Strategi Profesional Mewujudkan Tata Kelola Arsip Dinamis dan Arsip Elektronik yang Efektif, Terintegrasi, Aman, Akuntabel, dan Sesuai Regulasi Kearsipan Nasional
Pengelolaan arsip merupakan salah satu pilar penting dalam penyelenggaraan pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berbasis digital. Seiring dengan percepatan transformasi digital nasional, pemerintah pusat terus mendorong implementasi tata kelola arsip dinamis dan arsip elektronik melalui penguatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), digitalisasi administrasi pemerintahan, serta implementasi aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI).
Dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah dituntut mampu mengelola arsip secara profesional mulai dari penciptaan, penggunaan, pemeliharaan, penyimpanan, penyusutan hingga penyelamatan arsip sesuai dengan standar dan ketentuan kearsipan nasional.
Namun demikian, masih banyak instansi pemerintah yang menghadapi berbagai tantangan, antara lain:
✔ Belum optimalnya implementasi arsip elektronik di lingkungan pemerintah daerah
✔ Kurangnya pemahaman terhadap tata kelola arsip dinamis modern
✔ Belum tersusunnya klasifikasi arsip dan Jadwal Retensi Arsip (JRA) secara optimal
✔ Rendahnya pemanfaatan aplikasi SRIKANDI
✔ Risiko kehilangan dan kerusakan arsip penting daerah
✔ Belum terintegrasinya pengelolaan arsip dengan SPBE
✔ Kurangnya kompetensi SDM pengelola arsip
✔ Tingginya risiko temuan pengawasan dan audit kearsipan
Oleh karena itu diperlukan kegiatan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Nasional yang fokus pada peningkatan kapasitas aparatur pemerintah daerah dalam pengelolaan arsip dinamis dan arsip elektronik secara komprehensif, aplikatif, dan sesuai regulasi terbaru. Format penyusunan kegiatan ini mengacu pada konsep bimtek profesional yang telah digunakan dalam materi LinkPemda.
DASAR HUKUM
• UUD 1945
• UU Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan
• UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
• PP Nomor 28 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan UU Kearsipan
• Perpres Nomor 95 Tahun 2018 tentang SPBE
• Peraturan ANRI tentang Pengelolaan Arsip Dinamis
• Peraturan ANRI tentang Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI)
• Kebijakan SPBE Tahun 2026
• Regulasi terbaru terkait transformasi digital pemerintahan dan kearsipan elektronik
URGENSI PELAKSANAAN
BIMTEK ini penting dilaksanakan karena:
⚠ Percepatan transformasi digital pemerintahan daerah
⚠ Implementasi SRIKANDI secara nasional
⚠ Tuntutan pengelolaan arsip elektronik yang aman dan terintegrasi
⚠ Kebutuhan peningkatan indeks SPBE pemerintah daerah
⚠ Pentingnya perlindungan arsip vital daerah
⚠ Penguatan tata kelola administrasi pemerintahan
⚠ Kebutuhan peningkatan kompetensi arsiparis dan pengelola arsip
⚠ Penguatan akuntabilitas dan transparansi penyelenggaraan pemerintahan
TUJUAN KEGIATAN
Kegiatan ini bertujuan untuk:
✔ Memahami kebijakan nasional bidang kearsipan dan SPBE
✔ Meningkatkan kompetensi aparatur dalam pengelolaan arsip dinamis
✔ Memahami implementasi arsip elektronik dan aplikasi SRIKANDI
✔ Mengoptimalkan tata kelola dokumen dan arsip pemerintah daerah
✔ Memahami penyusunan klasifikasi arsip dan JRA
✔ Meminimalisir risiko kehilangan dan kerusakan arsip
✔ Mewujudkan tata kelola arsip yang profesional dan akuntabel
SASARAN PESERTA
• Sekretariat Daerah
• Sekretariat DPRD
• Dinas Komunikasi dan Informatika
• Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
• BKPSDM
• BPKAD
• Bappeda
• Inspektorat Daerah
• Rumah Sakit Daerah (RSUD)
• Kecamatan dan Kelurahan
• Arsiparis dan Pengelola Arsip
• Operator SRIKANDI
• Seluruh OPD Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota
MATERI BIMTEK
Modul 1 — Kebijakan Nasional Kearsipan dan SPBE Tahun 2026
Materi Pembahasan:
• Kebijakan nasional bidang kearsipan
• Transformasi digital pemerintahan
• Implementasi SPBE dalam tata kelola arsip
• Penguatan tata kelola informasi pemerintahan
Output:
Peserta memahami arah kebijakan nasional pengelolaan arsip dan SPBE.
Modul 2 — Pengelolaan Arsip Dinamis Pemerintah Daerah
Materi Pembahasan:
• Konsep arsip dinamis aktif dan inaktif
• Siklus hidup arsip
• Tata kelola arsip dinamis
• Pengendalian dan pemeliharaan arsip
Output:
Peserta memahami pengelolaan arsip dinamis sesuai standar nasional.
Modul 3 — Implementasi SRIKANDI dan Arsip Elektronik
Materi Pembahasan:
• Pengenalan aplikasi SRIKANDI
• Tata kelola naskah dinas elektronik
• Pengelolaan arsip digital
• Integrasi arsip dengan SPBE
Output:
Peserta mampu mengimplementasikan arsip elektronik berbasis SRIKANDI.
Modul 4 — Penyusunan Klasifikasi Arsip dan Jadwal Retensi Arsip (JRA)
Materi Pembahasan:
• Penyusunan klasifikasi arsip
• Penyusunan JRA
• Penetapan arsip vital
• Pengelolaan arsip terjaga
Output:
Peserta mampu menyusun klasifikasi arsip dan JRA secara mandiri.
Modul 5 — Keamanan Informasi dan Perlindungan Arsip Elektronik
Materi Pembahasan:
• Keamanan arsip digital
• Manajemen risiko informasi
• Backup dan recovery data
• Perlindungan arsip vital
Output:
Peserta memahami strategi perlindungan arsip elektronik.
Modul 6 — Penyusutan Arsip dan Akuisisi Arsip Statis
Materi Pembahasan:
• Pemindahan arsip inaktif
• Pemusnahan arsip
• Penyerahan arsip statis
• Dokumentasi dan berita acara kearsipan
Output:
Peserta mampu melaksanakan penyusutan arsip sesuai ketentuan.
Modul 7 — Audit Kearsipan dan Pengawasan Internal
Materi Pembahasan:
• Pengawasan pengelolaan arsip
• Audit kearsipan internal
• Identifikasi risiko pengelolaan arsip
• Strategi peningkatan indeks kearsipan
Output:
Peserta memahami strategi peningkatan kualitas tata kelola arsip.
Modul 8 — Workshop dan Studi Kasus Implementasi SRIKANDI
Materi Pembahasan:
• Simulasi penggunaan aplikasi SRIKANDI
• Penyusunan dokumen kearsipan
• Studi kasus pemerintah daerah
• Evaluasi implementasi peserta
Output:
Peserta mampu menerapkan sistem pengelolaan arsip elektronik secara mandiri.
METODE PELAKSANAAN
✅ Ceramah Interaktif
✅ Workshop Implementasi SRIKANDI
✅ Simulasi Pengelolaan Arsip Elektronik
✅ Studi Kasus Pemerintah Daerah
✅ Diskusi dan Konsultasi Teknis
✅ Coaching Clinic Kearsipan Digital
AGENDA KEGIATAN (2 HARI EFEKTIF)
Hari Pertama
08.00 – 09.00 Registrasi Peserta
09.00 – 10.30 Kebijakan Nasional Kearsipan dan SPBE
10.30 – 12.00 Modul 1 & Modul 2
13.00 – 14.30 Modul 3
14.30 – 16.30 Workshop Implementasi SRIKANDI
Hari Kedua
08.30 – 10.00 Modul 4 & Modul 5
10.00 – 12.00 Modul 6
13.00 – 14.30 Modul 7
14.30 – 16.30 Modul 8, Evaluasi dan Penutupan
OUTPUT PESERTA
✔ Memahami pengelolaan arsip dinamis dan arsip elektronik
✔ Mampu mengimplementasikan aplikasi SRIKANDI
✔ Memahami penyusunan klasifikasi arsip dan JRA
✔ Mampu melaksanakan penyusutan arsip sesuai ketentuan
✔ Mendukung peningkatan indeks SPBE dan indeks kearsipan daerah
✔ Meningkatkan profesionalisme aparatur pemerintah daerah
FASILITAS PESERTA
✔ Sertifikat BIMTEK Nasional
✔ Modul Pelatihan Lengkap
✔ Softcopy Materi
✔ Seminar Kit
✔ Konsultasi Pasca Pelatihan
✔ Konsumsi dan Coffee Break
✔ Dokumentasi Kegiatan
BIAYA KEGIATAN
Paket A — Single Room — Rp 5.500.000
Paket B — Twin Share — Rp 5.000.000
Paket C — Non Akomodasi — Rp 4.000.000
PENUTUP
Bimbingan Teknis ini dirancang sebagai upaya strategis dalam meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah daerah dalam pengelolaan arsip dinamis dan arsip elektronik yang modern, terintegrasi, aman, serta sesuai dengan ketentuan kearsipan nasional.
Melalui kegiatan ini diharapkan pemerintah daerah mampu:
✔ Mewujudkan tata kelola arsip yang profesional dan akuntabel
✔ Mendukung transformasi digital pemerintahan daerah
✔ Mengoptimalkan implementasi SRIKANDI dan SPBE
✔ Memperkuat keamanan dan keberlanjutan informasi pemerintah
✔ Meningkatkan kualitas pelayanan publik berbasis digital
LinkPemda Indonesia siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam penguatan kapasitas aparatur serta peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan digital Tahun 2026.
INFORMASI & PENDAFTARAN
📞 WhatsApp : 0813-8766-6605
🌐 Website : https://linkpemda.com
📧 Email : info@linkpemda.com
May 29, 2026 / Materi
Strategi Profesional Optimalisasi Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT) Tahun 2026 yang Efektif, Tepat Sasaran, Transparan, Akuntabel dan Sesuai Regulasi Terbaru
Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT) merupakan salah satu instrumen fiskal strategis pemerintah pusat yang dialokasikan kepada pemerintah daerah guna mendukung peningkatan pelayanan kesehatan, penegakan hukum, pembinaan lingkungan sosial, peningkatan kualitas bahan baku tembakau, serta penguatan kesejahteraan masyarakat di daerah.
Sejalan dengan arah kebijakan nasional penguatan tata kelola keuangan daerah Tahun 2026, pemerintah telah menetapkan PMK Nomor 22 Tahun 2026 sebagai regulasi terbaru yang mengatur mekanisme penggunaan, penganggaran, pelaksanaan kegiatan, pelaporan serta pertanggungjawaban DBH CHT secara lebih terarah, efektif dan akuntabel.
Regulasi terbaru tersebut membawa sejumlah perubahan penting terkait:
✔ Proporsi penggunaan DBH CHT
✔ Prioritas program dan kegiatan
✔ Relaksasi penggunaan anggaran
✔ Mekanisme penganggaran daerah
✔ Penguatan pengawasan dan evaluasi
✔ Sistem pelaporan dan pertanggungjawaban kegiatan
Dalam implementasinya, masih banyak pemerintah daerah menghadapi berbagai tantangan, antara lain:
✔ Belum optimalnya pemahaman terhadap PMK terbaru Tahun 2026
✔ Ketidaksesuaian program dan kegiatan dengan ketentuan DBH CHT
✔ Risiko kesalahan administrasi dan pertanggungjawaban
✔ Kendala sinkronisasi program dengan RKPD dan APBD
✔ Lemahnya pengendalian dan monitoring pelaksanaan kegiatan
✔ Tingginya potensi temuan pemeriksaan BPK dan APIP
✔ Belum optimalnya penyusunan dokumen pelaporan dan administrasi
✔ Kurangnya pemahaman OPD terhadap implementasi DBH CHT berbasis kinerja
Melalui implementasi pengelolaan DBH CHT Tahun 2026, pemerintah daerah dituntut mampu melaksanakan tata kelola penggunaan anggaran secara profesional, tepat sasaran, berbasis kinerja dan sesuai prinsip akuntabilitas keuangan daerah.
Oleh karena itu diperlukan kegiatan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Nasional yang fokus pada peningkatan kapasitas aparatur pemerintah daerah dalam pengelolaan, penganggaran, pelaporan serta pertanggungjawaban DBH CHT Tahun 2026 secara komprehensif, aplikatif dan sesuai regulasi terbaru.
