Badan, Kecamatan, maupun instansi lainnya yang membutuhkan informasi program Bimtek, dapat menghubungi LINKPEMDA untuk mendapatkan daftar materi, proposal, jadwal, dan informasi pelaksanaan kegiatan.
📚 Lihat Daftar Materi Bimtek LINKPEMDA:
https://linkpemda.com/materi
📱 Informasi & Konsultasi Bimtek:
WhatsApp: 0813-8766-6605
LINKPEMDA — Mitra Pelatihan dan Pengembangan Kompetensi Aparatur.
Malang, 14 September 2026 — LEMBAGA INFORMASI KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN DAERAH (LINKPEMDA) kembali menyelenggarakan Pelatihan Pendidikan Khusus Tenaga Kependidikan Sekolah Luar Biasa (SLB) “Tahap II – Pendalaman, Praktik, dan Implementasi” di Gets Hotel Malang, Jawa Timur.
Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari Pelatihan Pendidikan Khusus SLB Tahap I – Penguatan Dasar dan Pemahaman yang telah dilaksanakan sebelumnya. Tahap II dirancang sebagai program lanjutan dengan menggunakan hasil pembelajaran Tahap I sebagai dasar, kemudian diarahkan pada pendalaman materi, praktik, implementasi, monitoring, evaluasi, coaching, microteaching, peer review, dan rencana tindak lanjut.
Rangkaian kegiatan Tahap II dilaksanakan pada 13–19 September 2026 di Gets Hotel Malang. Hari pertama pelatihan dilaksanakan pada Senin, 14 September 2026, setelah peserta melakukan registrasi dan check-in hotel pada 13 September 2026.
Hari Pertama Tahap II Berlangsung dengan Pembelajaran Interaktif
Pelaksanaan hari pertama berlangsung pada Senin, 14 September 2026. Berdasarkan rundown kegiatan, rangkaian hari pertama diawali dengan absensi, pembukaan, dan foto bersama pada pukul 08.30–09.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan sesi materi pada pukul 09.00–12.00 WIB.
Setelah istirahat, makan, dan ibadah, kegiatan kembali dilanjutkan pada pukul 13.00–16.30 WIB. Hari pertama kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab dan penutup materi pembahasan pada pukul 16.30–17.00 WIB.
Pada Tahap II ini, proses pembelajaran diarahkan tidak hanya pada pemahaman konsep, tetapi juga pada pendalaman dan penerapan materi yang telah diperoleh peserta pada Tahap I.
Diikuti 30 Peserta dari Enam Wilayah Papua Barat
Pelatihan Tahap II diikuti oleh 30 peserta yang sama dengan peserta Tahap I, yang berasal dari satuan pendidikan khusus di wilayah Papua Barat.
Peserta berasal dari:
5 peserta dari Manokwari
5 peserta dari Manokwari Selatan (Mansel)
5 peserta dari Bintuni
4 peserta dari Wondama
6 peserta dari Fak-Fak
5 peserta dari Kaimana
Kehadiran peserta dari enam wilayah tersebut menjadi bagian penting dalam kesinambungan program pelatihan. Dengan peserta yang sama, pembelajaran Tahap II dapat dikembangkan berdasarkan pengalaman, pemahaman, serta hasil pembelajaran yang telah diperoleh pada Tahap I.
Dr. Iva Every Robiyansah, S.Si., M.Pd. sebagai Narasumber
Pada pelaksanaan Tahap II ini, kegiatan menghadirkan Ibu Dr. Iva Every Robiyansah, S.Si., M.Pd., Kepala Sekolah SMA Negeri Taruna Madani Jawa Timur, sebagai narasumber.
Kehadiran narasumber memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperdalam pemahaman mengenai pendidikan khusus sekaligus mengembangkan perspektif praktis dalam penerapan pembelajaran dan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Proses pembelajaran berlangsung secara interaktif dengan memberikan ruang kepada peserta untuk berdiskusi, menyampaikan pengalaman, mengembangkan pemahaman, serta menghubungkan materi dengan kondisi yang dihadapi di satuan pendidikan masing-masing.
Pendalaman Materi Pendidikan Khusus
Program Tahap II disusun sebagai kelanjutan dari Tahap I. Berdasarkan dokumen program, materi pelatihan meliputi beberapa bagian yang dilaksanakan secara bertahap selama kegiatan.
