Beranda
Jadwal
Materi
Artikel
Profile
...
BIDANG PEMERINTAHAN
BIMTEK STRATEGI PEROLEHAN HIBAH BRIN, PENGUATAN INOVASI DAERAH, DAN PUBLIKASI ILMIAH BEREPUTASI DALAM MENDUKUNG PENINGKATAN KINERJA PERGURUAN TINGGI DAN PEMERINTAH DAERAH TAHUN 2026

kelola pemerintahan daerah. Di era transformasi digital dan ekonomi berbasis pengetahuan, kemampuan menghasilkan penelitian yang berkualitas, inovasi yang berdampak, serta publikasi ilmiah yang bereputasi menjadi indikator penting dalam mengukur daya saing institusi.

Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghasilkan penelitian dan inovasi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan. Sementara itu, pemerintah daerah membutuhkan dukungan riset dan inovasi dalam menyusun kebijakan yang efektif, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mempercepat pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Salah satu instrumen penting dalam mendukung pengembangan riset nasional adalah program pendanaan penelitian melalui berbagai skema Hibah BRIN. Program tersebut memberikan peluang bagi dosen, peneliti, akademisi, dan lembaga penelitian untuk mengembangkan penelitian yang inovatif, aplikatif, dan berdampak bagi masyarakat.

Namun demikian, masih banyak institusi yang menghadapi berbagai tantangan, antara lain:

✔ Tingginya tingkat persaingan dalam memperoleh Hibah BRIN dan pendanaan penelitian.

✔ Belum optimalnya kapasitas penyusunan proposal penelitian yang kompetitif.

✔ Keterbatasan kolaborasi riset antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.

✔ Rendahnya produktivitas publikasi ilmiah bereputasi.

✔ Kurangnya pemahaman mengenai strategi publikasi pada jurnal nasional dan internasional.

✔ Belum optimalnya pemanfaatan hasil penelitian dalam penyusunan kebijakan publik.

✔ Keterbatasan pengembangan inovasi daerah yang berkelanjutan dan berdampak.

✔ Percepatan transformasi digital yang menuntut peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Oleh karena itu diperlukan Bimbingan Teknis Nasional yang mampu memberikan pemahaman komprehensif mengenai strategi memperoleh Hibah BRIN, penguatan inovasi daerah, serta peningkatan kualitas publikasi ilmiah bereputasi guna mendukung peningkatan kinerja perguruan tinggi dan pemerintah daerah.

DASAR HUKUM

• UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

• UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

• UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

• UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

• UU Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

• Peraturan Presiden tentang Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

• Peraturan perundang-undangan terkait penelitian, pengembangan, pengkajian, penerapan, dan inovasi.

• Kebijakan Nasional Pengembangan Riset dan Inovasi Tahun 2026.

• Regulasi terkait publikasi ilmiah dan pengembangan sumber daya manusia.

URGENSI PELAKSANAAN

BIMTEK ini penting dilaksanakan karena:

⚠ Meningkatnya kebutuhan pendanaan penelitian yang kompetitif.

⚠ Pentingnya penguatan budaya riset dan inovasi di perguruan tinggi dan pemerintah daerah.

⚠ Rendahnya produktivitas publikasi ilmiah bereputasi pada sebagian institusi.

⚠ Pentingnya peningkatan kualitas proposal penelitian.

⚠ Kebutuhan pengembangan inovasi daerah yang berdampak terhadap pelayanan publik.

⚠ Pentingnya kolaborasi riset antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.

⚠ Percepatan transformasi digital dan pengembangan ekonomi berbasis pengetahuan.

⚠ Penguatan kapasitas SDM dalam bidang penelitian, inovasi, dan publikasi ilmiah.

TUJUAN KEGIATAN

Kegiatan ini bertujuan untuk:

✔ Memahami kebijakan nasional pengembangan riset dan inovasi Tahun 2026.

✔ Memahami strategi memperoleh Hibah BRIN dan pendanaan penelitian kompetitif.

✔ Meningkatkan kemampuan penyusunan proposal penelitian yang berkualitas.

✔ Memahami strategi pengembangan inovasi daerah.

✔ Mengoptimalkan pemanfaatan hasil penelitian dalam pembangunan daerah.

✔ Meningkatkan kemampuan penulisan artikel ilmiah bereputasi.

✔ Memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.

✔ Mendukung peningkatan kinerja institusi melalui riset, inovasi, dan publikasi.

MANFAAT MENGIKUTI BIMTEK

Peserta diharapkan mampu:

✔ Memahami kebijakan dan arah pengembangan riset serta inovasi nasional.

✔ Memahami peluang dan strategi memperoleh Hibah BRIN.

✔ Menyusun proposal penelitian yang lebih sistematis, inovatif, dan kompetitif.

✔ Mengembangkan inovasi daerah yang berdampak terhadap pelayanan publik.

✔ Meningkatkan kemampuan penulisan artikel ilmiah bereputasi.

✔ Memahami strategi publikasi pada jurnal nasional dan internasional.

✔ Memperkuat kolaborasi riset antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.

✔ Mengoptimalkan pemanfaatan hasil penelitian dalam penyusunan kebijakan publik.

✔ Meningkatkan kapasitas SDM dalam bidang riset, inovasi, dan publikasi ilmiah.

✔ Mendukung peningkatan daya saing institusi dan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

SASARAN PESERTA

• Rektor Perguruan Tinggi.

• Wakil Rektor.

• Dekan Fakultas.

• Ketua Program Studi.

• Ketua dan Pengelola LPPM.

• Dosen dan Peneliti.

• Mahasiswa Program Magister dan Doktor.

• Bappeda Provinsi/Kabupaten/Kota.

• BRIDA/Balitbangda.

• BKPSDM.

• Inspektorat Daerah.

• Bagian Organisasi Setda.

• Bagian Pemerintahan Setda.

• Perangkat Daerah yang membidangi inovasi dan pengembangan SDM.

• BUMD.

• Lembaga Penelitian dan Pengembangan.

NARASUMBER

Kegiatan menghadirkan narasumber dan praktisi yang kompeten dari unsur BRIN, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Bappenas, Pemerintah Daerah, Akademisi, Pengelola Jurnal Bereputasi, serta tenaga ahli yang berpengalaman dalam bidang riset, inovasi, publikasi ilmiah, dan pengembangan kebijakan publik.

MATERI BIMTEK

Modul 1 — Kebijakan Nasional Pengembangan Riset dan Inovasi Tahun 2026

Materi Pembahasan:

• Arah kebijakan riset nasional.

• Prioritas penelitian dan inovasi nasional.

• Peran BRIN dalam pengembangan riset Indonesia.

• Strategi penguatan ekosistem riset.

Output:

Peserta memahami arah kebijakan pengembangan riset dan inovasi nasional.


Modul 2 — Strategi Perolehan Hibah BRIN dan Pendanaan Penelitian Kompetitif

Materi Pembahasan:

• Skema pendanaan penelitian.

• Persyaratan Hibah BRIN.

• Strategi meningkatkan peluang lolos pendanaan.

• Faktor keberhasilan proposal penelitian.

Output:

Peserta memahami strategi memperoleh Hibah BRIN dan pendanaan penelitian.


Modul 3 — Teknik Penyusunan Proposal Penelitian yang Kompetitif

Materi Pembahasan:

• Identifikasi isu dan topik penelitian.

• Penyusunan latar belakang dan rumusan masalah.

• Penyusunan metodologi penelitian.

• Penyusunan anggaran penelitian.

Output:

Peserta mampu menyusun proposal penelitian yang lebih kompetitif.


Modul 4 — Penguatan Inovasi Daerah dalam Mendukung Kinerja Pemerintah Daerah

Materi Pembahasan:

• Konsep inovasi daerah.