DASAR HUKUM
• UUD 1945
• UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara
• UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara
• UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
• UU Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah
• PP Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah
• Permendagri Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah
• PMK Nomor 22 Tahun 2026 tentang Pengelolaan dan Penggunaan DBH CHT
• Kebijakan Pengelolaan APBD Tahun 2026
• Regulasi terbaru terkait pengelolaan DBH CHT Tahun 2026
URGENSI PELAKSANAAN
BIMTEK ini penting dilaksanakan karena:
⚠ Adanya regulasi terbaru PMK Nomor 22 Tahun 2026
⚠ Tingginya risiko temuan pemeriksaan penggunaan DBH CHT
⚠ Pentingnya sinkronisasi program dengan APBD dan RKPD
⚠ Kebutuhan penguatan tata kelola administrasi dan pelaporan
⚠ Tingginya tuntutan transparansi dan akuntabilitas keuangan daerah
⚠ Pentingnya efektivitas penggunaan DBH CHT berbasis kinerja
⚠ Kebutuhan peningkatan kapasitas OPD pengelola DBH CHT
⚠ Penguatan sistem monitoring dan evaluasi kegiatan daerah
TUJUAN KEGIATAN
Kegiatan ini bertujuan untuk:
✔ Memahami substansi PMK Nomor 22 Tahun 2026
✔ Meningkatkan kompetensi aparatur pemerintah daerah dalam pengelolaan DBH CHT
✔ Memahami mekanisme penganggaran dan pelaporan DBH CHT
✔ Mengoptimalkan efektivitas penggunaan DBH CHT
✔ Memahami tata cara pertanggungjawaban dan administrasi kegiatan
✔ Meminimalisir risiko kesalahan administrasi dan temuan audit
✔ Mewujudkan tata kelola DBH CHT yang profesional dan akuntabel
SASARAN PESERTA
• BPKAD / BKAD
• Bappeda
• Inspektorat Daerah
• Dinas Kesehatan
• Dinas Pertanian / Perkebunan
• Dinas Perindustrian dan Perdagangan
• Bagian Perekonomian Setda
• DPRD Komisi terkait
• Operator SIPD RI
• PPK-SKPD
• PPTK
• Bendahara Pengeluaran
• Seluruh OPD Pengelola DBH CHT
• Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota
MATERI BIMTEK
Modul 1 — Kebijakan Nasional DBH CHT Tahun 2026
Materi Pembahasan:
• Arah kebijakan fiskal nasional
• Strategi penggunaan DBH CHT Tahun 2026
• Prioritas program pemerintah pusat dan daerah
• Penguatan tata kelola DBH CHT berbasis kinerja
Output:
Peserta memahami arah kebijakan nasional DBH CHT Tahun 2026.
Modul 2 — Pembahasan Lengkap PMK Nomor 22 Tahun 2026
Materi Pembahasan:
• Ketentuan terbaru pengelolaan DBH CHT
• Perubahan proporsi penggunaan dana
• Relaksasi penggunaan anggaran
• Ketentuan pelaksanaan kegiatan dan pelaporan
Output:
Peserta memahami implementasi PMK terbaru secara komprehensif.
Modul 3 — Strategi Penyusunan Program dan Kegiatan DBH CHT
Materi Pembahasan:
• Sinkronisasi program dengan RKPD dan APBD
• Penyusunan indikator output dan outcome
• Strategi efektivitas program daerah
• Penyusunan kegiatan berbasis prioritas
Output:
Peserta mampu menyusun program DBH CHT yang tepat sasaran.
Modul 4 — Implementasi Penggunaan DBH CHT pada OPD Teknis
Materi Pembahasan:
• Implementasi kegiatan pada OPD
• Studi kasus penggunaan DBH CHT
• Monitoring dan evaluasi kegiatan
• Strategi pengendalian pelaksanaan program
Output:
Peserta memahami implementasi teknis penggunaan DBH CHT di daerah.
Modul 5 — Tata Cara Penatausahaan dan Pertanggungjawaban DBH CHT
Materi Pembahasan:
• Administrasi penggunaan DBH CHT
• Dokumen pertanggungjawaban kegiatan
• Mekanisme pelaporan keuangan
• Rekonsiliasi administrasi kegiatan
Output:
Peserta mampu melaksanakan penatausahaan dan pertanggungjawaban secara tertib.
Modul 6 — Strategi Pencegahan Temuan Pemeriksaan BPK dan APIP
Materi Pembahasan:
• Identifikasi potensi temuan pemeriksaan
• Penguatan pengendalian internal
• Strategi mitigasi risiko administrasi
• Penyelesaian permasalahan penggunaan DBH CHT
Output:
Peserta memahami strategi mitigasi temuan audit dan penguatan akuntabilitas.
Modul 7 — Workshop Penyusunan RKA dan Administrasi DBH CHT
Materi Pembahasan:
• Simulasi penyusunan kegiatan
• Penyusunan RKA DBH CHT
• Praktik penyusunan dokumen administrasi
• Evaluasi implementasi peserta
Output:
Peserta mampu menyusun administrasi dan kegiatan DBH CHT secara mandiri.
Modul 8 — Studi Kasus dan Best Practice Pemerintah Daerah
Materi Pembahasan:
• Analisis permasalahan daerah
• Studi kasus implementasi DBH CHT
• Solusi pengelolaan dan pelaporan
• Praktik terbaik pemerintah daerah
Output:
Peserta memperoleh pemahaman aplikatif implementasi DBH CHT di daerah.
METODE PELAKSANAAN
✅ Ceramah Interaktif
✅ Workshop Penyusunan RKA
✅ Simulasi Administrasi dan Pelaporan
✅ Studi Kasus Pemerintah Daerah
✅ Diskusi dan Konsultasi Teknis
✅ Coaching Clinic Pengelolaan DBH CHT
AGENDA KEGIATAN (2 HARI EFEKTIF)
Hari Pertama
08.00 – 09.00 Registrasi Peserta
09.00 – 10.30 Kebijakan Nasional DBH CHT Tahun 2026
10.30 – 12.00 Modul 1 & Modul 2
13.00 – 14.30 Modul 3
14.30 – 16.30 Workshop Penyusunan Program dan RKA
Hari Kedua
08.30 – 10.00 Modul 5 & Modul 6
10.00 – 12.00 Modul 7
13.00 – 14.30 Modul 8
14.30 – 16.30 Evaluasi, Diskusi dan Penutupan
OUTPUT PESERTA
✔ Memahami implementasi PMK terbaru Tahun 2026
✔ Mampu menyusun program DBH CHT yang tepat sasaran
✔ Memahami mekanisme administrasi dan pelaporan kegiatan
✔ Mampu meminimalisir risiko temuan pemeriksaan
✔ Mendukung penguatan tata kelola keuangan daerah
✔ Meningkatkan profesionalisme aparatur pemerintah daerah
FASILITAS PESERTA
✔ Sertifikat BIMTEK
✔ Modul Pelatihan Lengkap
✔ Softcopy Materi
✔ Seminar Kit
✔ Konsultasi Pasca Pelatihan
✔ Konsumsi dan Coffee Break
✔ Dokumentasi Kegiatan
BIAYA KEGIATAN
Paket A — Single Room — Rp 5.500.000
Paket B — Twin Share — Rp 5.000.000
Paket C — Non Akomodasi — Rp 4.000.000
PENUTUP
Bimbingan Teknis ini dirancang sebagai upaya strategis dalam meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah daerah dalam pengelolaan, penganggaran dan pertanggungjawaban DBH CHT Tahun 2026 yang profesional, transparan, efektif dan akuntabel.
Melalui kegiatan ini diharapkan pemerintah daerah mampu:
✔ Mengoptimalkan penggunaan DBH CHT secara tepat sasaran
✔ Memperkuat akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah
✔ Meningkatkan kualitas administrasi dan pelaporan kegiatan
✔ Meminimalisir risiko temuan pemeriksaan keuangan
✔ Mendukung penguatan tata kelola pemerintahan daerah
LinkPemda siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam penguatan kapasitas aparatur serta peningkatan kualitas tata kelola keuangan daerah Tahun 2026.
INFORMASI & PENDAFTARAN
📞 WhatsApp : 0813-8766-6605
🌐 Website :Linkpemda.com
📧 Email : info@linkpemda.com
May 25, 2026 / Materi
Strategi Profesional Pengelolaan, Penatausahaan, Pertanggungjawaban dan Pengendalian Belanja Daerah Berbasis SIPD RI, Transparan, Akuntabel dan Sesuai Regulasi Terbaru
Dalam rangka mendukung terwujudnya tata kelola keuangan daerah yang profesional, transparan, efektif, dan akuntabel, pemerintah pusat terus mendorong penguatan sistem penatausahaan belanja daerah khususnya pada pengelolaan Belanja Modal dan Belanja Barang/Jasa yang menjadi komponen strategis dalam pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2026.
Pengelolaan Belanja Modal dan Belanja Barang/Jasa merupakan salah satu aspek penting dalam siklus pengelolaan keuangan daerah yang berpengaruh langsung terhadap kualitas pelayanan publik, pembangunan daerah, serta tingkat akuntabilitas pemerintah daerah.
Melalui implementasi SIPD RI dan transformasi digital pengelolaan keuangan daerah Tahun 2026, seluruh pemerintah daerah dituntut mampu melaksanakan proses penatausahaan belanja secara tertib administrasi, tepat sasaran, sesuai ketentuan regulasi, serta mampu meminimalisir risiko temuan pemeriksaan.
Namun dalam implementasinya, masih banyak pemerintah daerah menghadapi berbagai tantangan, antara lain:
✔ Ketidaksesuaian penatausahaan belanja dengan regulasi terbaru
✔ Risiko kesalahan administrasi dan pertanggungjawaban belanja
✔ Kendala implementasi SIPD RI modul penatausahaan
✔ Rendahnya pemahaman pejabat pengelola keuangan daerah
✔ Tingginya potensi temuan pemeriksaan BPK
✔ Ketidaktepatan pengelompokan Belanja Modal dan Barang/Jasa
✔ Kelemahan pengendalian administrasi pengeluaran daerah
✔ Belum optimalnya sinkronisasi proses pengadaan dan penatausahaan keuangan
Sejalan dengan arah kebijakan nasional penguatan akuntabilitas keuangan daerah Tahun 2026, aparatur pemerintah daerah dituntut memiliki kompetensi teknis dan pemahaman regulasi dalam penatausahaan Belanja Modal dan Belanja Barang/Jasa secara profesional, modern, dan berbasis digital.
Oleh karena itu, diperlukan kegiatan Bimbingan Teknis yang fokus pada peningkatan kapasitas aparatur pemerintah daerah dalam implementasi penatausahaan Belanja Modal dan Belanja Barang/Jasa Tahun 2026 secara komprehensif, aplikatif, dan sesuai regulasi terbaru.