Pada rangkaian pembelajaran, peserta akan memperdalam materi:
1. Orientasi Pendidikan Khusus dan SLB
Materi menjadi bagian dari penguatan pemahaman peserta mengenai pendidikan khusus dan penyelenggaraan layanan pendidikan di Sekolah Luar Biasa.
2. Karakteristik dan Keragaman Peserta Didik Berkebutuhan Khusus
Peserta kembali mengembangkan pemahaman mengenai karakteristik dan keragaman peserta didik berkebutuhan khusus sebagai dasar dalam memberikan layanan pendidikan yang sesuai.
3. Identifikasi Kebutuhan Individual
Pembelajaran diarahkan pada kemampuan peserta dalam memahami kebutuhan individual peserta didik sebagai dasar untuk mendukung perencanaan dan penerapan layanan pendidikan.
Ketiga materi tersebut tercantum dalam program sebagai materi Hari Ke-1.
Dilanjutkan dengan Asesmen, PPI dan IBP
Pada hari-hari berikutnya, peserta akan melanjutkan pembelajaran dengan materi yang lebih mendalam.
Materi Hari Ke-2 mencakup Asesmen Kebutuhan dan Asesmen Fungsional, Analisis Kekuatan, Kebutuhan dan Hambatan, serta Penyusunan Tujuan Pembelajaran Individual.
Selanjutnya, pada Hari Ke-3, peserta mendapatkan materi mengenai PPI (Program Pembelajaran Individual) dan IBP (Individualized Behavior Plan).
Pada Hari Ke-4, pembelajaran diarahkan pada Lingkungan Belajar yang Aman dan Suportif serta Dasar Intervensi dan Dukungan Individual.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan studi banding pada Hari Ke-5 sebagai pembelajaran lapangan untuk memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam mengamati praktik pengelolaan dan pembelajaran bagi peserta didik berkebutuhan khusus.
Pembelajaran Menggunakan Pendekatan Teori dan Praktik
Pelatihan Tahap II dilaksanakan menggunakan pendekatan teori dan praktik.
Metode pembelajaran yang digunakan meliputi pemaparan materi, diskusi interaktif, studi kasus, simulasi, praktik penyusunan perangkat pembelajaran, presentasi, studi lapangan, sharing session, dan evaluasi.
Pendekatan tersebut dirancang agar peserta tidak hanya memahami materi secara konseptual, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dan mempersiapkan penerapannya di satuan pendidikan masing-masing.
Mendorong Layanan Pendidikan yang Aman, Ramah, Inklusif dan Adaptif
Pelatihan Tahap II diarahkan untuk mendukung peningkatan kompetensi profesional tenaga kependidikan dalam memberikan layanan pendidikan di SLB.
Program ini juga mendorong kemampuan peserta dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, ramah, inklusif, dan adaptif, serta memberikan dukungan terhadap layanan peserta didik berkebutuhan khusus.
Selain itu, kegiatan diarahkan untuk membangun budaya kerja yang profesional, kolaboratif, responsif, dan berorientasi pada mutu layanan pendidikan.
Menghasilkan Perangkat dan Rencana Implementasi
Melalui rangkaian kegiatan Tahap II, peserta diharapkan mampu menghasilkan berbagai keluaran yang dapat diterapkan di satuan pendidikan masing-masing.
Output kegiatan meliputi pemetaan kebutuhan belajar peserta didik, rancangan pembelajaran berdiferensiasi, modul ajar atau perangkat pembelajaran adaptif, instrumen asesmen sesuai karakteristik peserta didik, rencana implementasi pembelajaran berdiferensiasi, serta action plan penerapan hasil diklat di satuan pendidikan masing-masing.
Dengan demikian, Tahap II tidak berhenti pada proses pembelajaran di ruang kelas, tetapi diarahkan agar hasil pelatihan dapat diterapkan dalam pelaksanaan layanan pendidikan di masing-masing satuan pendidikan.
Studi Banding sebagai Pengalaman Pembelajaran Lapangan
Salah satu bagian penting dalam rangkaian Tahap II adalah kegiatan studi banding.