• Tata kelola inovasi daerah.

• Strategi pengembangan inovasi pelayanan publik.

• Best Practice inovasi daerah.

Output:

Peserta memahami strategi pengembangan inovasi daerah.


Modul 5 — Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Pemerintah Daerah

Materi Pembahasan:

• Model kolaborasi riset.

• Hilirisasi hasil penelitian.

• Pemanfaatan hasil penelitian dalam kebijakan publik.

• Pengembangan kemitraan strategis.

Output:

Peserta mampu membangun kolaborasi riset dan inovasi yang berkelanjutan.


Modul 6 — Teknik Penulisan Artikel Ilmiah Bereputasi

Materi Pembahasan:

• Struktur artikel ilmiah.

• Teknik sitasi dan referensi.

• Penggunaan Mendeley dan Zotero.

• Standar jurnal nasional dan internasional.

Output:

Peserta mampu menyusun artikel ilmiah sesuai standar publikasi.


Modul 7 — Strategi Menembus Jurnal Nasional dan Internasional Bereputasi

Materi Pembahasan:

• Pemilihan jurnal yang tepat.

• Proses submit artikel.

• Teknik menjawab reviewer.

• Strategi meningkatkan peluang publikasi.

Output:

Peserta memahami proses publikasi ilmiah bereputasi.


Modul 8 — Workshop Penyusunan Proposal dan Artikel Ilmiah

Materi Pembahasan:

• Simulasi penyusunan proposal penelitian.

• Simulasi penyusunan artikel ilmiah.

• Review proposal peserta.

• Coaching Clinic publikasi ilmiah.

Output:

Peserta mampu menyusun proposal penelitian dan artikel ilmiah secara mandiri.

METODE PELAKSANAAN

✅ Ceramah Interaktif

✅ Workshop Penyusunan Proposal Penelitian

✅ Studi Kasus Hibah BRIN

✅ Simulasi Penyusunan Artikel Ilmiah

✅ Diskusi dan Konsultasi Teknis

✅ Coaching Clinic Publikasi Ilmiah

AGENDA KEGIATAN (2 HARI EFEKTIF)

Hari Pertama

08.00 – 09.00 Registrasi Peserta

09.00 – 10.30 Kebijakan Nasional Riset dan Inovasi

10.30 – 12.00 Modul 1 dan Modul 2

13.00 – 14.30 Modul 3

14.30 – 16.30 Modul 4 dan Diskusi Inovasi Daerah

Hari Kedua

08.30 – 10.00 Modul 5

10.00 – 12.00 Modul 6

13.00 – 14.30 Modul 7

14.30 – 16.30 Modul 8, Evaluasi dan Penutupan

OUTPUT PESERTA

✔ Memahami strategi memperoleh Hibah BRIN dan pendanaan penelitian kompetitif.

✔ Mampu menyusun proposal penelitian yang berkualitas dan berdaya saing.

✔ Memahami strategi pengembangan inovasi daerah.

✔ Meningkatkan kemampuan penulisan dan publikasi artikel ilmiah bereputasi.

✔ Memahami proses publikasi pada jurnal nasional dan internasional.

✔ Memperkuat kolaborasi perguruan tinggi dan pemerintah daerah.

✔ Mendukung peningkatan kinerja institusi melalui riset, inovasi, dan publikasi ilmiah.

FASILITAS PESERTA

✔ Sertifikat BIMTEK Nasional.

✔ Modul Pelatihan Lengkap.

✔ Softcopy Materi.

✔ Seminar Kit.

✔ Konsultasi Pasca Pelatihan.

✔ Konsumsi dan Coffee Break.

✔ Dokumentasi Kegiatan.

BIAYA KEGIATAN

Paket A — Executive Room

Rp 6.500.000/Peserta

Paket B — Twin Share

Rp 5.500.000/Peserta

Paket C — Non Akomodasi

Rp 4.500.000/Peserta

PENUTUP

Bimbingan Teknis ini dirancang sebagai upaya strategis dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam bidang riset, inovasi, dan publikasi ilmiah. Melalui kegiatan ini diharapkan peserta mampu meningkatkan kualitas penelitian, memperkuat inovasi daerah, meningkatkan produktivitas publikasi ilmiah, serta mendukung peningkatan kinerja institusi secara berkelanjutan.

LINKPEMDA Indonesia siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam pengembangan kompetensi sumber daya manusia, penguatan riset dan inovasi, serta peningkatan kualitas publikasi ilmiah Tahun 2026.

Membangun Riset Berkualitas, Menghasilkan Inovasi Berdampak, dan Mewujudkan Publikasi Bereputasi untuk Indonesia yang Maju, Unggul, dan Berdaya Saing Global.

INFORMASI & PENDAFTARAN

📞 WhatsApp : 0813-8766-6605

🌐 Website : https://linkpemda.com

📚 Materi Kegiatan :
https://linkpemda.com/materi/bidang-pemerintahan/bimtek-strategi-perolehan-hibah-brin-penguatan-inovasi-daerah-dan-publikasi-ilmiah-bereputasi-dalam-mendukung-peningkatan-kinerja-perguruan-tinggi-dan-pemerintah-daerah-tahun-2026

📅 Jadwal Kegiatan :
https://linkpemda.com/jadwal

📧 Email : info@linkpemda.com

 

June 05, 2026 / Materi

...
BIDANG PEMERINTAHAN
BIMTEK PENGUATAN MANAJEMEN JALAN DAN JEMBATAN DAERAH BERBASIS DATA DALAM MENDUKUNG PERENCANAAN, PENGANGGARAN DAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR BERKELANJUTAN TAHUN 2026

Strategi Profesional Mewujudkan Tata Kelola Jalan dan Jembatan yang Efektif, Berbasis Data, Tepat Sasaran, Akuntabel dan Berkelanjutan

Pembangunan jalan dan jembatan merupakan salah satu prioritas utama pemerintah daerah dalam mendukung konektivitas wilayah, pertumbuhan ekonomi, pelayanan publik, serta pemerataan pembangunan. Infrastruktur jalan dan jembatan yang berkualitas menjadi faktor penting dalam meningkatkan mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta memperkuat daya saing daerah.

Seiring meningkatnya kebutuhan pembangunan dan keterbatasan sumber daya yang tersedia, pemerintah daerah dituntut untuk menerapkan sistem pengelolaan infrastruktur yang lebih efektif, efisien, terukur, dan berbasis data. Pengambilan keputusan yang tepat membutuhkan dukungan data yang akurat mengenai kondisi jalan dan jembatan, tingkat kerusakan, kebutuhan pemeliharaan, prioritas penanganan, hingga kebutuhan anggaran yang diperlukan.

Melalui pendekatan manajemen jalan dan jembatan berbasis data, pemerintah daerah dapat meningkatkan kualitas perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi pembangunan infrastruktur secara lebih sistematis dan berkelanjutan.

Namun demikian, masih banyak pemerintah daerah yang menghadapi berbagai tantangan, antara lain:

✔ Belum optimalnya inventarisasi dan database jalan serta jembatan daerah.

✔ Keterbatasan data kondisi infrastruktur yang akurat dan mutakhir.

✔ Belum terintegrasinya data infrastruktur dengan dokumen perencanaan dan penganggaran daerah.

✔ Tingginya kebutuhan pemeliharaan dan rehabilitasi infrastruktur.

✔ Keterbatasan kapasitas SDM dalam pengelolaan data infrastruktur.

✔ Belum optimalnya pemanfaatan GIS dan teknologi digital infrastruktur.

✔ Tingginya risiko ketidaktepatan prioritas pembangunan.

✔ Tantangan pembangunan pada wilayah terpencil, perbatasan, kepulauan dan pegunungan.