DASAR HUKUM
• UUD 1945
• UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
• UU No. 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah
• PP No. 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah
• Permendagri No. 77 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah
• Perpres No. 12 Tahun 2021 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
• Kebijakan Implementasi SIPD RI Tahun 2026
• Regulasi APBD dan Penatausahaan Keuangan Daerah Tahun 2026
• Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP)
• Regulasi terbaru terkait Belanja Modal dan Belanja Barang/Jasa Tahun 2026
URGENSI PELAKSANAAN
Bimtek ini penting dilaksanakan karena:
⚠ Tingginya risiko temuan pemeriksaan pada belanja daerah
⚠ Pentingnya tertib administrasi penatausahaan keuangan
⚠ Implementasi SIPD RI yang terus diperkuat tahun 2026
⚠ Kompleksitas pengelolaan Belanja Modal dan Barang/Jasa
⚠ Tingginya tuntutan transparansi dan akuntabilitas APBD
⚠ Kebutuhan sinkronisasi pengadaan dan penatausahaan keuangan
⚠ Pentingnya peningkatan kapasitas bendahara dan PPK-SKPD
⚠ Penguatan tata kelola keuangan daerah berbasis digital
TUJUAN KEGIATAN
Kegiatan ini bertujuan untuk:
✔ Memahami regulasi terbaru penatausahaan belanja daerah Tahun 2026
✔ Meningkatkan kompetensi aparatur dalam pengelolaan Belanja Modal dan Barang/Jasa
✔ Memahami implementasi SIPD RI modul penatausahaan
✔ Mengoptimalkan administrasi dan pertanggungjawaban belanja daerah
✔ Meminimalisir risiko kesalahan administrasi dan temuan audit
✔ Memahami klasifikasi dan mekanisme belanja daerah secara tepat
✔ Mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang profesional dan akuntabel
SASARAN PESERTA
• BPKAD/BKD
• PPK-SKPD
• PPTK
• Bendahara Pengeluaran
• Bendahara Pengeluaran Pembantu
• Pejabat Penatausahaan Keuangan (PPK)
• Operator SIPD RI
• Inspektorat Daerah
• Bagian Keuangan Setda
• Seluruh OPD Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota
MATERI BIMTEK
Modul 1 — Kebijakan Nasional Pengelolaan Keuangan Daerah Tahun 2026
• Arah kebijakan pengelolaan APBD
• Penguatan akuntabilitas keuangan daerah
• Transformasi digital pengelolaan keuangan daerah
Output: Pemahaman kebijakan strategis pengelolaan keuangan daerah
Modul 2 — Regulasi Penatausahaan Belanja Modal dan Barang/Jasa Tahun 2026
• Update regulasi terbaru
• Ketentuan klasifikasi belanja daerah
• Mekanisme administrasi penatausahaan belanja
Output: Pemahaman regulasi terbaru penatausahaan belanja
Modul 3 — Teknik Penatausahaan Belanja Modal
• Pengelolaan administrasi Belanja Modal
• Mekanisme pembayaran dan pencatatan
• Pertanggungjawaban Belanja Modal
Output: Penatausahaan Belanja Modal yang tertib dan akuntabel
Modul 4 — Teknik Penatausahaan Belanja Barang/Jasa
• Administrasi Belanja Barang/Jasa
• Verifikasi dokumen pembayaran
• Pengendalian administrasi belanja
Output: Pengelolaan Belanja Barang/Jasa yang profesional
Modul 5 — Implementasi SIPD RI Modul Penatausahaan
• Input transaksi belanja daerah
• Penatausahaan berbasis SIPD RI
• Rekonsiliasi dan pelaporan keuangan daerah
Output: Penguasaan implementasi SIPD RI
Modul 6 — Strategi Pencegahan Temuan Pemeriksaan BPK
• Identifikasi potensi temuan pemeriksaan
• Penguatan pengendalian internal
• Strategi administrasi yang sesuai regulasi
Output: Minimasi risiko temuan audit keuangan
Modul 7 — Pertanggungjawaban dan Pelaporan Belanja Daerah
• Penyusunan laporan pertanggungjawaban
• Rekonsiliasi laporan keuangan
• Sinkronisasi administrasi dan pelaporan
Output: Pelaporan keuangan yang tertib dan akuntabel
Modul 8 — Studi Kasus dan Best Practice Pemerintah Daerah
• Analisis permasalahan penatausahaan
• Studi kasus pengelolaan belanja daerah
• Solusi implementatif di lapangan
Output: Pemahaman aplikatif implementasi daerah
Modul 9 — Workshop Praktik Penatausahaan SIPD RI
• Simulasi input transaksi
• Praktik administrasi penatausahaan
• Evaluasi implementasi peserta
Output: Peserta mampu mengimplementasikan sistem secara mandiri
METODE PELAKSANAAN
✅ Ceramah Interaktif
✅ Workshop Praktik SIPD RI
✅ Simulasi Penatausahaan Keuangan
✅ Studi Kasus Pemerintah Daerah
✅ Diskusi dan Konsultasi Teknis
✅ Coaching Clinic Pengelolaan Belanja Daerah
AGENDA KEGIATAN (2 HARI EFEKTIF)
Hari Pertama
08.00 – 09.00 Registrasi Peserta
09.00 – 10.30 Kebijakan Nasional Pengelolaan Keuangan Daerah
10.30 – 12.00 Modul 1 & Modul 2
13.00 – 14.30 Modul 3
14.30 – 16.30 Workshop SIPD RI Penatausahaan
Hari Kedua
08.30 – 10.00 Modul 5 & Modul 6
10.00 – 12.00 Modul 7
13.00 – 14.30 Modul 8
14.30 – 16.30 Workshop, Evaluasi & Penutupan
OUTPUT PESERTA
✔ Memahami penatausahaan Belanja Modal dan Barang/Jasa Tahun 2026
✔ Mampu mengimplementasikan SIPD RI modul penatausahaan
✔ Memahami mekanisme administrasi dan pertanggungjawaban belanja
✔ Mampu meminimalisir risiko temuan pemeriksaan
✔ Mendukung penguatan tata kelola keuangan daerah
✔ Meningkatkan profesionalisme aparatur pengelola keuangan daerah
FASILITAS PESERTA
✔ Sertifikat Bimtek
✔ Modul Pelatihan Lengkap
✔ Softcopy Materi
✔ Seminar Kit
✔ Konsultasi Pasca Pelatihan
✔ Konsumsi dan Coffee Break
✔ Dokumentasi Kegiatan
BIAYA KEGIATAN
Paket A — Single Room — Rp 5.500.000
Paket B — Twin Share — Rp 5.000.000
Paket C — Non Akomodasi — Rp 4.000.000
PENUTUP
Bimbingan Teknis ini dirancang sebagai upaya strategis dalam meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah daerah dalam penatausahaan Belanja Modal dan Belanja Barang/Jasa Tahun 2026 yang profesional, modern, transparan, dan akuntabel.
Melalui kegiatan ini diharapkan pemerintah daerah mampu:
✔ Mengoptimalkan tata kelola pengeluaran daerah
✔ Memperkuat akuntabilitas pengelolaan APBD
✔ Meningkatkan kualitas administrasi penatausahaan belanja
✔ Meminimalisir risiko temuan pemeriksaan keuangan
✔ Mendukung transformasi digital pengelolaan keuangan daerah
LINKPEMDA siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam penguatan kapasitas aparatur serta peningkatan kualitas tata kelola keuangan daerah berbasis digital Tahun 2026.
INFORMASI & PENDAFTARAN
📞 WhatsApp : 0813-8766-6605
🌐 Website : LINKPEMDA.com
📧 Email : info@linkpemda.com
 kompres.png)
May 25, 2026 / Materi
Strategi Penguatan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Daerah Berbasis Digital, Terintegrasi, Transparan dan Berorientasi Hasil
Dalam rangka mendukung percepatan reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan daerah yang profesional, pemerintah pusat terus mendorong optimalisasi implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) serta penguatan sistem monitoring dan evaluasi pembangunan daerah berbasis digital.
Melalui implementasi aplikasi E-Monev dan E-SAKIP Tahun 2026, pemerintah daerah dituntut mampu meningkatkan kualitas perencanaan, pengukuran kinerja, monitoring program, evaluasi kegiatan, hingga pelaporan kinerja secara efektif, terukur, dan akuntabel.
Namun dalam implementasinya, masih banyak pemerintah daerah menghadapi berbagai tantangan, antara lain:
✔ Ketidaksesuaian antara perencanaan dan pelaporan kinerja
✔ Rendahnya kualitas data monitoring dan evaluasi
✔ Kendala integrasi aplikasi E-Monev dan E-SAKIP
✔ Minimnya pemahaman operator dan admin perangkat daerah
✔ Belum optimalnya penyusunan indikator kinerja
✔ Risiko rendahnya nilai evaluasi SAKIP daerah
✔ Keterbatasan kapasitas SDM pengelola sistem kinerja daerah
✔ Tantangan penerapan pemerintahan berbasis elektronik (SPBE)
Sejalan dengan transformasi digital pemerintahan tahun 2026, aparatur pemerintah daerah dituntut memiliki kompetensi teknis dalam pengelolaan aplikasi E-Monev dan E-SAKIP secara profesional, efektif, dan sesuai regulasi terbaru.
Oleh karena itu, diperlukan kegiatan Bimbingan Teknis yang fokus pada peningkatan kapasitas aparatur pemerintah daerah dalam implementasi E-Monev dan E-SAKIP Tahun 2026 secara komprehensif, aplikatif, dan berbasis praktik implementasi lapangan.
DASAR HUKUM
• UUD 1945
• UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
• UU No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional
• PP No. 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah
• Perpres No. 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
• PermenPANRB tentang Evaluasi SAKIP
• Permendagri tentang Perencanaan dan Evaluasi Pembangunan Daerah
• Kebijakan SPBE Nasional Tahun 2026
• Regulasi Monitoring dan Evaluasi Pembangunan Daerah Tahun 2026
• Regulasi terbaru terkait implementasi E-SAKIP dan E-Monev Tahun 2026
URGENSI PELAKSANAAN
Bimtek ini penting dilaksanakan karena:
⚠ Tingginya tuntutan peningkatan nilai SAKIP daerah
⚠ Pentingnya integrasi perencanaan, monitoring dan evaluasi
⚠ Percepatan transformasi digital pemerintahan daerah
⚠ Masih rendahnya kapasitas admin/operator aplikasi
⚠ Tingginya risiko kesalahan pelaporan kinerja
⚠ Pentingnya penyusunan indikator kinerja yang tepat
⚠ Kebutuhan monitoring pembangunan yang real time dan akurat
⚠ Penguatan tata kelola pemerintahan berbasis elektronik
TUJUAN KEGIATAN
Kegiatan ini bertujuan untuk:
✔ Meningkatkan kompetensi aparatur dalam implementasi E-Monev dan E-SAKIP
✔ Memahami regulasi terbaru terkait SAKIP daerah
✔ Mengoptimalkan monitoring dan evaluasi pembangunan daerah
✔ Meningkatkan kualitas pelaporan kinerja pemerintah daerah
✔ Memahami integrasi sistem perencanaan dan pengukuran kinerja
✔ Mendukung peningkatan nilai evaluasi SAKIP pemerintah daerah
✔ Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan profesional
SASARAN PESERTA
• Bappeda
• Inspektorat Daerah
• Bagian Organisasi Setda
• Admin E-SAKIP Pemerintah Daerah
• Operator E-Monev OPD
• Pejabat Perencanaan OPD
• Kasubbag Program dan Keuangan
• Tim Penyusun LKjIP
• Pengelola SPBE Pemerintah Daerah
• Seluruh OPD Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota
MATERI BIMTEK
Modul 1 — Kebijakan Nasional SAKIP dan Reformasi Birokrasi Tahun 2026
• Arah kebijakan nasional SAKIP
• Reformasi birokrasi berbasis kinerja
• Strategi peningkatan akuntabilitas pemerintah daerah
Output: Pemahaman kebijakan strategis SAKIP nasional
Modul 2 — Regulasi Implementasi E-Monev dan E-SAKIP Tahun 2026
• Update regulasi terbaru
• Integrasi sistem perencanaan daerah
• Kebijakan monitoring dan evaluasi pembangunan
Output: Pemahaman regulasi terbaru E-SAKIP dan E-Monev
Modul 3 — Teknik Penyusunan Cascading dan Pohon Kinerja
• Penyusunan cascading kinerja
• Penyusunan pohon kinerja OPD
• Penyelarasan indikator kinerja daerah
Output: Struktur kinerja OPD yang terintegrasi
Modul 4 — Implementasi Aplikasi E-Monev Pemerintah Daerah
• Input dan pengelolaan data monitoring
• Pelaporan capaian program dan kegiatan
• Strategi monitoring pembangunan berbasis digital
Output: Pengelolaan E-Monev yang efektif dan akurat
Modul 5 — Implementasi Aplikasi E-SAKIP Pemerintah Daerah
• Penginputan data kinerja OPD
• Penyusunan indikator dan target kinerja
• Strategi peningkatan nilai evaluasi SAKIP
Output: Pengelolaan E-SAKIP yang profesional
Modul 6 — Strategi Penyusunan LKjIP dan Pelaporan Kinerja
• Teknik penyusunan LKjIP
• Penyelarasan perencanaan dan realisasi kinerja
• Analisis capaian indikator kinerja
Output: LKjIP yang berkualitas dan akuntabel
Modul 7 — Integrasi SPBE, E-Monev dan E-SAKIP
• Konsep integrasi sistem pemerintahan digital
• Sinkronisasi data perencanaan dan evaluasi
• Optimalisasi tata kelola digital pemerintah daerah
Output: Integrasi sistem kinerja daerah modern
Modul 8 — Studi Kasus dan Best Practice Implementasi SAKIP Daerah
• Analisis permasalahan implementasi SAKIP
• Studi keberhasilan pemerintah daerah
• Solusi implementatif peningkatan nilai SAKIP
Output: Pemahaman aplikatif implementasi lapangan
Modul 9 — Workshop Praktik Implementasi E-Monev & E-SAKIP
• Simulasi penggunaan aplikasi
• Praktik input data dan pelaporan
• Evaluasi hasil implementasi peserta
Output: Peserta mampu mengimplementasikan sistem secara mandiri
METODE PELAKSANAAN
✅ Ceramah Interaktif
✅ Workshop Praktik Sistem
✅ Simulasi Implementasi Aplikasi
✅ Studi Kasus Pemerintah Daerah
✅ Coaching Clinic E-SAKIP
✅ Diskusi dan Konsultasi Teknis
AGENDA KEGIATAN (2 HARI EFEKTIF)
Hari Pertama
08.00 – 09.00 Registrasi Peserta
09.00 – 10.30 Kebijakan Nasional SAKIP
10.30 – 12.00 Modul 1 & Modul 2
13.00 – 14.30 Modul 3
14.30 – 16.30 Workshop E-Monev
Hari Kedua
08.30 – 10.00 Modul 5 & Modul 6
10.00 – 12.00 Modul 7
13.00 – 14.30 Modul 8
14.30 – 16.30 Workshop, Evaluasi & Penutupan
OUTPUT PESERTA
✔ Memahami implementasi E-Monev dan E-SAKIP Tahun 2026
✔ Mampu mengelola sistem monitoring dan evaluasi daerah
✔ Memahami penyusunan indikator dan cascading kinerja
✔ Mampu menyusun pelaporan kinerja yang akuntabel
✔ Mendukung peningkatan nilai evaluasi SAKIP daerah
✔ Meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan berbasis digital
FASILITAS PESERTA
✔ Sertifikat Bimtek Nasional
✔ Modul Pelatihan Lengkap
✔ Softcopy Materi
✔ Seminar Kit
✔ Konsultasi Pasca Pelatihan
✔ Konsumsi dan Coffee Break
✔ Dokumentasi Kegiatan
BIAYA KEGIATAN
Paket A — Single Room — Rp 5.500.000
Paket B — Twin Share — Rp 5.000.000
Paket C — Non Akomodasi — Rp 4.000.000
PENUTUP
Bimbingan Teknis ini dirancang sebagai upaya strategis dalam meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah daerah dalam implementasi E-Monev dan E-SAKIP Tahun 2026 yang profesional, modern, dan berbasis digital.