Studi banding dirancang sebagai pembelajaran lapangan yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh pengalaman langsung dalam mengamati praktik pengelolaan dan pembelajaran bagi peserta didik berkebutuhan khusus.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan dapat mengidentifikasi berbagai praktik baik yang dapat dipelajari dan disesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing.
Rangkaian Kegiatan Berlangsung di Gets Hotel Malang
Seluruh rangkaian Pelatihan Pendidikan Khusus Tenaga Kependidikan Sekolah Luar Biasa (SLB) Tahap II dilaksanakan pada 13–19 September 2026 di:
Gets Hotel Malang
Jl. Brigjend Slamet Riadi No. 38, Oro-oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65119.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan registrasi dan check-in hotel pada 13 September 2026, dilanjutkan pembelajaran selama empat hari, studi banding pada 18 September 2026, dan ditutup dengan pembagian sertifikat serta check-out hotel pada 19 September 2026.
Komitmen LINKPEMDA dalam Pengembangan Kompetensi
Penyelenggaraan Pelatihan Pendidikan Khusus Tenaga Kependidikan SLB Tahap II – Pendalaman, Praktik, dan Implementasi menjadi bagian dari komitmen LINKPEMDA dalam mendukung peningkatan kompetensi dan profesionalisme pendidik serta tenaga kependidikan.
Tahap II menjadi kelanjutan penting dari proses pembelajaran sebelumnya. Jika Tahap I memberikan fondasi penguatan dasar dan pemahaman, maka Tahap II diarahkan pada pendalaman, praktik, implementasi, evaluasi, serta penyusunan tindak lanjut.
Dengan mempertahankan peserta yang sama dari Tahap I, proses pembelajaran diharapkan dapat berlangsung secara berkesinambungan dan memberikan ruang bagi peserta untuk mengembangkan pengetahuan serta keterampilan yang telah diperoleh sebelumnya.
Hari pertama Tahap II menjadi langkah lanjutan dalam memperkuat kompetensi tenaga kependidikan SLB melalui proses pendalaman materi, interaksi pembelajaran, dan persiapan penerapan hasil pelatihan di satuan pendidikan masing-masing.
Dokumentasi Kegiatan
Foto 1 — Suasana Pembelajaran
Peserta mengikuti proses pembelajaran Pelatihan Pendidikan Khusus Tenaga Kependidikan Sekolah Luar Biasa (SLB) Tahap II di Gets Hotel Malang.
Foto 2 — Foto Bersama Peserta
Peserta Pelatihan Pendidikan Khusus SLB Tahap II bersama narasumber dan tim pelaksana LINKPEMDA dalam rangkaian kegiatan hari pertama.
Foto 3 — Narasumber dan Perwakilan Peserta
Narasumber dan perwakilan peserta mengikuti sesi dokumentasi kegiatan dengan semangat pengembangan kompetensi pendidikan khusus.
Foto 4 — Interaksi dan Aktivitas Peserta
Peserta mengikuti proses pembelajaran dan interaksi selama pelaksanaan Pelatihan Pendidikan Khusus SLB Tahap II.
Foto 5 — Kebersamaan Peserta dan Narasumber
Kebersamaan peserta dan narasumber menjadi bagian dari dokumentasi pelaksanaan Tahap II – Pendalaman, Praktik, dan Implementasi.
Malang, 8 September 2026 — LEMBAGA INFORMASI KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN DAERAH (LINKPEMDA) menyelenggarakan Pelatihan Pendidikan Khusus Tenaga Kependidikan Sekolah Luar Biasa (SLB) “Tahap I – Penguatan Dasar dan Pemahaman” di Gets Hotel Malang, Jawa Timur.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pelatihan yang dilaksanakan pada 7–13 September 2026. Program tersebut difokuskan pada penguatan fondasi kompetensi melalui pemahaman konsep pendidikan khusus, identifikasi kebutuhan peserta didik, asesmen dasar, pengenalan PPI dan IBP, lingkungan belajar, serta persiapan penerapan hasil pembelajaran di satuan pendidikan.
Hari Pertama Berlangsung dengan Pembelajaran Interaktif
Pelaksanaan hari pertama berlangsung pada Selasa, 8 September 2026. Berdasarkan rundown kegiatan, rangkaian hari pertama diawali dengan absensi, pembukaan, dan foto bersama pada pukul 08.30–09.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan sesi materi pukul 09.00–12.00 WIB.