Oleh karena itu diperlukan Bimbingan Teknis Nasional yang fokus pada peningkatan kapasitas aparatur pemerintah daerah dalam manajemen jalan dan jembatan berbasis data guna mendukung pembangunan infrastruktur yang efektif, efisien, tepat sasaran dan berkelanjutan.

DASAR HUKUM

• UUD 1945

• UU Nomor 2 Tahun 2022 tentang Jalan.

• UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

• UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan Infrastruktur dan Pelayanan Publik Daerah (disesuaikan dengan regulasi sektoral terkait).

• PP Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan.

• Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat terkait penyelenggaraan jalan dan jembatan.

• Kebijakan Nasional Pembangunan Infrastruktur Tahun 2026.

• Regulasi terkait Sistem Informasi Infrastruktur dan Tata Kelola Data Pemerintah.

• Ketentuan perencanaan dan penganggaran pembangunan daerah yang berlaku.

URGENSI PELAKSANAAN

BIMTEK ini penting dilaksanakan karena:

⚠ Kebutuhan peningkatan kualitas jalan dan jembatan daerah.

⚠ Pentingnya penyusunan database infrastruktur yang akurat dan terintegrasi.

⚠ Tuntutan perencanaan pembangunan yang berbasis data.

⚠ Kebutuhan optimalisasi penggunaan anggaran infrastruktur.

⚠ Pentingnya peningkatan jalan mantap daerah.

⚠ Percepatan pembangunan wilayah terpencil dan perbatasan.

⚠ Penguatan kapasitas SDM bidang infrastruktur.

⚠ Mendukung pembangunan infrastruktur berkelanjutan.

TUJUAN KEGIATAN

Kegiatan ini bertujuan untuk:

✔ Memahami kebijakan nasional pembangunan jalan dan jembatan.

✔ Meningkatkan kompetensi aparatur dalam manajemen infrastruktur berbasis data.

✔ Memahami teknik inventarisasi dan pengelolaan database jalan dan jembatan.

✔ Mengoptimalkan perencanaan dan penganggaran infrastruktur daerah.

✔ Memahami pemanfaatan GIS dan teknologi digital infrastruktur.

✔ Meningkatkan kualitas pengambilan keputusan pembangunan.

✔ Mendukung peningkatan kondisi jalan mantap daerah.

✔ Mewujudkan pembangunan infrastruktur yang efektif dan berkelanjutan.

SASARAN PESERTA

• Dinas PUPR Provinsi.

• Dinas PUPR Kabupaten/Kota.

• Bidang Bina Marga.

• Bidang Jalan dan Jembatan.

• Bidang Program dan Perencanaan.

• Bappeda Provinsi/Kabupaten/Kota.

• UPTD Bina Marga.

• Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

• Pengelola Data Infrastruktur.

• Pejabat Fungsional Teknik Jalan dan Jembatan.

• Konsultan Perencana Pemerintah.

• Aparatur yang membidangi pembangunan infrastruktur daerah.

MATERI BIMTEK

Modul 1 — Kebijakan Nasional Pembangunan Jalan dan Jembatan Tahun 2026

Materi Pembahasan:

• Arah kebijakan pembangunan infrastruktur nasional.

• Kebijakan penyelenggaraan jalan dan jembatan daerah.

• Prioritas pembangunan infrastruktur daerah.

• Peran pemerintah daerah dalam pembangunan berkelanjutan.

Output:

Peserta memahami arah kebijakan nasional pembangunan jalan dan jembatan.


Modul 2 — Sistem Manajemen Jalan dan Jembatan Berbasis Data

Materi Pembahasan:

• Konsep manajemen jalan dan jembatan.

• Siklus pengelolaan infrastruktur.

• Database jalan dan jembatan.

• Pengelolaan data infrastruktur daerah.

Output:

Peserta memahami sistem manajemen jalan dan jembatan berbasis data.


Modul 3 — Inventarisasi dan Penilaian Kondisi Infrastruktur

Materi Pembahasan:

• Teknik inventarisasi jalan dan jembatan.

• Penilaian kondisi jalan.

• Penilaian kondisi jembatan.

• Pengukuran tingkat kerusakan infrastruktur.

Output:

Peserta mampu melakukan inventarisasi dan penilaian kondisi infrastruktur.


Modul 4 — Pemanfaatan GIS dan Data Spasial Infrastruktur

Materi Pembahasan:

• Konsep Geographic Information System (GIS).

• Pemetaan jaringan jalan dan jembatan.

• Integrasi data spasial.

• Dashboard informasi infrastruktur.

Output:

Peserta memahami pemanfaatan GIS dalam pengelolaan infrastruktur.


Modul 5 — Perencanaan dan Penganggaran Infrastruktur Berbasis Data

Materi Pembahasan:

• Penyusunan prioritas pembangunan.

• Penentuan program pemeliharaan.

• Analisis kebutuhan anggaran.

• Integrasi data dengan dokumen perencanaan daerah.

Output:

Peserta mampu menyusun perencanaan dan penganggaran berbasis data.


Modul 6 — Strategi Peningkatan Jalan Mantap dan Kinerja Infrastruktur

Materi Pembahasan:

• Konsep jalan mantap.

• Indikator kinerja infrastruktur.

• Strategi pemeliharaan jalan dan jembatan.

• Pengendalian kualitas infrastruktur.

Output:

Peserta memahami strategi peningkatan kualitas infrastruktur daerah.


Modul 7 — Monitoring, Evaluasi dan Pengendalian Infrastruktur

Materi Pembahasan:

• Monitoring pelaksanaan program.

• Evaluasi kinerja infrastruktur.

• Pelaporan dan pengendalian.

• Penyusunan rekomendasi perbaikan.

Output:

Peserta mampu melaksanakan monitoring dan evaluasi pembangunan infrastruktur.


Modul 8 — Workshop dan Studi Kasus Manajemen Infrastruktur Daerah

Materi Pembahasan:

• Penyusunan database infrastruktur.

• Simulasi penentuan prioritas pembangunan.

• Studi kasus pemerintah daerah.

• Diskusi dan konsultasi teknis.

Output:

Peserta mampu menerapkan sistem manajemen jalan dan jembatan berbasis data secara mandiri.

METODE PELAKSANAAN

✅ Ceramah Interaktif

✅ Workshop Infrastruktur Berbasis Data

✅ Studi Kasus Pemerintah Daerah

✅ Simulasi Penyusunan Prioritas Infrastruktur

✅ Diskusi dan Konsultasi Teknis

✅ Coaching Clinic Infrastruktur Daerah

AGENDA KEGIATAN (2 HARI EFEKTIF)

Hari Pertama

08.00 – 09.00 Registrasi Peserta

09.00 – 10.30 Kebijakan Nasional Infrastruktur Jalan dan Jembatan

10.30 – 12.00 Modul 1 & Modul 2

13.00 – 14.30 Modul 3

14.30 – 16.30 Modul 4 dan Workshop GIS Infrastruktur

Hari Kedua

08.30 – 10.00 Modul 5

10.00 – 12.00 Modul 6

13.00 – 14.30 Modul 7

14.30 – 16.30 Modul 8, Evaluasi dan Penutupan

OUTPUT PESERTA

✔ Memahami manajemen jalan dan jembatan berbasis data.

✔ Mampu melakukan inventarisasi dan pengelolaan database infrastruktur.

✔ Memahami pemanfaatan GIS dan data spasial.

✔ Mampu menyusun prioritas pembangunan berbasis data.

✔ Mendukung peningkatan jalan mantap daerah.

✔ Meningkatkan efektivitas perencanaan dan penganggaran infrastruktur.

✔ Mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.

FASILITAS PESERTA

✔ Sertifikat BIMTEK Nasional.

✔ Modul Pelatihan Lengkap.

✔ Softcopy Materi.

✔ Seminar Kit.