Melalui kegiatan ini diharapkan pemerintah daerah mampu:
✔ Meningkatkan kualitas akuntabilitas kinerja pemerintah daerah
✔ Mengoptimalkan monitoring dan evaluasi pembangunan daerah
✔ Memperkuat implementasi reformasi birokrasi
✔ Mendukung peningkatan nilai evaluasi SAKIP daerah
✔ Mewujudkan pemerintahan yang transparan, efektif dan akuntabel
LINKPEMDA siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam penguatan kapasitas aparatur serta peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan berbasis kinerja dan digitalisasi daerah tahun 2026.
INFORMASI & PENDAFTARAN
📞 WhatsApp : 0813-8766-6605
🌐 Website : LINKPEMDA.com
📧 Email : info@linkpemda.com
May 19, 2026 / Materi
Strategi Profesional Penyusunan Spesifikasi Teknis dan Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang Efektif, Akuntabel, Kompetitif, dan Aman Audit dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Tahun 2026
Dalam rangka mewujudkan tata kelola Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (PBJ) yang profesional, transparan, efektif, efisien, serta sesuai dengan prinsip good governance, pemerintah daerah dituntut untuk mampu menyusun dokumen perencanaan pengadaan yang tepat, akurat, dan sesuai regulasi terbaru.
Salah satu aspek paling krusial dalam proses PBJ adalah penyusunan Spesifikasi Teknis dan Kerangka Acuan Kerja (KAK), karena dokumen tersebut menjadi dasar utama dalam menentukan kualitas pengadaan, efisiensi anggaran, ketepatan pelaksanaan pekerjaan, hingga keberhasilan proses tender maupun e-purchasing.
Namun dalam praktiknya, masih banyak ditemukan berbagai kendala dan permasalahan dalam penyusunan spesifikasi teknis dan KAK, antara lain:
✔ Penyusunan spesifikasi yang belum sesuai regulasi PBJ terbaru
✔ Risiko spesifikasi mengarah pada merek tertentu
✔ Ketidaksesuaian KAK dengan kebutuhan riil OPD
✔ Kesalahan dalam penyusunan ruang lingkup pekerjaan
✔ Potensi temuan audit terkait perencanaan pengadaan
✔ Minimnya pemahaman penyusunan HPS dan spesifikasi teknis
✔ Kendala integrasi dokumen PBJ dengan sistem digital pemerintah
✔ Rendahnya kualitas dokumen perencanaan pengadaan
Sejalan dengan perkembangan regulasi dan transformasi digital pengadaan pemerintah tahun 2026, aparatur pemerintah dituntut memiliki kompetensi teknis dalam menyusun Spesifikasi Teknis dan KAK yang profesional, terukur, kompetitif, serta aman dari risiko permasalahan hukum dan administrasi.
Oleh karena itu, diperlukan kegiatan Bimbingan Teknis yang fokus pada peningkatan kapasitas aparatur pemerintah dalam penyusunan Spesifikasi Teknis dan KAK PBJ Tahun 2026 secara komprehensif, aplikatif, dan sesuai dengan regulasi terbaru.
DASAR HUKUM
• UUD 1945
• UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara
• UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara
• UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
• Perpres No. 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
• Perpres No. 12 Tahun 2021 tentang Perubahan PBJ Pemerintah
• PP No. 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah
• Permendagri No. 77 Tahun 2020
• Peraturan LKPP terkait PBJ Pemerintah
• Kebijakan Digitalisasi Pengadaan Pemerintah Tahun 2026
• Regulasi terbaru Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Tahun 2026
URGENSI PELAKSANAAN
Bimtek ini penting dilaksanakan karena:
⚠ Tingginya risiko kesalahan penyusunan spesifikasi teknis
⚠ Banyaknya temuan audit pada dokumen perencanaan pengadaan
⚠ Kompleksitas regulasi PBJ yang terus berkembang
⚠ Tingginya risiko gagal tender akibat dokumen tidak tepat
⚠ Pentingnya penyusunan KAK yang profesional dan akuntabel
⚠ Kebutuhan percepatan dan efisiensi proses pengadaan pemerintah
⚠ Tuntutan implementasi pengadaan digital dan e-katalog
TUJUAN KEGIATAN
Kegiatan ini bertujuan untuk:
✔ Meningkatkan kompetensi aparatur dalam penyusunan spesifikasi teknis
✔ Memahami penyusunan KAK sesuai regulasi terbaru
✔ Meminimalisir kesalahan administrasi dan risiko audit
✔ Meningkatkan kualitas dokumen PBJ pemerintah
✔ Memahami strategi pengadaan yang efektif dan kompetitif
✔ Mendukung pelaksanaan PBJ yang transparan dan akuntabel
✔ Meningkatkan efisiensi dan ketepatan proses pengadaan
SASARAN PESERTA
• Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
• PPTK
• UKPBJ / ULP
• Pejabat Pengadaan
• Pengelola PBJ Pemerintah
• Bagian Perencanaan OPD
• Bendahara Pengeluaran
• Dinas PU dan Jasa Konstruksi
• Dinas Pendidikan
• Dinas Kesehatan
• RSUD
• Sekretariat Daerah
• Seluruh OPD Pemerintah Daerah
MATERI BIMTEK
Modul 1 — Kebijakan Nasional PBJ Pemerintah Tahun 2026
• Arah kebijakan PBJ nasional
• Transformasi digital pengadaan pemerintah
• Strategi peningkatan kualitas PBJ daerah
Output: Pemahaman kebijakan strategis PBJ terbaru
Modul 2 — Regulasi Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Terbaru
• Update regulasi PBJ 2026
• Prinsip-prinsip dasar PBJ pemerintah
• Risiko hukum dalam proses pengadaan
Output: Pemahaman regulasi PBJ terbaru
Modul 3 — Konsep dan Teknik Penyusunan Spesifikasi Teknis
• Pengertian dan fungsi spesifikasi teknis
• Penyusunan spesifikasi berbasis kebutuhan
• Larangan spesifikasi mengarah merek tertentu
Output: Penyusunan spesifikasi teknis yang tepat
Modul 4 — Strategi Penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK)
• Struktur dan komponen KAK
• Penyusunan ruang lingkup pekerjaan
• Penetapan output dan target pekerjaan
Output: KAK yang profesional dan aplikatif
Modul 5 — Penyusunan HPS dan Perencanaan Pengadaan
• Teknik penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS)
• Analisis pasar dan survei harga
• Strategi efisiensi anggaran pengadaan
Output: HPS yang akurat dan akuntabel
Modul 6 — Pencegahan Temuan Audit dalam Dokumen PBJ
• Temuan umum pemeriksaan PBJ
• Risiko kesalahan spesifikasi dan KAK
• Strategi mitigasi risiko administrasi
Output: Dokumen PBJ aman audit
Modul 7 — Implementasi E-Katalog dan Pengadaan Digital
• Integrasi spesifikasi dengan e-katalog
• Strategi pengadaan digital pemerintah
• Optimalisasi sistem pengadaan elektronik
Output: Pemahaman pengadaan digital modern
Modul 8 — Studi Kasus dan Best Practice PBJ Pemerintah
• Studi kasus penyusunan spesifikasi
• Analisis permasalahan pengadaan
• Solusi implementatif lapangan
Output: Pemahaman praktis dan aplikatif
Modul 9 — Workshop Penyusunan Spesifikasi Teknis & KAK
• Praktik penyusunan spesifikasi teknis
• Simulasi penyusunan KAK
• Review dan evaluasi dokumen peserta
Output: Dokumen siap diterapkan di OPD
METODE PELAKSANAAN
✅ Ceramah Interaktif
✅ Diskusi & Studi Kasus
✅ Workshop Praktik Penyusunan Dokumen
✅ Simulasi Pengadaan Pemerintah
✅ Coaching Clinic PBJ
✅ Konsultasi Permasalahan Pengadaan
AGENDA KEGIATAN (2 HARI EFEKTIF)
Hari Pertama
08.00 – 09.00 Registrasi Peserta
09.00 – 10.30 Kebijakan & Regulasi PBJ
10.30 – 12.00 Modul 1 & Modul 2
13.00 – 14.30 Modul 3
14.30 – 16.00 Workshop Penyusunan Spesifikasi Teknis
Hari Kedua
08.30 – 10.00 Modul 4 & Modul 5
10.00 – 12.00 Modul 6 & Modul 7
13.00 – 15.00 Modul 8
15.00 – 16.30 Workshop, Evaluasi & Penutupan
OUTPUT PESERTA
✔ Memahami regulasi PBJ terbaru tahun 2026
✔ Mampu menyusun spesifikasi teknis secara profesional
✔ Mampu menyusun KAK yang efektif dan akuntabel
✔ Memahami strategi penyusunan HPS
✔ Meminimalisir risiko temuan audit PBJ
✔ Meningkatkan kualitas dokumen pengadaan pemerintah
FASILITAS PESERTA
✔ Sertifikat Bimtek Nasional
✔ Modul pelatihan lengkap
✔ Softcopy materi
✔ Konsultasi pasca pelatihan
✔ Seminar kit
✔ Konsumsi (offline)
✔ Dokumentasi kegiatan
BIAYA KEGIATAN
Paket A — Single Room — Rp 5.500.000
Paket B — Twin Share — Rp 5.000.000
Paket C — Non Akomodasi — Rp 4.000.000
PENUTUP
Bimbingan Teknis ini dirancang sebagai upaya strategis dalam meningkatkan kompetensi aparatur pemerintah daerah dalam penyusunan Spesifikasi Teknis dan Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang profesional, efektif, dan sesuai regulasi terbaru tahun 2026.
Melalui kegiatan ini diharapkan pemerintah daerah mampu:
✔ Meningkatkan kualitas dokumen pengadaan pemerintah
✔ Memperkuat tata kelola PBJ yang akuntabel
✔ Mengurangi risiko kesalahan administrasi dan temuan audit
✔ Mendukung pengadaan pemerintah yang efektif, efisien, dan transparan
✔ Mewujudkan proses PBJ yang modern dan profesional
LINKPEMDA siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam penguatan kapasitas aparatur dan peningkatan kualitas tata kelola Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah secara berkelanjutan.
INFORMASI & PENDAFTARAN
📞 WhatsApp : 0813-8766-6605
🌐 Website : LINKPEMDA.com
📧 Email : info@linkpemda.com
May 11, 2026 / Materi
Panduan Lengkap Implementasi OSS-RBA, Validasi KBLI, dan Optimalisasi Perizinan Berbasis Risiko Sesuai Regulasi Terbaru
Strategi Profesional Penguatan Kompetensi Aparatur, Pelaku Usaha, dan Operator Perizinan dalam Mendukung Tata Kelola Perizinan yang Cepat, Tepat, Akuntabel, dan Terintegrasi Secara Digital
📢 AKSES INFORMASI RESMI
👉 Lihat Jadwal Bimtek Terbaru 2026
👉 Website Resmi: www.linkpemda.com
Perkembangan sistem perizinan berusaha berbasis risiko melalui OSS-RBA (Online Single Submission Risk Based Approach) terus mengalami pembaruan seiring penyesuaian regulasi, sinkronisasi sistem, dan peningkatan pelayanan publik berbasis digital.
Dalam implementasinya, masih banyak instansi maupun pelaku usaha menghadapi berbagai kendala, antara lain:
Perubahan regulasi OSS-RBA yang terus berkembang
Kesalahan pemilihan dan verifikasi KBLI Risiko Rendah
Ketidaksesuaian data usaha pada sistem OSS
Kendala sinkronisasi NIB dan perizinan sektoral
Kurangnya pemahaman terhadap klasifikasi tingkat risiko usaha
Kesalahan interpretasi persyaratan dasar perizinan
Belum optimalnya pemanfaatan OSS-RBA dalam percepatan investasi
👉 Kondisi ini menuntut peningkatan kompetensi yang terstruktur, aplikatif, dan sesuai regulasi terbaru.