Setelah istirahat, makan, dan ibadah, kegiatan kembali dilanjutkan pada pukul 13.00–16.30 WIB. Rangkaian pembelajaran hari pertama kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab dan penutup materi pembahasan pada pukul 16.30–17.00 WIB.
Dalam pelaksanaannya, peserta mengikuti proses pembelajaran secara aktif melalui penyampaian materi, interaksi dengan narasumber, serta kegiatan diskusi yang menjadi bagian dari proses pembelajaran.
Diikuti 30 Peserta dari Enam Wilayah Papua Barat
Pelatihan ini diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari satuan pendidikan khusus di wilayah Papua Barat. Berdasarkan daftar peserta kegiatan, peserta berasal dari Manokwari, Manokwari Selatan (Mansel), Bintuni, Wondama, Fak-Fak, dan Kaimana.
Peserta terdiri atas:
Keikutsertaan peserta dari berbagai wilayah tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan program pengembangan kompetensi dalam bidang pendidikan khusus. Keragaman asal peserta juga memberikan ruang untuk berbagi pengalaman dan memahami kebutuhan layanan pendidikan berdasarkan kondisi satuan pendidikan masing-masing.
Rani Dewi Prawesti, S.Pd. sebagai Narasumber
Pada hari pertama, kegiatan menghadirkan Rani Dewi Prawesti, S.Pd., Pengembang Teknologi Pembelajaran Ahli Pertama BBGTK Provinsi Jawa Timur, sebagai narasumber.
Penyampaian materi dilakukan melalui proses pembelajaran yang melibatkan peserta secara aktif. Peserta memperoleh kesempatan untuk mengikuti pembahasan, berdiskusi, serta menghubungkan materi dengan kebutuhan layanan pendidikan khusus di lingkungan satuan pendidikan.
Tiga Materi Utama Hari Pertama
Sesuai program pelatihan, terdapat tiga materi utama yang menjadi fokus pembelajaran pada hari pertama, yaitu:
1. Orientasi Pendidikan Khusus dan SLB
Materi ini memberikan pemahaman dasar mengenai pendidikan khusus dan Sekolah Luar Biasa sebagai landasan bagi peserta dalam memahami penyelenggaraan layanan pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus.
2. Karakteristik dan Keragaman Peserta Didik Berkebutuhan Khusus
Peserta mendapatkan pemahaman mengenai karakteristik dan keragaman peserta didik berkebutuhan khusus. Pemahaman tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pemberian layanan pendidikan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan peserta didik.
3. Identifikasi Kebutuhan Individual
Materi berikutnya membahas identifikasi kebutuhan individual sebagai bagian dari proses memahami kebutuhan peserta didik. Pemahaman ini menjadi dasar dalam mendukung penyusunan layanan pendidikan yang lebih tepat dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing peserta didik.
Ketiga materi tersebut tercantum sebagai materi pembelajaran Hari Ke-1 dalam program Pelatihan Pendidikan Khusus Tenaga Kependidikan SLB.
Pembelajaran Menggunakan Pendekatan Teori dan Praktik
Pelatihan dilaksanakan dengan pendekatan teori dan praktik. Metode pembelajaran yang digunakan dalam program meliputi pemaparan materi, diskusi interaktif, studi kasus, simulasi, praktik penyusunan perangkat pembelajaran, presentasi, studi lapangan, sharing session, dan evaluasi.
Pendekatan tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pemahaman materi, tetapi juga mendukung peserta dalam mempersiapkan penerapan hasil pembelajaran di satuan pendidikan masing-masing.
Mendukung Layanan Pendidikan yang Aman, Ramah, Inklusif dan Adaptif
Program Pelatihan Pendidikan Khusus SLB Tahap I diarahkan untuk meningkatkan pemahaman mengenai karakteristik dan kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus, memperkuat kompetensi profesional, meningkatkan kemampuan komunikasi dan interaksi, serta mendukung peningkatan kualitas pelayanan administrasi dan manajemen sekolah.
Program ini juga diarahkan untuk mengembangkan kemampuan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, ramah, inklusif, dan adaptif bagi peserta didik berkebutuhan khusus.