✔ Konsultasi Pasca Pelatihan.

✔ Konsumsi dan Coffee Break.

✔ Dokumentasi Kegiatan.

BIAYA KEGIATAN

Paket A — Single Room — Rp 5.500.000

Paket B — Twin Share — Rp 5.000.000

Paket C — Non Akomodasi — Rp 4.000.000

PENUTUP

Bimbingan Teknis ini dirancang sebagai upaya strategis dalam meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah daerah dalam pengelolaan jalan dan jembatan berbasis data guna mendukung perencanaan, penganggaran, serta pembangunan infrastruktur yang efektif, efisien, akuntabel dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini diharapkan pemerintah daerah mampu:

✔ Mengoptimalkan pengelolaan data infrastruktur daerah.

✔ Meningkatkan kualitas perencanaan dan penganggaran pembangunan.

✔ Mendorong peningkatan jalan mantap dan kualitas pelayanan publik.

✔ Memanfaatkan teknologi digital dan GIS secara optimal.

✔ Mewujudkan pembangunan infrastruktur yang berdaya saing dan berkelanjutan.

LINKPEMDA Indonesia siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam penguatan kapasitas aparatur serta peningkatan kualitas tata kelola pembangunan infrastruktur daerah Tahun 2026.

INFORMASI & PENDAFTARAN

📞 WhatsApp : 0813-8766-6605

🌐 Website : https://linkpemda.com

📧 Email : info@linkpemda.com

June 05, 2026 / Materi

...
BIMTEK PERUSAHAAN / SWASTA
BIMTEK PENGUATAN TATA KELOLA, MANAJEMEN RISIKO, DAN KEPATUHAN (GRC) BAGI DIREKSI DAN MANAJEMEN PERUSAHAAN TAHUN 2026

Strategi Profesional Mewujudkan Tata Kelola Perusahaan yang Efektif, Akuntabel, Adaptif, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan di Era Transformasi Bisnis Modern

Dalam menghadapi dinamika dunia usaha yang semakin kompleks, perusahaan dituntut untuk mampu menjalankan tata kelola organisasi yang baik, mengelola risiko secara efektif, serta memastikan kepatuhan terhadap berbagai regulasi yang terus berkembang.

Perubahan lingkungan bisnis yang cepat, transformasi digital, peningkatan tuntutan pemegang saham, perkembangan teknologi, ancaman keamanan siber, serta meningkatnya ekspektasi terhadap praktik bisnis yang transparan dan berkelanjutan menjadikan Governance, Risk Management, and Compliance (GRC) sebagai kebutuhan strategis bagi setiap perusahaan.

Direksi dan Manajemen Perusahaan memiliki peran sentral dalam memastikan bahwa seluruh aktivitas organisasi berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik, mampu mengelola risiko secara terukur, serta menjaga kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan kebijakan perusahaan.

Namun demikian, masih banyak perusahaan yang menghadapi berbagai tantangan, antara lain:

✔ Belum optimalnya penerapan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance)

✔ Belum terintegrasinya manajemen risiko dalam proses bisnis perusahaan

✔ Tingginya risiko operasional, hukum, keuangan, dan reputasi

✔ Kurangnya budaya kepatuhan di lingkungan perusahaan

✔ Meningkatnya risiko keamanan informasi dan transformasi digital

✔ Belum optimalnya pengawasan dan pengendalian internal

✔ Perubahan regulasi yang semakin dinamis

✔ Kebutuhan peningkatan kompetensi Direksi dan Manajemen dalam pengambilan keputusan strategis

Oleh karena itu diperlukan kegiatan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Nasional Penguatan Tata Kelola, Manajemen Risiko, dan Kepatuhan (GRC) bagi Direksi dan Manajemen Perusahaan sebagai upaya meningkatkan kapasitas pimpinan perusahaan dalam menghadapi tantangan bisnis modern secara profesional dan berkelanjutan.

Format penyusunan kegiatan ini mengacu pada konsep BIMTEK profesional yang telah diterapkan oleh LINKPEMDA.


DASAR HUKUM

• Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas

• Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perppu Cipta Kerja menjadi Undang-Undang

• Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas

• Peraturan OJK terkait Tata Kelola Perusahaan dan Manajemen Risiko

• Pedoman Good Corporate Governance (GCG)

• Standar ISO 31000 tentang Risk Management

• Regulasi terkait Kepatuhan, Audit Internal, dan Pengendalian Internal Perusahaan

• Ketentuan dan regulasi sektoral yang berlaku sesuai bidang usaha perusahaan


URGENSI PELAKSANAAN

BIMTEK ini penting dilaksanakan karena:

⚠ Meningkatnya kompleksitas risiko bisnis dan operasional

⚠ Tuntutan tata kelola perusahaan yang semakin tinggi

⚠ Kebutuhan penguatan pengambilan keputusan strategis

⚠ Perkembangan regulasi dan kewajiban kepatuhan perusahaan

⚠ Risiko hukum, finansial, dan reputasi yang semakin meningkat

⚠ Transformasi digital dan ancaman keamanan siber

⚠ Kebutuhan peningkatan kepercayaan investor dan stakeholder

⚠ Penguatan keberlanjutan dan daya saing perusahaan


TUJUAN KEGIATAN

Kegiatan ini bertujuan untuk:

✔ Memahami konsep Governance, Risk Management, and Compliance (GRC)

✔ Memahami penerapan Good Corporate Governance (GCG)

✔ Meningkatkan kemampuan identifikasi dan pengelolaan risiko perusahaan

✔ Memahami strategi membangun budaya kepatuhan

✔ Memperkuat sistem pengendalian internal perusahaan

✔ Meningkatkan kualitas pengambilan keputusan strategis

✔ Mendukung keberlanjutan usaha dan peningkatan nilai perusahaan


SASARAN PESERTA

• Direksi

• Komisaris

• General Manager

• Senior Manager

• Manager

• Kepala Divisi

• Kepala Departemen

• Internal Auditor

• Risk Management Officer

• Compliance Officer

• Corporate Secretary

• HR Manager

• Legal Manager

• Pimpinan BUMN, BUMD, dan Perusahaan Swasta


MATERI BIMTEK

Modul 1 — Strategi Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance)

Materi Pembahasan:

• Prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG)

• Peran Direksi dan Komisaris

• Transparansi dan Akuntabilitas Organisasi

• Tata Kelola Perusahaan Modern Tahun 2026

Output:

Peserta memahami strategi penguatan tata kelola perusahaan yang efektif dan berkelanjutan.


Modul 2 — Enterprise Risk Management (ERM) dan Manajemen Risiko Terintegrasi

Materi Pembahasan:

• Konsep Enterprise Risk Management

• Identifikasi Risiko Perusahaan

• Analisis dan Pengukuran Risiko

• Penyusunan Risk Register

• Mitigasi dan Pengendalian Risiko

Output:

Peserta mampu mengidentifikasi dan mengelola risiko secara sistematis.


Modul 3 — Penguatan Sistem Kepatuhan dan Kepatuhan Korporasi

Materi Pembahasan:

• Konsep Corporate Compliance

• Kepatuhan terhadap Regulasi dan Kebijakan Internal

• Budaya Kepatuhan Perusahaan

• Pencegahan Pelanggaran dan Fraud

Output:

Peserta memahami strategi membangun budaya kepatuhan yang efektif.


Modul 4 — Pengendalian Internal dan Pencegahan Fraud

Materi Pembahasan:

• Sistem Pengendalian Internal

• Fraud Risk Management

• Deteksi dan Pencegahan Penyimpangan

• Penguatan Fungsi Pengawasan Internal

Output:

Peserta mampu memperkuat sistem pengendalian dan pencegahan fraud.