🚀 SOLUSI STRATEGIS
Sebagai upaya peningkatan kapasitas SDM bidang pelayanan perizinan dan pengelolaan usaha, LINK PEMDA menghadirkan:
🎯 Program Training & Bimtek Nasional 2026
Update OSS-RBA dan Verifikasi KBLI Risiko Rendah
Program ini dirancang secara:
✔ Komprehensif
✔ Praktis & aplikatif
✔ Berbasis regulasi terbaru
✔ Mengacu pada implementasi OSS-RBA terkini
✔ Fokus pada penyelesaian kendala riil lapangan
🎯 TUJUAN PROGRAM
Program ini bertujuan untuk:
Meningkatkan pemahaman implementasi OSS-RBA terbaru
Memahami mekanisme penentuan tingkat risiko usaha
Meningkatkan kemampuan verifikasi KBLI Risiko Rendah
Meminimalisir kesalahan penerbitan perizinan usaha
Meningkatkan kualitas pelayanan perizinan berbasis digital
Mendorong percepatan investasi dan kemudahan berusaha
Memahami sinkronisasi perizinan dasar dan sektoral
⚠️ MENGAPA PROGRAM INI SANGAT PENTING?
OSS-RBA menjadi sistem utama pelayanan perizinan nasional
Kesalahan KBLI dapat berdampak pada legalitas usaha
Perubahan regulasi memerlukan pembaruan kompetensi secara berkala
Perizinan berbasis risiko menjadi standar nasional pelayanan usaha
Tuntutan percepatan investasi semakin tinggi
Digitalisasi pelayanan publik membutuhkan SDM yang kompeten
👉 Training ini bukan sekadar pelatihan, tetapi langkah strategis menuju pelayanan perizinan yang profesional, cepat, dan akuntabel.
📢 INFO TERBARU 2026
Program ini mengacu pada:
Implementasi OSS-RBA terbaru
Kebijakan perizinan berusaha berbasis risiko
Sinkronisasi data NIB dan KBLI
Penyederhanaan layanan perizinan usaha
Standarisasi pelayanan investasi dan usaha
Penerapan sistem digital pelayanan publik
👉 Lihat jadwal terbaru & amankan kuota sekarang!
📚 MATERI TRAINING & BIMTEK
1. Kebijakan dan Regulasi OSS-RBA Terbaru
Dasar hukum OSS-RBA
Perubahan kebijakan perizinan usaha
Konsep perizinan berbasis risiko
Kewenangan pusat dan daerah dalam OSS
2. Pemahaman KBLI dan Tingkat Risiko Usaha
Struktur dan klasifikasi KBLI
Penentuan KBLI sesuai bidang usaha
Identifikasi risiko rendah, menengah, dan tinggi
Analisis kesesuaian kegiatan usaha
3. Verifikasi KBLI Risiko Rendah
Teknik validasi KBLI
Kesalahan umum dalam penentuan KBLI
Verifikasi dokumen usaha
Penyelesaian mismatch data usaha
4. Implementasi OSS-RBA Secara Praktis
Pendaftaran dan pengelolaan akun OSS
Penerbitan NIB dan izin usaha
Pemenuhan persyaratan dasar
Sinkronisasi data perizinan sektoral
5. Pengawasan dan Evaluasi Perizinan Berusaha
Monitoring kepatuhan usaha
Pengawasan berbasis risiko
Pencabutan dan perubahan izin usaha
Pelaporan kegiatan usaha
6. Studi Kasus dan Simulasi OSS-RBA
Praktik input data OSS
Simulasi verifikasi KBLI
Penyelesaian kendala teknis OSS
Best practice implementasi pelayanan perizinan
🗓️ JADWAL & MATERI PEMBAHASAN BIMTEK
🟦 HARI PERTAMA
⏰ 09.00 – 12.00 WIB
Absensi & Pembukaan
Kebijakan OSS-RBA Terbaru
Konsep Perizinan Berbasis Risiko
Pemahaman KBLI dan Klasifikasi Usaha
Verifikasi KBLI Risiko Rendah
⏰ 12.00 – 13.00 WIB
Istirahat, Sholat & Makan Siang
⏰ 13.00 – 16.00 WIB
Praktik Penggunaan OSS-RBA
Penerbitan NIB dan Perizinan Dasar
Sinkronisasi Data Usaha
Studi Kasus Permasalahan OSS
⏰ 16.00 – 16.30 WIB
Penutup Hari Pertama
🟩 HARI KEDUA
⏰ 09.00 – 12.00 WIB
Monitoring dan Pengawasan Perizinan
Evaluasi Kepatuhan Usaha
Penyelesaian Kendala Verifikasi KBLI
Simulasi dan Pendampingan Praktik
⏰ 12.00 – 13.00 WIB
Istirahat, Sholat & Makan Siang
⏰ 13.00 – 16.00 WIB
Diskusi Interaktif & Konsultasi Teknis
Evaluasi Materi dan Post Test
Penyusunan Rencana Tindak Lanjut
⏰ 16.00 – 16.30 WIB
Penutupan & Penyerahan Sertifikat
👥 PESERTA YANG DIREKOMENDASIKAN
DPMPTSP Provinsi/Kabupaten/Kota
Operator OSS Instansi Pemerintah
Pelaku Usaha & Perusahaan
Konsultan Perizinan
Bagian Legal & Compliance
Administrator Perizinan Berusaha
Pendamping UMKM dan Investasi
Akademisi & Praktisi Perizinan
🧭 METODE PELAKSANAAN
Tatap Muka (Offline Training)
In House Training (Custom Instansi)
Pelatihan Daring (Zoom Meeting)
Praktik langsung penggunaan OSS-RBA
Studi kasus & simulasi teknis
Diskusi interaktif bersama praktisi
💰 BIAYA KEGIATAN
Paket A – Single Room : Rp 5.500.000 / Peserta
Paket B – Twin Share : Rp 5.000.000 / Peserta
Paket C – Non Akomodasi : Rp 4.000.000 / Peserta
📍 LOKASI PELAKSANAAN
Jakarta | Bandung | Yogyakarta | Surabaya | Bali | Makassar | Lombok
📌 Lokasi dapat disesuaikan dengan kebutuhan instansi
📞 INFORMASI & PENDAFTARAN
📱 WA/HP: 0813-8766-6605
🌐 Website: www.linkpemda.com
📧 Email: info@linkpemda.com
🏢 TENTANG PENYELENGGARA
LINK PEMDA merupakan lembaga profesional yang berfokus pada pengembangan kapasitas SDM pemerintah, dunia usaha, dan institusi melalui program pelatihan nasional yang:
✔ Sistematis
✔ Aplikatif
✔ Berbasis regulasi terbaru
✔ Didukung tenaga ahli & praktisi berpengalaman
Dengan komitmen mendorong terwujudnya tata kelola pelayanan publik dan perizinan yang:
✔ Profesional
✔ Transparan
✔ Akuntabel
✔ Cepat & responsif
✔ Berbasis digital dan pelayanan prima
May 06, 2026 / Materi
Bimbingan Teknis peningkatan kompetensi bendahara dalam penatausahaan keuangan melalui sipd ri
Strategi Peningkatan Kompetensi Bendahara dalam Penatausahaan, Pelaporan, dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah yang Akuntabel, Efektif, dan Terintegrasi Digital melalui SIPD RI
Dalam era transformasi digital pemerintahan dan reformasi pengelolaan keuangan daerah, bendahara pemerintah daerah dituntut untuk memiliki kompetensi yang profesional, adaptif, dan mampu memahami implementasi regulasi keuangan terbaru secara tepat dan terintegrasi melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Republik Indonesia (SIPD RI).
Sejalan dengan kebijakan nasional terkait digitalisasi tata kelola keuangan daerah, penerapan SIPD RI menjadi instrumen utama dalam mewujudkan pengelolaan keuangan yang transparan, efektif, efisien, dan akuntabel.
Namun dalam praktik pelaksanaannya, masih banyak ditemukan berbagai kendala dan permasalahan, antara lain:
✔ Kesalahan penatausahaan dan pertanggungjawaban keuangan
✔ Ketidaksesuaian administrasi dengan regulasi terbaru
✔ Kendala implementasi SIPD RI dalam proses keuangan daerah
✔ Risiko temuan pemeriksaan terkait administrasi bendahara
✔ Keterlambatan pelaporan dan pertanggungjawaban keuangan
✔ Minimnya pemahaman teknis penggunaan SIPD RI secara optimal
Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas aparatur melalui kegiatan Bimbingan Teknis yang fokus pada penguatan kompetensi bendahara daerah berbasis SIPD RI dan regulasi keuangan terbaru tahun 2026 secara komprehensif, aplikatif, dan sesuai kebutuhan pemerintah daerah.
DASAR HUKUM
• UUD 1945
• UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara
• UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara
• UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
• PP No. 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah
• Permendagri No. 77 Tahun 2020
• Kebijakan Implementasi SIPD RI
• Regulasi terbaru pengelolaan keuangan daerah tahun 2026
URGENSI PELAKSANAAN
Bimtek ini penting karena:
⚠ Tingginya risiko kesalahan administrasi bendahara
⚠ Masih lemahnya pemahaman implementasi SIPD RI
⚠ Kompleksitas regulasi keuangan daerah yang terus berkembang
⚠ Tingginya temuan audit terkait pertanggungjawaban keuangan
⚠ Kebutuhan peningkatan kompetensi bendahara secara berkelanjutan
TUJUAN KEGIATAN
Kegiatan ini bertujuan untuk:
✔ Meningkatkan kompetensi bendahara daerah dalam pengelolaan keuangan
✔ Memahami implementasi SIPD RI secara optimal
✔ Meminimalisir kesalahan administrasi dan pertanggungjawaban
✔ Meningkatkan akuntabilitas tata kelola keuangan daerah
✔ Memahami regulasi keuangan terbaru tahun 2026
✔ Mendukung efektivitas dan efisiensi pengelolaan APBD
SASARAN PESERTA
• Bendahara Pengeluaran
• Bendahara Penerimaan
• BPKAD / BKAD
• PPK / PPTK
• Pengelola Keuangan OPD
• Pejabat Penatausahaan Keuangan (PPK)
• Sekretariat Daerah
• Seluruh OPD Pemerintah Daerah
MATERI BIMTEK
Modul 1 — Kebijakan Nasional Pengelolaan Keuangan Daerah Tahun 2026
• Arah kebijakan nasional pengelolaan keuangan
• Reformasi tata kelola keuangan daerah
• Penguatan akuntabilitas keuangan pemerintah
Output: Pemahaman kebijakan strategis nasional
Modul 2 — Regulasi Bendahara dan Pengelolaan Keuangan Daerah
• Tugas dan tanggung jawab bendahara
• Regulasi terbaru pengelolaan keuangan
• Risiko hukum administrasi bendahara
Output: Pemahaman regulasi bendahara
Modul 3 — Implementasi SIPD RI dalam Penatausahaan Keuangan
• Konsep dan mekanisme SIPD RI
• Alur penatausahaan keuangan berbasis SIPD
• Integrasi administrasi keuangan daerah
Output: Pemahaman teknis SIPD RI
Modul 4 — Penatausahaan Keuangan Bendahara melalui SIPD RI
• Penginputan administrasi keuangan
• Pengelolaan bukti transaksi
• Penatausahaan penerimaan dan pengeluaran
Output: Administrasi bendahara yang tertib
Modul 5 — Pertanggungjawaban dan Pelaporan Keuangan Bendahara
• Penyusunan laporan pertanggungjawaban
• Rekonsiliasi keuangan
• Penyelesaian administrasi keuangan
Output: Laporan bendahara yang akuntabel
Modul 6 — Pencegahan Temuan Audit dan Risiko Administrasi
• Temuan umum pemeriksaan BPK
• Risiko kesalahan administrasi bendahara
• Strategi mitigasi dan pengendalian internal
Output: Minim risiko pemeriksaan
Modul 7 — Optimalisasi Penggunaan SIPD RI
• Solusi kendala implementasi SIPD
• Strategi percepatan administrasi keuangan
• Efektivitas pengelolaan data keuangan
Output: Optimalisasi penggunaan SIPD
Modul 8 — Studi Kasus dan Best Practice
• Studi kasus pengelolaan keuangan daerah
• Analisis permasalahan nyata
• Solusi implementatif lapangan
Output: Pemahaman praktis dan aplikatif
Modul 9 — Workshop Praktik SIPD RI
• Simulasi penatausahaan keuangan
• Praktik administrasi bendahara
• Review hasil peserta
Output: Dokumen administrasi siap diterapkan
METODE PELAKSANAAN
✅ Ceramah Interaktif
✅ Diskusi & Studi Kasus
✅ Workshop Praktik
✅ Simulasi SIPD RI
✅ Coaching Clinic
AGENDA KEGIATAN (2 HARI EFEKTIF)
Hari Pertama
08.00 – 09.00 Registrasi
09.00 – 10.30 Kebijakan & Regulasi
10.30 – 12.00 Modul 1 & 2
13.00 – 14.30 Modul 3 & 4
14.30 – 16.00 Diskusi & Simulasi
Hari Kedua
08.30 – 10.00 Modul 5 & 6
10.00 – 12.00 Modul 7
13.00 – 15.00 Modul 8
15.00 – 16.30 Workshop & Penutupan
OUTPUT PESERTA
✔ Pemahaman implementasi SIPD RI
✔ Kemampuan penatausahaan keuangan daerah
✔ Administrasi bendahara yang tertib dan akuntabel
✔ Strategi pencegahan temuan audit
✔ Peningkatan kompetensi pengelolaan keuangan daerah
FASILITAS PESERTA
✔ Sertifikat
✔ Modul pelatihan lengkap
✔ Softcopy materi
✔ Konsultasi pasca pelatihan
✔ Seminar kit
✔ Konsumsi (offline)
BIAYA KEGIATAN
Paket A — Single Room — Rp 5.500.000
Paket B — Twin Share — Rp 5.000.000
Paket C — Non Akomodasi — Rp 4.000.000
PENUTUP
Bimtek ini dirancang untuk membantu pemerintah daerah dalam:
✔ Meningkatkan kompetensi bendahara daerah
✔ Memperkuat implementasi SIPD RI
✔ Meningkatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan
✔ Meminimalisir kesalahan administrasi dan temuan audit
✔ Mendukung tata kelola keuangan daerah yang efektif dan modern
LINKPEMDA siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam penguatan kapasitas aparatur dan peningkatan kualitas tata kelola keuangan daerah secara berkelanjutan.