Melalui rangkaian pembelajaran, peserta diharapkan dapat menghasilkan berbagai keluaran, antara lain pemetaan kebutuhan belajar peserta didik, rancangan pembelajaran berdiferensiasi, modul ajar atau perangkat pembelajaran adaptif, instrumen asesmen sesuai karakteristik peserta didik, rencana implementasi pembelajaran berdiferensiasi, serta action plan penerapan hasil diklat di satuan pendidikan masing-masing.
Rangkaian Pelatihan Berlanjut
Hari pertama merupakan bagian awal dari rangkaian kegiatan Pelatihan Pendidikan Khusus Tenaga Kependidikan SLB yang berlangsung selama 7–13 September 2026.
Berdasarkan program pelatihan, materi berikutnya mencakup Asesmen Kebutuhan dan Asesmen Fungsional, Analisis Kekuatan, Kebutuhan dan Hambatan, Penyusunan Tujuan Pembelajaran Individual, PPI (Program Pembelajaran Individual), IBP (Individualized Behavior Plan), Lingkungan Belajar yang Aman dan Suportif, serta Dasar Intervensi dan Dukungan Individual. Rangkaian kegiatan juga dilengkapi dengan studi banding sebagai pembelajaran lapangan.
Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan di Gets Hotel Malang, Jl. Brigjend Slamet Riadi No. 38, Oro-oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65119.
Komitmen LINKPEMDA dalam Pengembangan Kompetensi
Penyelenggaraan Pelatihan Pendidikan Khusus Tenaga Kependidikan SLB menjadi bagian dari upaya LINKPEMDA dalam mendukung peningkatan kompetensi dan profesionalisme pendidik serta tenaga kependidikan.
Melalui pelaksanaan pelatihan yang memadukan pembelajaran, diskusi, praktik, dan pengalaman lapangan, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan bekal yang relevan bagi peserta dalam mendukung penyelenggaraan layanan pendidikan khusus di satuan pendidikan masing-masing.
Hari pertama menjadi tahap awal dalam membangun pemahaman peserta mengenai pendidikan khusus, karakteristik dan keragaman peserta didik berkebutuhan khusus, serta identifikasi kebutuhan individual sebagai dasar dalam mendukung layanan pendidikan yang lebih tepat, aman, ramah, inklusif, dan adaptif.
Dokumentasi Kegiatan
Foto 1 — Penyampaian Materi
Rani Dewi Prawesti, S.Pd., Pengembang Teknologi Pembelajaran Ahli Pertama BBGTK Provinsi Jawa Timur, menyampaikan materi pada hari pertama Pelatihan Pendidikan Khusus Tenaga Kependidikan Sekolah Luar Biasa (SLB) di Gets Hotel Malang.
Foto 2 — Suasana Pembelajaran
Peserta mengikuti proses pembelajaran Pelatihan Pendidikan Khusus SLB pada hari pertama kegiatan.
Foto 3 — Interaksi Narasumber dan Peserta
Narasumber berinteraksi dengan peserta dalam proses pembelajaran dan diskusi pada hari pertama pelatihan.
Foto 4 — Aktivitas Peserta
Peserta mengikuti aktivitas pembelajaran secara berkelompok dalam rangka memahami materi pendidikan khusus dan kebutuhan peserta didik.
Foto 5 — Suasana Pelatihan
Suasana pelaksanaan Pelatihan Pendidikan Khusus Tenaga Kependidikan SLB Tahap I – Penguatan Dasar dan Pemahaman di Gets Hotel Malang.
Jakarta, 27 Juli 2026 – Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung peningkatan kompetensi aparatur pemerintah di bidang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (PBJP), LINKPEMDA (Lembaga Informasi Keuangan dan Pembangunan Daerah) kembali menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penggunaan Katalog Elektronik (E-Katalog) Versi 6 dalam Pengadaan Barang dan Jasa yang dilaksanakan pada 27 Juli 2026 di Hotel HI Senen, Jakarta.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengembangan kompetensi yang bertujuan memperkuat pemahaman aparatur pemerintah terhadap implementasi sistem pengadaan berbasis elektronik sesuai dengan perkembangan regulasi dan kebijakan nasional.
Bimbingan Teknis ini diikuti oleh peserta dari berbagai instansi pemerintah yang memiliki tugas dan tanggung jawab dalam proses Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (PBJP), di antaranya Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Pengadaan, Pokja Pemilihan, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) yang membidangi pengadaan barang dan jasa.