Modul 5 — Tata Kelola Risiko Digital dan Keamanan Siber

Materi Pembahasan:

• Risiko Transformasi Digital

• Cyber Risk Management

• Perlindungan Data dan Informasi Perusahaan

• Strategi Keamanan Siber bagi Organisasi

Output:

Peserta memahami pengelolaan risiko digital dan keamanan informasi.


Modul 6 — ESG, Sustainability, dan Tata Kelola Berkelanjutan

Materi Pembahasan:

• Konsep ESG (Environmental, Social, Governance)

• Sustainability Governance

• Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR/TJSL)

• Keberlanjutan Bisnis dan Daya Saing Perusahaan

Output:

Peserta memahami implementasi tata kelola berkelanjutan.


Modul 7 — Audit Internal dan Evaluasi Efektivitas GRC

Materi Pembahasan:

• Audit Berbasis Risiko

• Evaluasi Efektivitas Pengendalian Internal

• Monitoring dan Pelaporan Risiko

• Penguatan Fungsi Audit Internal

Output:

Peserta memahami strategi evaluasi dan peningkatan sistem GRC.


Modul 8 — Workshop Penyusunan Roadmap GRC Perusahaan

Materi Pembahasan:

• Penyusunan Roadmap Implementasi GRC

• Simulasi Pemetaan Risiko

• Penyusunan Action Plan Perusahaan

• Studi Kasus Implementasi GRC

Output:

Peserta mampu menyusun rencana implementasi GRC di perusahaan masing-masing.


METODE PELAKSANAAN

✅ Ceramah Interaktif

✅ Executive Sharing Session

✅ Studi Kasus Korporasi

✅ Simulasi Risk Assessment

✅ Workshop Penyusunan Roadmap GRC

✅ Coaching Clinic Tata Kelola Perusahaan

✅ Diskusi dan Konsultasi Strategis


AGENDA KEGIATAN (2 HARI EFEKTIF)

Hari Pertama

08.00 – 09.00 Registrasi Peserta

09.00 – 10.30 Kebijakan dan Tren Tata Kelola Perusahaan Tahun 2026

10.30 – 12.00 Modul 1 dan Modul 2

13.00 – 14.30 Modul 3

14.30 – 16.30 Workshop Risk Assessment dan Corporate Compliance


Hari Kedua

08.30 – 10.00 Modul 4 dan Modul 5

10.00 – 12.00 Modul 6

13.00 – 14.30 Modul 7

14.30 – 16.30 Modul 8, Evaluasi dan Penutupan


OUTPUT PESERTA

✔ Memahami konsep dan implementasi GRC secara terintegrasi

✔ Mampu mengidentifikasi dan mengelola risiko perusahaan

✔ Memahami strategi penguatan tata kelola perusahaan

✔ Mampu membangun budaya kepatuhan organisasi

✔ Memahami pengelolaan risiko digital dan keamanan informasi

✔ Mampu menyusun roadmap implementasi GRC

✔ Mendukung peningkatan kinerja dan keberlanjutan perusahaan


FASILITAS PESERTA

✔ Sertifikat BIMTEK 

✔ Modul Pelatihan Lengkap

✔ Softcopy Materi

✔ Seminar Kit

✔ Konsultasi Pasca Pelatihan

✔ Coffee Break dan Makan Siang

✔ Dokumentasi Kegiatan


BIAYA KEGIATAN

Paket A — Executive Room

Rp 6.500.000/Peserta

Paket B — Twin Share

Rp 5.500.000/Peserta

Paket C — Non Akomodasi

Rp 4.500.000/Peserta


PENUTUP

Bimbingan Teknis ini dirancang sebagai upaya strategis dalam meningkatkan kapasitas Direksi dan Manajemen Perusahaan dalam memperkuat tata kelola, mengelola risiko secara efektif, serta membangun budaya kepatuhan yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini diharapkan perusahaan mampu:

✔ Mewujudkan tata kelola perusahaan yang profesional dan akuntabel

✔ Memperkuat sistem manajemen risiko dan pengendalian internal

✔ Meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi dan standar bisnis

✔ Mendukung keberlanjutan usaha dan peningkatan daya saing perusahaan

✔ Menciptakan organisasi yang adaptif terhadap perubahan dan tantangan bisnis masa depan

LINKPEMDA Indonesia siap menjadi mitra strategis dalam pengembangan kompetensi Direksi dan Manajemen Perusahaan menuju organisasi yang unggul, profesional, dan berkelanjutan Tahun 2026.

INFORMASI & PENDAFTARAN

📞 WhatsApp : 0813-8766-6605
🌐 Website : https://linkpemda.com
📧 Email : info@linkpemda.com

June 03, 2026 / Materi

...
BIDANG PEMERINTAHAN
BIMTEK IMPLEMENTASI PENGELOLAAN ARSIP DINAMIS DAN ARSIP ELEKTRONIK PEMERINTAH DAERAH BERBASIS SRIKANDI DAN SPBE TAHUN 2026

Strategi Profesional Mewujudkan Tata Kelola Arsip Dinamis dan Arsip Elektronik yang Efektif, Terintegrasi, Aman, Akuntabel, dan Sesuai Regulasi Kearsipan Nasional

Pengelolaan arsip merupakan salah satu pilar penting dalam penyelenggaraan pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berbasis digital. Seiring dengan percepatan transformasi digital nasional, pemerintah pusat terus mendorong implementasi tata kelola arsip dinamis dan arsip elektronik melalui penguatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), digitalisasi administrasi pemerintahan, serta implementasi aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI).

Dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah dituntut mampu mengelola arsip secara profesional mulai dari penciptaan, penggunaan, pemeliharaan, penyimpanan, penyusutan hingga penyelamatan arsip sesuai dengan standar dan ketentuan kearsipan nasional.

Namun demikian, masih banyak instansi pemerintah yang menghadapi berbagai tantangan, antara lain:

✔ Belum optimalnya implementasi arsip elektronik di lingkungan pemerintah daerah
✔ Kurangnya pemahaman terhadap tata kelola arsip dinamis modern
✔ Belum tersusunnya klasifikasi arsip dan Jadwal Retensi Arsip (JRA) secara optimal
✔ Rendahnya pemanfaatan aplikasi SRIKANDI
✔ Risiko kehilangan dan kerusakan arsip penting daerah
✔ Belum terintegrasinya pengelolaan arsip dengan SPBE
✔ Kurangnya kompetensi SDM pengelola arsip
✔ Tingginya risiko temuan pengawasan dan audit kearsipan

Oleh karena itu diperlukan kegiatan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Nasional yang fokus pada peningkatan kapasitas aparatur pemerintah daerah dalam pengelolaan arsip dinamis dan arsip elektronik secara komprehensif, aplikatif, dan sesuai regulasi terbaru. Format penyusunan kegiatan ini mengacu pada konsep bimtek profesional yang telah digunakan dalam materi LinkPemda.