INFORMASI & PENDAFTARAN
📞 WhatsApp: 0813-8766-6605
🌐 Website LINKPEMDA
📧 Email: info@linkpemda.com
May 05, 2026 / Materi
Panduan Lengkap Transformasi Administrasi Kampus Berbasis Digital, Otomatisasi, dan Smart Campus
Strategi Terpadu Peningkatan Kompetensi Tenaga Kependidikan Menuju Tata Kelola Perguruan Tinggi yang Profesional, Efisien, dan Berbasis Teknologi Modern
📢 AKSES INFORMASI RESMI
👉 Lihat Jadwal Bimtek Terbaru 2026
👉 Website Resmi: www.linkpemda.com
Transformasi pendidikan tinggi di era digital menuntut perguruan tinggi untuk mampu menghadirkan layanan administrasi yang cepat, akurat, transparan, dan terintegrasi. Perkembangan menuju Digital 5.0 (Society 5.0) menekankan kolaborasi antara manusia dan teknologi dalam menciptakan sistem kerja yang cerdas, efisien, dan adaptif.
Dalam praktiknya, masih banyak tenaga kependidikan menghadapi berbagai tantangan, antara lain:
Proses administrasi yang masih manual dan kurang efisien
Rendahnya penguasaan aplikasi perkantoran digital
Belum optimalnya pemanfaatan sistem informasi kampus
Minimnya integrasi data antar unit kerja
Kurangnya pemahaman terhadap konsep Smart Campus
👉 Kondisi ini menuntut peningkatan kompetensi secara terarah, sistematis, dan aplikatif.
🚀 SOLUSI STRATEGIS
Sebagai upaya peningkatan kapasitas SDM perguruan tinggi, LINK PEMDA menghadirkan:
🎯 Program Bimtek 2026
Keterampilan Administratif & Teknologi Digital 5.0
Program ini dirancang secara:
✔ Komprehensif
✔ Praktis & aplikatif
✔ Berbasis kebutuhan riil perguruan tinggi
✔ Mengikuti perkembangan teknologi terbaru
🎯 TUJUAN PROGRAM
Program ini bertujuan untuk:
Meningkatkan kompetensi administratif berbasis digital
Mengoptimalkan penggunaan aplikasi perkantoran modern
Mendorong transformasi layanan akademik berbasis teknologi
Meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja
Mempersiapkan SDM menuju ekosistem Smart Campus 5.0
⚠️ MENGAPA PROGRAM INI SANGAT PENTING?
Digitalisasi perguruan tinggi menjadi kebutuhan utama
Tuntutan layanan akademik semakin cepat & berbasis sistem
Kompetensi digital tenaga kependidikan belum merata
Persaingan kualitas layanan antar perguruan tinggi semakin tinggi
Teknologi Digital 5.0 menjadi standar baru tata kelola
👉 Bimtek ini bukan sekadar pelatihan, tetapi investasi strategis bagi kemajuan institusi.
📢 INFO TERBARU 2026
Program ini mengacu pada:
Kebijakan transformasi digital pendidikan tinggi
Implementasi sistem informasi akademik terintegrasi
Pemanfaatan AI dan automasi dalam administrasi
Standar pelayanan akademik berbasis teknologi
👉 Lihat jadwal terbaru & amankan kuota sekarang!
📚 MATERI BIMTEK
1. Administrasi Modern Perguruan Tinggi
Prinsip administrasi efektif & digital
Digitalisasi arsip & dokumen
Standar layanan administrasi kampus
2. Aplikasi Perkantoran & Automasi
Microsoft Office & Google Workspace
Automasi dokumen & workflow kerja
Pengelolaan data & laporan digital
3. Teknologi Digital 5.0 & Smart Campus
Konsep Society 5.0
Pemanfaatan AI dalam administrasi
Integrasi sistem informasi kampus
4. Keamanan Data & Etika Digital
Perlindungan data institusi
Cyber security dasar
Etika penggunaan teknologi
5. Pelayanan Prima Berbasis Digital
Transformasi layanan akademik
Komunikasi efektif di era digital
Peningkatan kualitas layanan
6. Studi Kasus & Best Practice
Benchmark kampus unggulan
Simulasi penerapan sistem digital
Problem solving berbasis kasus nyata
🗓️ JADWAL & MATERI PEMBAHASAN BIMTEK
🟦 HARI PERTAMA
⏰ 09.00 – 12.00 WIB
Absensi & Pembukaan
Konsep Dasar Administrasi Modern
Transformasi Digital & Society 5.0
Pengelolaan Dokumen Digital (E-Office)
⏰ 12.00 – 13.00 WIB
Istirahat, Sholat & Makan Siang
⏰ 13.00 – 16.00 WIB
Aplikasi Perkantoran Digital
Sistem Informasi Manajemen Perguruan Tinggi
Pengolahan & Analisis Data
⏰ 16.00 – 16.30 WIB
Penutup Hari Pertama
🟩 HARI KEDUA
⏰ 09.00 – 12.00 WIB
Keamanan Informasi & Data
Layanan Administrasi Berbasis Digital
Etika Digital & Profesionalisme
Praktik & Studi Kasus
⏰ 12.00 – 13.00 WIB
Istirahat, Sholat & Makan Siang
⏰ 13.00 – 16.00 WIB
Evaluasi Materi & Diskusi
⏰ 16.00 – 16.30 WIB
Penutupan & Penyerahan Sertifikat
👥 PESERTA YANG DIREKOMENDASIKAN
Tenaga Kependidikan (Tendik)
Staf Administrasi Akademik
Operator Sistem Informasi
Bagian Keuangan & Kepegawaian
Unit Layanan Mahasiswa
Seluruh unit administrasi perguruan tinggi
🧭 METODE PELAKSANAAN
Tatap Muka (Offline Training)
In House Training (Custom Instansi)
Pelatihan Daring (Zoom Meeting)
Praktik langsung (Hands-On)
Studi kasus & simulasi
📍 LOKASI PELAKSANAAN
Jakarta | Bandung | Yogyakarta | Surabaya | Bali | Makassar | Lombok
📌 Lokasi dapat disesuaikan dengan kebutuhan instansi
📞 INFORMASI & PENDAFTARAN
📱 WA/HP: 0813-8766-6605
🌐 Website: www.linkpemda.com
📧 Email: info@linkpemda.com
🏢 TENTANG PENYELENGGARA
LINK PEMDA merupakan lembaga profesional yang berfokus pada pengembangan kapasitas SDM pemerintah dan institusi pendidikan melalui program pelatihan nasional yang:
✔ Sistematis
✔ Aplikatif
✔ Berbasis kebutuhan riil
✔ Didukung tenaga ahli & praktisi berpengalaman
Dengan komitmen mendorong terwujudnya tata kelola institusi yang:
✔ Profesional
✔ Transparan
✔ Akuntabel
✔ Berbasis kinerja & teknologi
👉 Lihat Jadwal Terbaru & Amankan Kuota Sekarang!
 kompres.png)
May 04, 2026 / Materi
Transformasi Sinkronisasi RPJMD, RKPD, dan APBD Berbasis Outcome untuk Mendorong Efisiensi Anggaran dan Peningkatan Kinerja Pembangunan Daerah
Dalam upaya mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang efektif, efisien, dan akuntabel, pemerintah daerah dituntut untuk tidak hanya berfokus pada penyerapan anggaran, tetapi juga pada kualitas belanja dan dampak nyata terhadap pembangunan daerah.
Sejalan dengan arah kebijakan nasional, pendekatan penganggaran berbasis kinerja (performance & outcome-based budgeting) menjadi prioritas utama dalam memastikan bahwa setiap rupiah belanja daerah memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Namun dalam praktiknya, masih banyak ditemukan permasalahan, antara lain:
✔ Ketidaksinkronan antara RPJMD, RKPD, dan APBD
✔ Belanja daerah belum sepenuhnya berbasis outcome
✔ Rendahnya efektivitas program dan kegiatan
✔ Indikator kinerja belum terukur secara tepat
✔ Tingginya belanja rutin dibanding belanja produktif
✔ Temuan audit terkait efisiensi dan efektivitas belanja
Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas aparatur melalui kegiatan Bimbingan Teknis yang fokus pada Analisis Kinerja Belanja Daerah (Spending Review) secara komprehensif dan aplikatif.
DASAR HUKUM
• UUD 1945
• UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara
• UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
• UU No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional
• PP No. 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah
• Permendagri No. 77 Tahun 2020
• Kebijakan nasional terkait penganggaran berbasis kinerja
• Pedoman evaluasi kinerja pembangunan daerah
URGENSI PELAKSANAAN
Bimtek ini penting karena:
⚠ Masih tingginya ketidakefisienan belanja daerah
⚠ Program belum sepenuhnya berorientasi hasil (outcome)
⚠ Keterbatasan kemampuan analisis kinerja belanja
⚠ Tingginya koreksi dalam pembahasan anggaran
⚠ Temuan audit terkait efektivitas belanja
TUJUAN KEGIATAN
Kegiatan ini bertujuan untuk:
✔ Meningkatkan pemahaman aparatur dalam analisis kinerja belanja
✔ Mengoptimalkan sinkronisasi RPJMD, RKPD, dan APBD
✔ Mendorong implementasi outcome-based budgeting
✔ Meningkatkan efisiensi dan efektivitas penggunaan anggaran
✔ Meminimalisir pemborosan dan duplikasi program
✔ Meningkatkan kualitas kinerja pembangunan daerah
SASARAN PESERTA
• Bappeda / Bapperida
• BPKAD / BKAD
• Inspektorat
• Sekretariat Daerah
• Seluruh OPD
• Pejabat Perencana
• PPK / PPTK
• Tim TAPD
MATERI BIMTEK (STRUKTUR PROFESIONAL)
Modul 1 — Kebijakan Nasional Pengelolaan Keuangan dan Belanja Daerah 2026
Arah kebijakan fiskal nasional & daerah
Reformasi pengelolaan keuangan
Prinsip value for money
Output: Pemahaman kebijakan strategis nasional
Modul 2 — Konsep Analisis Kinerja Belanja (Spending Review)
Definisi dan tujuan spending review
Pendekatan efisiensi, efektivitas, dan ekonomi
Metodologi analisis belanja
Output: Pemahaman metode analisis belanja
Modul 3 — Integrasi RPJMD, RKPD, dan APBD
Keterkaitan dokumen perencanaan dan penganggaran
Sinkronisasi program dan kegiatan
Konsistensi kebijakan daerah
Output: Sinkronisasi dokumen daerah
Modul 4 — Penganggaran Berbasis Outcome
Perbedaan output vs outcome
Penyusunan indikator kinerja
Pengukuran keberhasilan program
Output: Indikator kinerja berbasis outcome
Modul 5 — Analisis Efektivitas dan Efisiensi Belanja
Evaluasi program dan kegiatan
Identifikasi pemborosan anggaran
Optimalisasi alokasi belanja
Output: Rekomendasi efisiensi belanja
Modul 6 — Teknik Evaluasi Kinerja Program Daerah
Analisis capaian kinerja
Perbandingan target vs realisasi
Penilaian dampak program
Output: Evaluasi program berbasis data
Modul 7 — Penyusunan Rekomendasi Spending Review
Penyusunan laporan analisis
Strategi perbaikan program
Re-alokasi anggaran
Output: Dokumen rekomendasi kebijakan
Modul 8 — Pencegahan Inefisiensi dan Temuan Audit
Temuan umum BPK terkait belanja
Risiko ketidakefisienan
Strategi mitigasi
Output: Minim temuan pemeriksaan
Modul 9 — Studi Kasus dan Best Practice
Studi kasus daerah
Analisis permasalahan nyata
Solusi implementatif
Output: Pemahaman praktis lapangan
Modul 10 — Workshop Praktik
Simulasi analisis belanja
Penyusunan rekomendasi
Review hasil peserta
Output: Dokumen siap diterapkan
METODE PELAKSANAAN
✅ Ceramah Interaktif
✅ Diskusi & Studi Kasus
✅ Workshop Praktik
✅ Simulasi
✅ Coaching Clinic
AGENDA KEGIATAN (2 HARI EFEKTIF)
Hari Pertama
08.00 – 09.00 Registrasi
09.00 – 10.30 Kebijakan & Konsep
10.30 – 12.00 Modul 1 & 2
13.00 – 14.30 Modul 3 & 4
14.30 – 16.00 Diskusi
Hari Kedua
08.30 – 10.00 Modul 5 & 6
10.00 – 12.00 Modul 7
13.00 – 15.00 Modul 8 & 9
15.00 – 16.30 Workshop & Penutupan
OUTPUT PESERTA
✔ Pemahaman analisis kinerja belanja
✔ Dokumen rekomendasi efisiensi anggaran
✔ Indikator kinerja berbasis outcome
✔ Strategi optimalisasi belanja daerah
FASILITAS PESERTA
✔ Sertifikat Nasional
✔ Modul pelatihan lengkap
✔ Softcopy materi
✔ Konsultasi pasca pelatihan
✔ Seminar kit
✔ Konsumsi (offline)
BIAYA KEGIATAN
Paket A — Single Room — Rp 5.500.000
Paket B — Twin Share — Rp 5.000.000
Paket C — Non Akomodasi — Rp 4.000.000
PENUTUP
Bimtek ini dirancang untuk membantu pemerintah daerah dalam:
✔ Meningkatkan kualitas belanja daerah
✔ Mewujudkan efisiensi dan efektivitas anggaran
✔ Mengoptimalkan sinkronisasi perencanaan dan penganggaran
✔ Meningkatkan kinerja pembangunan daerah
LINKPEMDA siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam penguatan kapasitas aparatur dan peningkatan kualitas tata kelola keuangan daerah secara berkelanjutan.