Antusiasme peserta dari berbagai daerah menunjukkan tingginya kebutuhan peningkatan kompetensi aparatur dalam menghadapi transformasi digital pengadaan pemerintah melalui implementasi Katalog Elektronik (E-Katalog) Versi 6.
Penguatan Kompetensi Aparatur Menghadapi Transformasi Digital Pengadaan Pemerintah
Perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan besar dalam tata kelola Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Salah satu transformasi tersebut adalah implementasi Katalog Elektronik (E-Katalog) Versi 6 yang menjadi bagian penting dalam mewujudkan proses pengadaan yang lebih efektif, efisien, transparan, akuntabel, serta mudah diawasi.
Melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis ini, LINKPEMDA memberikan ruang pembelajaran yang komprehensif bagi aparatur pemerintah agar mampu memahami berbagai pembaruan sistem, mekanisme transaksi elektronik, serta praktik terbaik dalam pemanfaatan E-Katalog Versi 6.
Selain sebagai media pembelajaran, kegiatan ini juga menjadi wadah berbagi pengalaman antar peserta sehingga berbagai tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan pengadaan barang dan jasa dapat didiskusikan secara terbuka bersama narasumber yang kompeten dan berpengalaman.
Suasana Pelatihan Berlangsung Interaktif dan Penuh Antusiasme
Sejak proses registrasi hingga penyampaian materi, suasana pelatihan berlangsung tertib, kondusif, dan penuh semangat. Para peserta mengikuti setiap sesi dengan antusias, mencatat berbagai poin penting, berdiskusi secara aktif, serta menyampaikan berbagai pertanyaan terkait implementasi E-Katalog Versi 6 di instansi masing-masing.
Narasumber menyampaikan materi secara sistematis dengan disertai contoh kasus yang sering ditemui dalam pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Pendekatan pembelajaran yang interaktif membuat peserta tidak hanya memperoleh pemahaman secara teoritis, tetapi juga memahami penerapan sistem secara praktis.
Diskusi yang berlangsung selama kegiatan menjadi salah satu sesi yang paling diminati karena peserta memperoleh kesempatan untuk berkonsultasi secara langsung mengenai berbagai kendala teknis maupun administratif yang dihadapi dalam implementasi E-Katalog.
Materi yang Dibahas Mengikuti Perkembangan Regulasi Terbaru
Selama kegiatan berlangsung, peserta memperoleh materi yang disusun secara sistematis mulai dari aspek kebijakan hingga implementasi teknis.
Materi yang disampaikan meliputi:
Kebijakan terbaru Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
Transformasi digital pengadaan melalui E-Katalog Versi 6.
Pengenalan fitur-fitur terbaru E-Katalog.
Tata cara pencarian produk.
Mekanisme pemesanan dan negosiasi.
Pengelolaan transaksi elektronik.
Pengelolaan pembayaran dan pelaporan.
Pencegahan fraud dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
Studi kasus implementasi E-Katalog.
Simulasi penggunaan aplikasi.
Diskusi dan konsultasi penyelesaian berbagai permasalahan di lapangan.
Memberikan Solusi atas Tantangan di Lapangan
Selain penyampaian materi, peserta memperoleh kesempatan untuk menyampaikan berbagai pengalaman dan kendala yang dihadapi selama menggunakan sistem pengadaan elektronik di instansi masing-masing.
Melalui sesi diskusi dan tanya jawab, berbagai persoalan dibahas bersama sehingga peserta memperoleh solusi yang dapat langsung diterapkan ketika kembali melaksanakan tugas di lingkungan kerja masing-masing.
Model pembelajaran seperti ini menjadi salah satu keunggulan kegiatan LINKPEMDA karena peserta tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga pengalaman praktis berdasarkan kondisi nyata yang terjadi di lapangan.
Tujuan Penyelenggaraan Bimbingan Teknis
Penyelenggaraan Bimbingan Teknis ini bertujuan untuk:
Meningkatkan kompetensi aparatur pemerintah dalam mengoperasikan E-Katalog Versi 6.
Meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
Mendorong penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Mengurangi potensi kesalahan administrasi serta penyimpangan.
Memperkuat tata kelola Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang profesional.