DASAR HUKUM

• UUD 1945
• UU Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan
• UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
• PP Nomor 28 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan UU Kearsipan
• Perpres Nomor 95 Tahun 2018 tentang SPBE
• Peraturan ANRI tentang Pengelolaan Arsip Dinamis
• Peraturan ANRI tentang Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI)
• Kebijakan SPBE Tahun 2026
• Regulasi terbaru terkait transformasi digital pemerintahan dan kearsipan elektronik


URGENSI PELAKSANAAN

BIMTEK ini penting dilaksanakan karena:

⚠ Percepatan transformasi digital pemerintahan daerah
⚠ Implementasi SRIKANDI secara nasional
⚠ Tuntutan pengelolaan arsip elektronik yang aman dan terintegrasi
⚠ Kebutuhan peningkatan indeks SPBE pemerintah daerah
⚠ Pentingnya perlindungan arsip vital daerah
⚠ Penguatan tata kelola administrasi pemerintahan
⚠ Kebutuhan peningkatan kompetensi arsiparis dan pengelola arsip
⚠ Penguatan akuntabilitas dan transparansi penyelenggaraan pemerintahan


TUJUAN KEGIATAN

Kegiatan ini bertujuan untuk:

✔ Memahami kebijakan nasional bidang kearsipan dan SPBE
✔ Meningkatkan kompetensi aparatur dalam pengelolaan arsip dinamis
✔ Memahami implementasi arsip elektronik dan aplikasi SRIKANDI
✔ Mengoptimalkan tata kelola dokumen dan arsip pemerintah daerah
✔ Memahami penyusunan klasifikasi arsip dan JRA
✔ Meminimalisir risiko kehilangan dan kerusakan arsip
✔ Mewujudkan tata kelola arsip yang profesional dan akuntabel


SASARAN PESERTA

• Sekretariat Daerah
• Sekretariat DPRD
• Dinas Komunikasi dan Informatika
• Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
• BKPSDM
• BPKAD
• Bappeda
• Inspektorat Daerah
• Rumah Sakit Daerah (RSUD)
• Kecamatan dan Kelurahan
• Arsiparis dan Pengelola Arsip
• Operator SRIKANDI
• Seluruh OPD Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota


MATERI BIMTEK

Modul 1 — Kebijakan Nasional Kearsipan dan SPBE Tahun 2026

Materi Pembahasan:

• Kebijakan nasional bidang kearsipan
• Transformasi digital pemerintahan
• Implementasi SPBE dalam tata kelola arsip
• Penguatan tata kelola informasi pemerintahan

Output:

Peserta memahami arah kebijakan nasional pengelolaan arsip dan SPBE.


Modul 2 — Pengelolaan Arsip Dinamis Pemerintah Daerah

Materi Pembahasan:

• Konsep arsip dinamis aktif dan inaktif
• Siklus hidup arsip
• Tata kelola arsip dinamis
• Pengendalian dan pemeliharaan arsip

Output:

Peserta memahami pengelolaan arsip dinamis sesuai standar nasional.


Modul 3 — Implementasi SRIKANDI dan Arsip Elektronik

Materi Pembahasan:

• Pengenalan aplikasi SRIKANDI
• Tata kelola naskah dinas elektronik
• Pengelolaan arsip digital
• Integrasi arsip dengan SPBE

Output:

Peserta mampu mengimplementasikan arsip elektronik berbasis SRIKANDI.


Modul 4 — Penyusunan Klasifikasi Arsip dan Jadwal Retensi Arsip (JRA)

Materi Pembahasan:

• Penyusunan klasifikasi arsip
• Penyusunan JRA
• Penetapan arsip vital
• Pengelolaan arsip terjaga

Output:

Peserta mampu menyusun klasifikasi arsip dan JRA secara mandiri.


Modul 5 — Keamanan Informasi dan Perlindungan Arsip Elektronik

Materi Pembahasan:

• Keamanan arsip digital
• Manajemen risiko informasi
• Backup dan recovery data
• Perlindungan arsip vital

Output:

Peserta memahami strategi perlindungan arsip elektronik.


Modul 6 — Penyusutan Arsip dan Akuisisi Arsip Statis

Materi Pembahasan:

• Pemindahan arsip inaktif
• Pemusnahan arsip
• Penyerahan arsip statis
• Dokumentasi dan berita acara kearsipan

Output:

Peserta mampu melaksanakan penyusutan arsip sesuai ketentuan.


Modul 7 — Audit Kearsipan dan Pengawasan Internal

Materi Pembahasan:

• Pengawasan pengelolaan arsip
• Audit kearsipan internal
• Identifikasi risiko pengelolaan arsip
• Strategi peningkatan indeks kearsipan

Output:

Peserta memahami strategi peningkatan kualitas tata kelola arsip.


Modul 8 — Workshop dan Studi Kasus Implementasi SRIKANDI

Materi Pembahasan:

• Simulasi penggunaan aplikasi SRIKANDI
• Penyusunan dokumen kearsipan
• Studi kasus pemerintah daerah
• Evaluasi implementasi peserta

Output:

Peserta mampu menerapkan sistem pengelolaan arsip elektronik secara mandiri.


METODE PELAKSANAAN

✅ Ceramah Interaktif
✅ Workshop Implementasi SRIKANDI
✅ Simulasi Pengelolaan Arsip Elektronik
✅ Studi Kasus Pemerintah Daerah
✅ Diskusi dan Konsultasi Teknis
✅ Coaching Clinic Kearsipan Digital


AGENDA KEGIATAN (2 HARI EFEKTIF)

Hari Pertama

08.00 – 09.00 Registrasi Peserta
09.00 – 10.30 Kebijakan Nasional Kearsipan dan SPBE
10.30 – 12.00 Modul 1 & Modul 2
13.00 – 14.30 Modul 3
14.30 – 16.30 Workshop Implementasi SRIKANDI

Hari Kedua

08.30 – 10.00 Modul 4 & Modul 5
10.00 – 12.00 Modul 6
13.00 – 14.30 Modul 7
14.30 – 16.30 Modul 8, Evaluasi dan Penutupan


OUTPUT PESERTA

✔ Memahami pengelolaan arsip dinamis dan arsip elektronik
✔ Mampu mengimplementasikan aplikasi SRIKANDI
✔ Memahami penyusunan klasifikasi arsip dan JRA
✔ Mampu melaksanakan penyusutan arsip sesuai ketentuan
✔ Mendukung peningkatan indeks SPBE dan indeks kearsipan daerah
✔ Meningkatkan profesionalisme aparatur pemerintah daerah


FASILITAS PESERTA

✔ Sertifikat BIMTEK Nasional
✔ Modul Pelatihan Lengkap
✔ Softcopy Materi
✔ Seminar Kit
✔ Konsultasi Pasca Pelatihan
✔ Konsumsi dan Coffee Break
✔ Dokumentasi Kegiatan


BIAYA KEGIATAN

Paket A — Single Room — Rp 5.500.000

Paket B — Twin Share — Rp 5.000.000

Paket C — Non Akomodasi — Rp 4.000.000


PENUTUP

Bimbingan Teknis ini dirancang sebagai upaya strategis dalam meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah daerah dalam pengelolaan arsip dinamis dan arsip elektronik yang modern, terintegrasi, aman, serta sesuai dengan ketentuan kearsipan nasional.

Melalui kegiatan ini diharapkan pemerintah daerah mampu:

✔ Mewujudkan tata kelola arsip yang profesional dan akuntabel
✔ Mendukung transformasi digital pemerintahan daerah
✔ Mengoptimalkan implementasi SRIKANDI dan SPBE
✔ Memperkuat keamanan dan keberlanjutan informasi pemerintah
✔ Meningkatkan kualitas pelayanan publik berbasis digital

LinkPemda Indonesia siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam penguatan kapasitas aparatur serta peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan digital Tahun 2026.

INFORMASI & PENDAFTARAN

📞 WhatsApp : 0813-8766-6605
🌐 Website : https://linkpemda.com
📧 Email : info@linkpemda.com

May 29, 2026 / Materi

...
BIMTEK KEUANGAN
BIMTEK IMPLEMENTASI PENGELOLAAN, PENGANGGARAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN DBH CHT BERDASARKAN PMK NOMOR 22 TAHUN 2026

Strategi Profesional Optimalisasi Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT) Tahun 2026 yang Efektif, Tepat Sasaran, Transparan, Akuntabel dan Sesuai Regulasi Terbaru

Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT) merupakan salah satu instrumen fiskal strategis pemerintah pusat yang dialokasikan kepada pemerintah daerah guna mendukung peningkatan pelayanan kesehatan, penegakan hukum, pembinaan lingkungan sosial, peningkatan kualitas bahan baku tembakau, serta penguatan kesejahteraan masyarakat di daerah.