INFORMASI & PENDAFTARAN
📞 WhatsApp: 0813-8766-6605
🌐 Website: www.linkpemda.com
📧 Email: info@linkpemda.com
May 01, 2026 / Materi
Strategi Standarisasi Proses Kerja, Peningkatan Kinerja Instansi Pemerintah, dan Optimalisasi Pelayanan Publik yang Cepat, Profesional, Transparan, dan Akuntabel
SOP Layanan Publik | Reformasi Birokrasi | Standar Pelayanan | Kinerja OPD | Kecamatan | Kelurahan | RSUD | Puskesmas | MPP | Pelayanan Prima | Digitalisasi Layanan | Zona Integritas | SPBE
Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, setiap instansi pemerintah dituntut memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) Layanan Publik yang jelas, terukur, mudah dipahami, dan mampu menjamin konsistensi pelayanan.
SOP merupakan instrumen penting dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang profesional, mempercepat proses layanan, meningkatkan disiplin kerja aparatur, serta meminimalkan kesalahan administrasi dan keluhan masyarakat.
Namun dalam praktiknya, masih banyak instansi pemerintah menghadapi berbagai kendala, antara lain:
✔ SOP belum sesuai kondisi riil lapangan
✔ Proses layanan masih lambat dan berbelit
✔ Belum ada standar waktu pelayanan yang jelas
✔ SOP belum terintegrasi dengan digitalisasi layanan
✔ Pegawai belum memahami alur kerja baku
✔ Tumpang tindih tugas antar unit kerja
✔ Banyak keluhan masyarakat terhadap pelayanan
✔ SOP tidak pernah diperbarui
✔ Belum sinkron dengan reformasi birokrasi dan SPBE
✔ Tidak adanya monitoring pelaksanaan SOP
Melalui Bimbingan Teknis Penyusunan SOP Layanan Publik Tahun 2026, peserta akan memperoleh pemahaman komprehensif, praktik terbaik, studi kasus implementatif, serta strategi penyusunan SOP modern yang efektif dan aplikatif sesuai kebutuhan instansi pemerintah.
🧱 DASAR HUKUM
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN
Peraturan Pemerintah tentang Reformasi Birokrasi dan SPBE
PermenPANRB tentang Pedoman Penyusunan SOP Administrasi Pemerintahan
Peraturan terkait Standar Pelayanan Publik yang berlaku
Ketentuan pengawasan internal pemerintah dan peningkatan kualitas layanan publik
🎯 TUJUAN BIMTEK
Meningkatkan kapasitas aparatur dalam penyusunan SOP layanan publik
Menciptakan pelayanan cepat, tepat, dan terukur
Menyusun SOP yang sesuai kebutuhan unit kerja
Meningkatkan disiplin dan produktivitas pegawai
Mengurangi keluhan dan hambatan pelayanan masyarakat
Mendorong reformasi birokrasi dan tata kelola modern
Meningkatkan kinerja instansi pemerintah secara berkelanjutan
📘 MATERI BIMTEK
Modul 1 — Kebijakan Nasional Pelayanan Publik Tahun 2026
Arah kebijakan pelayanan publik nasional
Peran SOP dalam peningkatan kinerja instansi
Tantangan pelayanan publik era digital
Modul 2 — Konsep dan Prinsip Penyusunan SOP
Pengertian SOP layanan publik
Jenis SOP administrasi dan teknis
Prinsip SOP efektif dan sederhana
Modul 3 — Teknik Penyusunan SOP Layanan Publik
Identifikasi proses kerja
Pemetaan alur layanan
Penentuan standar waktu dan output kerja
Modul 4 — Penyusunan Flowchart dan Format SOP
Diagram alur kerja pelayanan
Format SOP modern dan mudah dipahami
Dokumentasi SOP instansi
Modul 5 — SOP Berbasis Digitalisasi Pelayanan
Integrasi SOP dengan aplikasi layanan
SOP online dan pelayanan elektronik
Penyesuaian dengan SPBE
Modul 6 — SOP untuk Peningkatan Kinerja Pegawai
Pembagian tugas jelas dan terukur
Indikator kinerja berbasis SOP
Evaluasi produktivitas pegawai
Modul 7 — Monitoring dan Evaluasi SOP
Pengawasan implementasi SOP
Review berkala SOP
Perbaikan berkelanjutan
Modul 8 — SOP dan Kepuasan Masyarakat
Pengurangan antrean dan keterlambatan
Pelayanan ramah dan profesional
Manajemen pengaduan masyarakat
Modul 9 — Studi Kasus Praktik Instansi Pemerintah
SOP pelayanan kecamatan
SOP perizinan DPMPTSP
SOP layanan rumah sakit / puskesmas
SOP administrasi OPD
Modul 10 — Klinik Penyusunan SOP Peserta
Penyusunan SOP instansi masing-masing
Review draft SOP peserta
Tanya jawab teknis implementasi
📅 AGENDA BIMTEK (2 HARI EFEKTIF)
HARI PERTAMA
08.00 – 09.00 Registrasi Peserta
09.00 – 10.30 Modul 1 dan Modul 2
10.30 – 12.00 Modul 3
12.00 – 13.00 ISHOMA
13.00 – 15.00 Modul 4 dan Modul 5
15.00 – 16.30 Diskusi dan Studi Kasus
HARI KEDUA
08.30 – 10.00 Modul 6
10.00 – 11.30 Modul 7
11.30 – 12.30 ISHOMA
12.30 – 14.00 Modul 8
14.00 – 15.30 Modul 9
15.30 – 16.30 Modul 10 dan Penutupan
💰 BIAYA KEGIATAN
Paket A – Single Room : Rp 5.500.000 / Peserta
Paket B – Twin Share : Rp 5.000.000 / Peserta
Paket C – Non Akomodasi : Rp 4.000.000 / Peserta
🎁 FASILITAS PESERTA
✔ Penginapan hotel 4 hari 3 malam
✔ Sertifikat resmi
✔ Modul pelatihan premium
✔ Softcopy regulasi terbaru
✔ Template SOP Layanan Publik
✔ Template Flowchart SOP
✔ Seminar kit
✔ Konsumsi dan coffee break
✔ Konsultasi narasumber
👥 TARGET PESERTA
Sekretariat Daerah
Bagian Organisasi
Bagian Umum
Kecamatan / Kelurahan
DPMPTSP
RSUD / Puskesmas
Inspektorat
BPKAD / BKAD
Dinas Pendidikan
Dinas Kesehatan
Seluruh OPD Pelayanan Publik
🎤 NARASUMBER
Kementerian PANRB
Kementerian Dalam Negeri
Ombudsman RI
Praktisi Pelayanan Publik Nasional
Akademisi Administrasi Negara
Konsultan Reformasi Birokrasi
🏁 PENUTUP
Bimtek ini dirancang agar instansi pemerintah mampu:
✔ Menyusun SOP layanan publik profesional
✔ Mempercepat proses pelayanan masyarakat
✔ Meningkatkan disiplin dan kinerja pegawai
✔ Mengurangi keluhan dan hambatan layanan
✔ Mendukung reformasi birokrasi modern
✔ Menjadi instansi pemerintah yang dipercaya masyarakat
Linkpemda siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam penguatan kapasitas aparatur dan peningkatan kualitas pelayanan publik berkelanjutan.
📞 INFORMASI & PENDAFTARAN
📱 WhatsApp : 0813-8766-6605
🌐 Website : www.linkpemda.com
📧 Email : info@linkpemda.com
April 28, 2026 / Materi
Strategi Penguatan Kepatuhan Pajak, Tata Kelola Keuangan, dan Optimalisasi Layanan Publik BLUD yang Profesional, Modern, dan Akuntabel
Perpajakan BLUD | Keuangan BLUD | RSUD | Puskesmas BLUD | Pendidikan BLUD | Bendahara BLUD | PPh 21 | PPh 23 | PPN | e-Bupot | SPT Masa | Audit Pajak | Tata Kelola BLUD
Dalam rangka meningkatkan kualitas tata kelola keuangan serta profesionalisme pelayanan publik, Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dituntut mampu menjalankan sistem pengelolaan keuangan yang fleksibel namun tetap akuntabel, transparan, efisien, dan taat terhadap ketentuan perpajakan yang berlaku.
Sebagai unit layanan pemerintah daerah yang bergerak di sektor strategis seperti Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Puskesmas BLUD, laboratorium kesehatan, perguruan tinggi daerah, sekolah vokasi, balai pelatihan, serta unit layanan lainnya, BLUD memiliki karakteristik transaksi yang kompleks dan dinamis sehingga membutuhkan pemahaman perpajakan yang tepat.
Namun dalam praktiknya, masih banyak BLUD menghadapi berbagai kendala, antara lain:
✔ Belum memahami status perpajakan BLUD secara tepat
✔ Keraguan dalam pemotongan PPh Pasal 21, 22, 23, dan 4 ayat (2)
✔ Kesalahan perlakuan PPN atas jasa layanan dan pengadaan
✔ Administrasi perpajakan belum tertib
✔ Keterlambatan setor dan lapor pajak
✔ Belum optimal penggunaan e-Bupot dan sistem digital pajak
✔ Risiko sanksi administrasi dan temuan audit
✔ Sinkronisasi pajak dengan laporan keuangan belum maksimal
✔ SDM bendahara dan pengelola keuangan masih terbatas
✔ Belum adanya SOP perpajakan internal BLUD
Melalui Bimbingan Teknis Aspek Perpajakan BLUD Tahun 2026, peserta akan memperoleh pemahaman komprehensif, praktik terbaik, studi kasus nyata, serta solusi implementatif untuk meningkatkan kepatuhan pajak dan tata kelola keuangan BLUD secara efektif.