Mendukung percepatan transformasi digital di lingkungan pemerintah.
Komitmen LINKPEMDA dalam Pengembangan SDM Pemerintah
Sebagai lembaga yang berfokus pada pengembangan kompetensi aparatur pemerintah, LINKPEMDA terus berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program pendidikan, pelatihan, workshop, coaching clinic, dan pendampingan teknis.
Program-program yang diselenggarakan selalu mengacu pada perkembangan regulasi terbaru sehingga materi yang diberikan tetap relevan dengan kebutuhan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
Bidang pelatihan yang diselenggarakan meliputi:
Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (PBJ).
Pengelolaan Keuangan Daerah.
SIPD RI.
Barang Milik Daerah (BMD).
Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Perencanaan Pembangunan Daerah.
Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP).
SPIP dan Manajemen Risiko.
Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kepegawaian ASN.
Tata Kelola Pemerintahan Daerah.
Dokumentasi Kegiatan
Dokumentasi kegiatan menunjukkan suasana pembelajaran yang aktif, interaktif, dan penuh semangat. Peserta mengikuti penyampaian materi dengan penuh perhatian, berdiskusi secara langsung bersama narasumber, serta mengikuti sesi foto bersama sebagai simbol komitmen dalam meningkatkan kompetensi di bidang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
Momentum ini menjadi bukti bahwa peningkatan kualitas aparatur pemerintah memerlukan kolaborasi yang baik antara penyelenggara pelatihan, narasumber, dan peserta agar implementasi kebijakan dapat berjalan secara optimal di setiap instansi.
Mengapa Bimbingan Teknis Ini Penting?
Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah merupakan salah satu fungsi strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan. Pemanfaatan Katalog Elektronik (E-Katalog) Versi 6 tidak hanya bertujuan mempercepat proses pengadaan, tetapi juga meningkatkan efisiensi anggaran, memperkuat akuntabilitas, serta mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).
Melalui peningkatan kompetensi aparatur, diharapkan setiap proses pengadaan dapat dilaksanakan secara profesional, sesuai ketentuan yang berlaku, serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi pelayanan publik dan pembangunan daerah.
Penutup
Penyelenggaraan Bimbingan Teknis Penggunaan Katalog Elektronik (E-Katalog) Versi 6 dalam Pengadaan Barang dan Jasa menjadi salah satu wujud nyata komitmen LINKPEMDA dalam mendukung peningkatan kualitas aparatur pemerintah Indonesia.
Dengan menghadirkan materi yang relevan, narasumber yang kompeten, metode pembelajaran yang interaktif, serta suasana pelatihan yang kondusif, LINKPEMDA berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Ke depan, LINKPEMDA akan terus menghadirkan berbagai program Bimbingan Teknis (Bimtek), Workshop, Pendidikan dan Pelatihan (Diklat), In-House Training, Coaching Clinic, Seminar Nasional, Sosialisasi Regulasi, dan Pendampingan Teknis sebagai kontribusi nyata dalam mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang profesional, transparan, akuntabel, dan adaptif terhadap perkembangan regulasi maupun teknologi.
📞 Informasi dan Pendaftaran
LINKPEMDA membuka kesempatan bagi Kementerian, Lembaga, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Kota, Pemerintah Desa, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), Rumah Sakit Daerah, Perguruan Tinggi, serta instansi pemerintah maupun swasta yang ingin meningkatkan kompetensi sumber daya manusia melalui berbagai program pengembangan kapasitas.
Program yang tersedia meliputi:
✅ Bimbingan Teknis (BIMTEK)
✅ Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT)
✅ Workshop Nasional
✅ Seminar Nasional
✅ Sosialisasi Regulasi Terbaru
✅ In-House Training
✅ Coaching Clinic
✅ Pendampingan Teknis
✅ Konsultasi Implementasi Regulasi Pemerintah
Seluruh program dirancang secara fleksibel dan dapat diselenggarakan secara nasional maupun sesuai kebutuhan instansi, dengan materi yang selalu mengacu pada regulasi terbaru serta menghadirkan narasumber yang berkompeten dan berpengalaman di bidangnya.
Hubungi Kami
📱 WhatsApp
0813-8766-6605
🌐 Website
https://linkpemda.com
📧 Email
info@linkpemda.com