Sejalan dengan arah kebijakan nasional penguatan tata kelola keuangan daerah Tahun 2026, pemerintah telah menetapkan PMK Nomor 22 Tahun 2026 sebagai regulasi terbaru yang mengatur mekanisme penggunaan, penganggaran, pelaksanaan kegiatan, pelaporan serta pertanggungjawaban DBH CHT secara lebih terarah, efektif dan akuntabel.

Regulasi terbaru tersebut membawa sejumlah perubahan penting terkait:

✔ Proporsi penggunaan DBH CHT
✔ Prioritas program dan kegiatan
✔ Relaksasi penggunaan anggaran
✔ Mekanisme penganggaran daerah
✔ Penguatan pengawasan dan evaluasi
✔ Sistem pelaporan dan pertanggungjawaban kegiatan

Dalam implementasinya, masih banyak pemerintah daerah menghadapi berbagai tantangan, antara lain:

✔ Belum optimalnya pemahaman terhadap PMK terbaru Tahun 2026
✔ Ketidaksesuaian program dan kegiatan dengan ketentuan DBH CHT
✔ Risiko kesalahan administrasi dan pertanggungjawaban
✔ Kendala sinkronisasi program dengan RKPD dan APBD
✔ Lemahnya pengendalian dan monitoring pelaksanaan kegiatan
✔ Tingginya potensi temuan pemeriksaan BPK dan APIP
✔ Belum optimalnya penyusunan dokumen pelaporan dan administrasi
✔ Kurangnya pemahaman OPD terhadap implementasi DBH CHT berbasis kinerja

Melalui implementasi pengelolaan DBH CHT Tahun 2026, pemerintah daerah dituntut mampu melaksanakan tata kelola penggunaan anggaran secara profesional, tepat sasaran, berbasis kinerja dan sesuai prinsip akuntabilitas keuangan daerah.

Oleh karena itu diperlukan kegiatan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Nasional yang fokus pada peningkatan kapasitas aparatur pemerintah daerah dalam pengelolaan, penganggaran, pelaporan serta pertanggungjawaban DBH CHT Tahun 2026 secara komprehensif, aplikatif dan sesuai regulasi terbaru.


DASAR HUKUM

• UUD 1945
• UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara
• UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara
• UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
• UU Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah
• PP Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah
• Permendagri Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah
• PMK Nomor 22 Tahun 2026 tentang Pengelolaan dan Penggunaan DBH CHT
• Kebijakan Pengelolaan APBD Tahun 2026
• Regulasi terbaru terkait pengelolaan DBH CHT Tahun 2026


URGENSI PELAKSANAAN

BIMTEK ini penting dilaksanakan karena:

⚠ Adanya regulasi terbaru PMK Nomor 22 Tahun 2026
⚠ Tingginya risiko temuan pemeriksaan penggunaan DBH CHT
⚠ Pentingnya sinkronisasi program dengan APBD dan RKPD
⚠ Kebutuhan penguatan tata kelola administrasi dan pelaporan
⚠ Tingginya tuntutan transparansi dan akuntabilitas keuangan daerah
⚠ Pentingnya efektivitas penggunaan DBH CHT berbasis kinerja
⚠ Kebutuhan peningkatan kapasitas OPD pengelola DBH CHT
⚠ Penguatan sistem monitoring dan evaluasi kegiatan daerah


TUJUAN KEGIATAN

Kegiatan ini bertujuan untuk:

✔ Memahami substansi PMK Nomor 22 Tahun 2026
✔ Meningkatkan kompetensi aparatur pemerintah daerah dalam pengelolaan DBH CHT
✔ Memahami mekanisme penganggaran dan pelaporan DBH CHT
✔ Mengoptimalkan efektivitas penggunaan DBH CHT
✔ Memahami tata cara pertanggungjawaban dan administrasi kegiatan
✔ Meminimalisir risiko kesalahan administrasi dan temuan audit
✔ Mewujudkan tata kelola DBH CHT yang profesional dan akuntabel


SASARAN PESERTA

• BPKAD / BKAD
• Bappeda
• Inspektorat Daerah
• Dinas Kesehatan
• Dinas Pertanian / Perkebunan
• Dinas Perindustrian dan Perdagangan
• Bagian Perekonomian Setda
• DPRD Komisi terkait
• Operator SIPD RI
• PPK-SKPD
• PPTK
• Bendahara Pengeluaran
• Seluruh OPD Pengelola DBH CHT
• Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota


MATERI BIMTEK

Modul 1 — Kebijakan Nasional DBH CHT Tahun 2026

Materi Pembahasan:

• Arah kebijakan fiskal nasional
• Strategi penggunaan DBH CHT Tahun 2026
• Prioritas program pemerintah pusat dan daerah
• Penguatan tata kelola DBH CHT berbasis kinerja

Output:

Peserta memahami arah kebijakan nasional DBH CHT Tahun 2026.


Modul 2 — Pembahasan Lengkap PMK Nomor 22 Tahun 2026

Materi Pembahasan:

• Ketentuan terbaru pengelolaan DBH CHT
• Perubahan proporsi penggunaan dana
• Relaksasi penggunaan anggaran
• Ketentuan pelaksanaan kegiatan dan pelaporan

Output:

Peserta memahami implementasi PMK terbaru secara komprehensif.


Modul 3 — Strategi Penyusunan Program dan Kegiatan DBH CHT

Materi Pembahasan:

• Sinkronisasi program dengan RKPD dan APBD
• Penyusunan indikator output dan outcome
• Strategi efektivitas program daerah
• Penyusunan kegiatan berbasis prioritas

Output:

Peserta mampu menyusun program DBH CHT yang tepat sasaran.


Modul 4 — Implementasi Penggunaan DBH CHT pada OPD Teknis

Materi Pembahasan:

• Implementasi kegiatan pada OPD
• Studi kasus penggunaan DBH CHT
• Monitoring dan evaluasi kegiatan
• Strategi pengendalian pelaksanaan program

Output:

Peserta memahami implementasi teknis penggunaan DBH CHT di daerah.


Modul 5 — Tata Cara Penatausahaan dan Pertanggungjawaban DBH CHT

Materi Pembahasan:

• Administrasi penggunaan DBH CHT
• Dokumen pertanggungjawaban kegiatan
• Mekanisme pelaporan keuangan
• Rekonsiliasi administrasi kegiatan

Output:

Peserta mampu melaksanakan penatausahaan dan pertanggungjawaban secara tertib.


Modul 6 — Strategi Pencegahan Temuan Pemeriksaan BPK dan APIP

Materi Pembahasan:

• Identifikasi potensi temuan pemeriksaan
• Penguatan pengendalian internal
• Strategi mitigasi risiko administrasi
• Penyelesaian permasalahan penggunaan DBH CHT

Output:

Peserta memahami strategi mitigasi temuan audit dan penguatan akuntabilitas.


Modul 7 — Workshop Penyusunan RKA dan Administrasi DBH CHT

Materi Pembahasan:

• Simulasi penyusunan kegiatan
• Penyusunan RKA DBH CHT
• Praktik penyusunan dokumen administrasi
• Evaluasi implementasi peserta

Output:

Peserta mampu menyusun administrasi dan kegiatan DBH CHT secara mandiri.


Modul 8 — Studi Kasus dan Best Practice Pemerintah Daerah

Materi Pembahasan:

• Analisis permasalahan daerah
• Studi kasus implementasi DBH CHT
• Solusi pengelolaan dan pelaporan
• Praktik terbaik pemerintah daerah

Output:

Peserta memperoleh pemahaman aplikatif implementasi DBH CHT di daerah.