🧱 DASAR HUKUM
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP)
Undang-Undang Pajak Penghasilan (PPh)
Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
PP Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah
Ketentuan mengenai BLUD sesuai regulasi pemerintah yang berlaku
Peraturan Direktorat Jenderal Pajak terkait e-Bupot, e-Faktur, dan pelaporan pajak elektronik
🎯 TUJUAN BIMTEK
Meningkatkan kapasitas SDM BLUD dalam bidang perpajakan
Memahami kewajiban pajak BLUD secara tepat dan aplikatif
Mengurangi kesalahan pemotongan, penyetoran, dan pelaporan pajak
Memperkuat sinkronisasi pajak dengan laporan keuangan
Menyusun SOP perpajakan internal BLUD
Mendorong tata kelola layanan publik yang profesional
📘 MATERI BIMTEK
Modul 1 — Kebijakan Nasional BLUD dan Aspek Perpajakan Tahun 2026
Posisi BLUD dalam sistem pemerintahan daerah
Fleksibilitas keuangan dan tanggung jawab perpajakan
Tantangan terbaru perpajakan BLUD
Modul 2 — Status Pajak dan Administrasi NPWP BLUD
NPWP BLUD dan administrasi perpajakan
Kewajiban registrasi dan data perpajakan
Hubungan BLUD dengan OPD induk
Modul 3 — PPh Pasal 21, 22, 23 dan PPh Final
Pajak honorarium pegawai/nonpegawai
Pajak jasa dokter, narasumber, konsultan
Pajak sewa, jasa, dan pengadaan barang
Modul 4 — PPN atas Transaksi BLUD
Objek dan non objek PPN
PPN pengadaan barang/jasa
Perlakuan PPN jasa tertentu
Modul 5 — Penyetoran dan Pelaporan Pajak
Kode billing
e-Bupot Unifikasi
SPT Masa
Jadwal setor dan lapor pajak
Modul 6 — Sinkronisasi Pajak dan Laporan Keuangan
Rekonsiliasi pajak dan pembukuan
Pajak dalam laporan keuangan BLUD
Koreksi kesalahan pencatatan
Modul 7 — Audit Pajak dan Mitigasi Risiko
Persiapan pemeriksaan pajak
Dokumen pendukung wajib
Strategi pencegahan sanksi
Modul 8 — SOP Perpajakan Internal BLUD
Alur kerja bendahara
Checklist pajak bulanan
Pengawasan internal
Modul 9 — Studi Kasus Praktik BLUD
Pajak jasa dokter spesialis
Pajak pengadaan obat
Pajak katering pasien
Pajak kerja sama parkir/kantin
Modul 10 — Klinik Konsultasi Peserta
Pembahasan masalah peserta
Simulasi transaksi perpajakan
Tanya jawab teknis
📅 AGENDA BIMTEK (2 HARI EFEKTIF)
HARI PERTAMA
08.00 – 09.00 Registrasi Peserta
09.00 – 10.30 Modul 1 dan Modul 2
10.30 – 12.00 Modul 3
12.00 – 13.00 ISHOMA
13.00 – 15.00 Modul 4 dan Modul 5
15.00 – 16.30 Diskusi dan Studi Kasus
HARI KEDUA
08.30 – 10.00 Modul 6
10.00 – 11.30 Modul 7
11.30 – 12.30 ISHOMA
12.30 – 14.00 Modul 8
14.00 – 15.30 Modul 9
15.30 – 16.30 Modul 10 dan Penutupan
💰 BIAYA KEGIATAN
Paket A – Single Room : Rp 5.500.000 / Peserta
Paket B – Twin Share : Rp 5.000.000 / Peserta
Paket C – Non Akomodasi : Rp 4.000.000 / Peserta
🎁 FASILITAS PESERTA
✔ Penginapan hotel 4 hari 3 malam
✔ Sertifikat resmi
✔ Modul pelatihan premium
✔ Softcopy regulasi terbaru
✔ Template SOP Pajak BLUD
✔ Template Rekonsiliasi Pajak
✔ Seminar kit
✔ Konsumsi dan coffee break
✔ Konsultasi narasumber
👥 TARGET PESERTA
Direktur RSUD / Manajemen Rumah Sakit Daerah
Kepala Puskesmas BLUD
Bendahara dan Pejabat Keuangan BLUD
Bagian Akuntansi / SPI / Auditor Internal
BPKAD / BKAD
Inspektorat Daerah
Dinas Kesehatan
Dinas Pendidikan dan Unit Layanan Pendidikan Berstatus / Calon BLUD
Perguruan Tinggi Daerah / BLUD Pendidikan
OPD terkait pengelolaan BLUD
🎤 NARASUMBER
Direktorat Jenderal Pajak
Kementerian Dalam Negeri
BPKP / Auditor Pemerintah
Praktisi BLUD Nasional
Akademisi Perpajakan
Konsultan Keuangan Daerah
🏁 PENUTUP
Bimtek ini dirancang agar BLUD mampu:
✔ Patuh pajak tanpa keraguan
✔ Mengelola keuangan secara profesional
✔ Mengurangi risiko sanksi dan temuan audit
✔ Menata administrasi modern dan tertib
✔ Mendukung peningkatan layanan publik
✔ Menjadi BLUD yang sehat, mandiri, dan terpercaya
Linkpemda siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam penguatan kapasitas BLUD dan peningkatan tata kelola pelayanan publik berkelanjutan.
📞 INFORMASI & PENDAFTARAN
📱 WhatsApp : 0813-8766-6605
🌐 Website : www.linkpemda.com
📧 Email : info@linkpemda.com
April 26, 2026 / Materi

Untuk Peningkatan Kinerja, Akuntabilitas, dan Efektivitas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah
Penguatan Sistem Pengendalian Program, Evaluasi Capaian Kinerja, Pelaporan Realisasi Kegiatan, serta Tata Kelola Pemerintahan Daerah yang Modern dan Akuntabel
Monitoring OPD | Evaluasi Kinerja | Pelaporan Program | Akuntabilitas | SAKIP | SPBE | Realisasi Anggaran | Indikator Kinerja | RPJMD | RKPD | Pemerintahan Efektif
Dalam rangka mewujudkan pemerintahan daerah yang efektif, efisien, profesional, dan akuntabel, setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) wajib melaksanakan sistem monitoring, evaluasi, dan pelaporan program/kegiatan secara berkala, terukur, dan berorientasi hasil.
Monitoring dan evaluasi merupakan instrumen strategis untuk memastikan setiap program pemerintah berjalan sesuai target, tepat waktu, tepat sasaran, serta sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Sementara pelaporan yang berkualitas menjadi dasar pengambilan keputusan pimpinan daerah, pengendalian anggaran, serta pertanggungjawaban kinerja kepada publik.
Namun dalam implementasinya, masih banyak OPD menghadapi berbagai kendala, antara lain:
✔ Monitoring kegiatan belum berbasis indikator kinerja
✔ Evaluasi program masih bersifat administratif
✔ Data realisasi fisik dan keuangan belum sinkron
✔ Pelaporan OPD terlambat dan kurang akurat
✔ Rendahnya pemanfaatan hasil evaluasi untuk kebijakan
✔ Koordinasi antar bidang belum optimal
✔ Dokumen capaian kinerja belum tertib
✔ Nilai SAKIP daerah belum maksimal
✔ Pengawasan internal belum efektif
✔ Sistem digital monitoring belum terintegrasi
Melalui bimtek ini, peserta akan memperoleh pemahaman komprehensif, strategi implementasi, praktik terbaik, serta solusi teknis dalam pelaksanaan monitoring, evaluasi, dan pelaporan program/kegiatan OPD sesuai kebijakan terbaru Tahun 2026.
🧱 DASAR HUKUM
Bimtek ini mengacu pada regulasi terbaru:
• UUD 1945
• UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
• UU No. 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan
• UU No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional
• PP No. 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah
• PP No. 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah
• PermenPANRB tentang SAKIP terbaru
• Permendagri tentang Perencanaan dan Evaluasi Pembangunan Daerah
• Regulasi SIPD RI dan SPBE terbaru Tahun 2026
🔥 URGENSI PELAKSANAAN
Bimtek ini sangat penting karena:
⚠ Tahun 2026 fokus nasional pada penguatan akuntabilitas daerah
⚠ OPD dituntut bekerja berbasis target dan hasil nyata
⚠ Pelaporan realisasi kegiatan harus cepat dan akurat
⚠ Nilai SAKIP menjadi indikator utama reformasi birokrasi
⚠ Kepala daerah membutuhkan data monev untuk kebijakan cepat
⚠ Serapan anggaran harus selaras dengan capaian program
⚠ Pengawasan internal menuntut dokumen lengkap dan tertib
⚠ Digitalisasi monitoring menjadi kebutuhan mendesak
Dengan mengikuti bimtek ini, peserta akan memperoleh:
✔ Sistem monitoring kegiatan yang efektif
✔ Teknik evaluasi berbasis output dan outcome
✔ Strategi peningkatan kinerja OPD
✔ Format pelaporan cepat, tepat, dan akurat
✔ Peningkatan nilai SAKIP dan akuntabilitas
✔ Integrasi data fisik dan keuangan
✔ Pengendalian program prioritas daerah
🎯 TUJUAN BIMTEK
Meningkatkan kapasitas aparatur dalam monitoring dan evaluasi program OPD
Mewujudkan pelaporan kegiatan yang akurat dan akuntabel
Meningkatkan efektivitas pelaksanaan program pemerintah daerah
Mendorong budaya kerja berbasis kinerja dan hasil
Memperkuat pengambilan keputusan berbasis data
Mendukung peningkatan nilai SAKIP dan reformasi birokrasi
📘 MATERI BIMTEK
Modul 1 — Kebijakan Nasional Monitoring dan Evaluasi Tahun 2026
• Arah kebijakan nasional penguatan kinerja daerah
• Posisi monev dalam siklus pembangunan
• Peran pimpinan OPD dalam pengendalian program
Output: Pemahaman strategis monev daerah
Modul 2 — Penyusunan Indikator Kinerja Program/Kegiatan
• Indikator output, outcome, benefit
• Target kinerja OPD
• Cascading kinerja perangkat daerah
Output: Indikator terukur dan relevan
Modul 3 — Teknik Monitoring Realisasi Fisik dan Keuangan
• Monitoring bulanan dan triwulan
• Sinkronisasi progres fisik & keuangan
• Early warning system keterlambatan kegiatan
Output: Monitoring tepat waktu
Modul 4 — Evaluasi Program dan Analisis Capaian
• Analisis gap target vs realisasi
• Identifikasi hambatan pelaksanaan
• Rekomendasi percepatan program
Output: Evaluasi berbasis solusi
Modul 5 — Pelaporan Program/Kegiatan OPD
• Format laporan bulanan/triwulan
• Laporan realisasi kegiatan
• Penyajian data naratif dan statistik
Output: Laporan profesional
Modul 6 — Penguatan Akuntabilitas Kinerja dan SAKIP
• Keterkaitan monev dengan SAKIP
• LKjIP dan evaluasi kinerja
• Strategi peningkatan nilai akuntabilitas
Output: Akuntabilitas meningkat
Modul 7 — Digitalisasi Monitoring dan Dashboard Kinerja
• Pemanfaatan SIPD RI
• Dashboard monitoring OPD
• Integrasi data elektronik
Output: Sistem monitoring modern
Modul 8 — Koordinasi dan Pengendalian Program Prioritas
• Rapat evaluasi efektif
• Sinkronisasi lintas bidang
• Pengendalian program strategis daerah
Output: Koordinasi kuat
Modul 9 — Studi Kasus Permasalahan OPD
• Kegiatan terlambat
• Serapan rendah
• Target tidak tercapai
• Solusi percepatan
Output: Solusi implementatif
Modul 10 — Workshop Praktik Implementasi
• Simulasi laporan OPD
• Simulasi evaluasi triwulan
• Klinik konsultasi peserta
Output: Dokumen siap pakai
📅 AGENDA BIMTEK (2 HARI EFEKTIF)
HARI PERTAMA
08.00 – 09.00 Registrasi & Coffee Break
09.00 – 09.30 Pembukaan
09.30 – 10.30 Kebijakan Nasional Monitoring OPD
10.30 – 12.00 Modul 1 & 2
12.00 – 13.00 ISHOMA
13.00 – 14.30 Modul 3
14.30 – 16.00 Modul 4
16.00 – 16.30 Diskusi
HARI KEDUA
08.30 – 10.00 Modul 5
10.00 – 11.30 Modul 6
11.30 – 12.30 ISHOMA
12.30 – 14.00 Modul 7
14.00 – 15.00 Modul 8 & 9
15.00 – 16.00 Workshop Praktik
16.00 – 16.30 Penutupan
💰 BIAYA KEGIATAN
Paket A — Single Room — Rp 5.500.000
Paket B — Twin Share — Rp 5.000.000
Paket C — Non Akomodasi — Rp 4.000.000
🎁 FASILITAS PESERTA
✔ Penginapan hotel 4 hari 3 malam
✔ Sertifikat resmi
✔ Modul pelatihan premium
✔ Softcopy regulasi terbaru
✔ Template laporan monitoring OPD
✔ Template evaluasi triwulan
✔ Template dashboard kinerja
✔ Tas & seminar kit
✔ Konsumsi & coffee break
✔ Narasumber nasional berkompeten
👥 TARGET PESERTA
• Sekretariat Daerah
• Bappeda
• BPKAD / BKAD
• Inspektorat
• Seluruh OPD
• Bagian Program / Perencanaan
• Kecamatan / Kelurahan
• RSUD / BLUD
• BUMD
• Pejabat Perencana dan Evaluasi
🎤 NARASUMBER
• Kementerian Dalam Negeri
• Kementerian PANRB
• Bappenas / Praktisi Perencanaan
• Auditor Pemerintah
• Akademisi
• Konsultan SAKIP
• Praktisi Tata Kelola Pemerintahan
🏁 PENUTUP
Bimtek ini dirancang untuk memastikan Pemerintah Daerah mampu:
✔ Melaksanakan monitoring program secara tepat waktu
✔ Mengevaluasi capaian kinerja secara objektif
✔ Menyusun laporan kegiatan profesional
✔ Mempercepat realisasi program dan anggaran
✔ Meningkatkan nilai SAKIP dan akuntabilitas daerah
✔ Mewujudkan pemerintahan daerah yang efektif dan modern
Linkpemda siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam peningkatan kapasitas aparatur serta penguatan tata kelola pemerintahan berkelanjutan.
📞 INFORMASI & PENDAFTARAN
📱 WhatsApp: 0813-8766-6605
🌐 Website: www.linkpemda.com
📧 Email: info@linkpemda.com
 kompres.png)
April 21, 2026 / Materi