METODE PELAKSANAAN

✅ Ceramah Interaktif
✅ Workshop Penyusunan RKA
✅ Simulasi Administrasi dan Pelaporan
✅ Studi Kasus Pemerintah Daerah
✅ Diskusi dan Konsultasi Teknis
✅ Coaching Clinic Pengelolaan DBH CHT


AGENDA KEGIATAN (2 HARI EFEKTIF)

Hari Pertama

08.00 – 09.00 Registrasi Peserta
09.00 – 10.30 Kebijakan Nasional DBH CHT Tahun 2026
10.30 – 12.00 Modul 1 & Modul 2
13.00 – 14.30 Modul 3
14.30 – 16.30 Workshop Penyusunan Program dan RKA


Hari Kedua

08.30 – 10.00 Modul 5 & Modul 6
10.00 – 12.00 Modul 7
13.00 – 14.30 Modul 8
14.30 – 16.30 Evaluasi, Diskusi dan Penutupan


OUTPUT PESERTA

✔ Memahami implementasi PMK terbaru Tahun 2026
✔ Mampu menyusun program DBH CHT yang tepat sasaran
✔ Memahami mekanisme administrasi dan pelaporan kegiatan
✔ Mampu meminimalisir risiko temuan pemeriksaan
✔ Mendukung penguatan tata kelola keuangan daerah
✔ Meningkatkan profesionalisme aparatur pemerintah daerah


FASILITAS PESERTA

✔ Sertifikat BIMTEK
✔ Modul Pelatihan Lengkap
✔ Softcopy Materi
✔ Seminar Kit
✔ Konsultasi Pasca Pelatihan
✔ Konsumsi dan Coffee Break
✔ Dokumentasi Kegiatan


BIAYA KEGIATAN

Paket A — Single Room — Rp 5.500.000

Paket B — Twin Share — Rp 5.000.000

Paket C — Non Akomodasi — Rp 4.000.000


PENUTUP

Bimbingan Teknis ini dirancang sebagai upaya strategis dalam meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah daerah dalam pengelolaan, penganggaran dan pertanggungjawaban DBH CHT Tahun 2026 yang profesional, transparan, efektif dan akuntabel.

Melalui kegiatan ini diharapkan pemerintah daerah mampu:

✔ Mengoptimalkan penggunaan DBH CHT secara tepat sasaran
✔ Memperkuat akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah
✔ Meningkatkan kualitas administrasi dan pelaporan kegiatan
✔ Meminimalisir risiko temuan pemeriksaan keuangan
✔ Mendukung penguatan tata kelola pemerintahan daerah

LinkPemda siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam penguatan kapasitas aparatur serta peningkatan kualitas tata kelola keuangan daerah Tahun 2026.


INFORMASI & PENDAFTARAN

📞 WhatsApp : 0813-8766-6605
🌐 Website :Linkpemda.com
📧 Email : info@linkpemda.com

May 25, 2026 / Materi

...
BIMTEK KEUANGAN
BIMTEK PENATAUSAHAAN BELANJA MODAL DAN BELANJA BARANG/JASA PEMERINTAH DAERAH TAHUN 2026

Strategi Profesional Pengelolaan, Penatausahaan, Pertanggungjawaban dan Pengendalian Belanja Daerah Berbasis SIPD RI, Transparan, Akuntabel dan Sesuai Regulasi Terbaru

Dalam rangka mendukung terwujudnya tata kelola keuangan daerah yang profesional, transparan, efektif, dan akuntabel, pemerintah pusat terus mendorong penguatan sistem penatausahaan belanja daerah khususnya pada pengelolaan Belanja Modal dan Belanja Barang/Jasa yang menjadi komponen strategis dalam pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2026.

Pengelolaan Belanja Modal dan Belanja Barang/Jasa merupakan salah satu aspek penting dalam siklus pengelolaan keuangan daerah yang berpengaruh langsung terhadap kualitas pelayanan publik, pembangunan daerah, serta tingkat akuntabilitas pemerintah daerah.

Melalui implementasi SIPD RI dan transformasi digital pengelolaan keuangan daerah Tahun 2026, seluruh pemerintah daerah dituntut mampu melaksanakan proses penatausahaan belanja secara tertib administrasi, tepat sasaran, sesuai ketentuan regulasi, serta mampu meminimalisir risiko temuan pemeriksaan.

Namun dalam implementasinya, masih banyak pemerintah daerah menghadapi berbagai tantangan, antara lain:

✔ Ketidaksesuaian penatausahaan belanja dengan regulasi terbaru
✔ Risiko kesalahan administrasi dan pertanggungjawaban belanja
✔ Kendala implementasi SIPD RI modul penatausahaan
✔ Rendahnya pemahaman pejabat pengelola keuangan daerah
✔ Tingginya potensi temuan pemeriksaan BPK
✔ Ketidaktepatan pengelompokan Belanja Modal dan Barang/Jasa
✔ Kelemahan pengendalian administrasi pengeluaran daerah
✔ Belum optimalnya sinkronisasi proses pengadaan dan penatausahaan keuangan

Sejalan dengan arah kebijakan nasional penguatan akuntabilitas keuangan daerah Tahun 2026, aparatur pemerintah daerah dituntut memiliki kompetensi teknis dan pemahaman regulasi dalam penatausahaan Belanja Modal dan Belanja Barang/Jasa secara profesional, modern, dan berbasis digital.

Oleh karena itu, diperlukan kegiatan Bimbingan Teknis yang fokus pada peningkatan kapasitas aparatur pemerintah daerah dalam implementasi penatausahaan Belanja Modal dan Belanja Barang/Jasa Tahun 2026 secara komprehensif, aplikatif, dan sesuai regulasi terbaru.


DASAR HUKUM

• UUD 1945
• UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
• UU No. 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah
• PP No. 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah
• Permendagri No. 77 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah
• Perpres No. 12 Tahun 2021 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
• Kebijakan Implementasi SIPD RI Tahun 2026
• Regulasi APBD dan Penatausahaan Keuangan Daerah Tahun 2026
• Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP)
• Regulasi terbaru terkait Belanja Modal dan Belanja Barang/Jasa Tahun 2026


URGENSI PELAKSANAAN

Bimtek ini penting dilaksanakan karena:

⚠ Tingginya risiko temuan pemeriksaan pada belanja daerah
⚠ Pentingnya tertib administrasi penatausahaan keuangan
⚠ Implementasi SIPD RI yang terus diperkuat tahun 2026
⚠ Kompleksitas pengelolaan Belanja Modal dan Barang/Jasa
⚠ Tingginya tuntutan transparansi dan akuntabilitas APBD
⚠ Kebutuhan sinkronisasi pengadaan dan penatausahaan keuangan
⚠ Pentingnya peningkatan kapasitas bendahara dan PPK-SKPD
⚠ Penguatan tata kelola keuangan daerah berbasis digital


TUJUAN KEGIATAN

Kegiatan ini bertujuan untuk:

✔ Memahami regulasi terbaru penatausahaan belanja daerah Tahun 2026
✔ Meningkatkan kompetensi aparatur dalam pengelolaan Belanja Modal dan Barang/Jasa
✔ Memahami implementasi SIPD RI modul penatausahaan
✔ Mengoptimalkan administrasi dan pertanggungjawaban belanja daerah
✔ Meminimalisir risiko kesalahan administrasi dan temuan audit
✔ Memahami klasifikasi dan mekanisme belanja daerah secara tepat
✔ Mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang profesional dan akuntabel


SASARAN PESERTA

• BPKAD/BKD
• PPK-SKPD
• PPTK
• Bendahara Pengeluaran
• Bendahara Pengeluaran Pembantu
• Pejabat Penatausahaan Keuangan (PPK)
• Operator SIPD RI
• Inspektorat Daerah
• Bagian Keuangan Setda
• Seluruh OPD Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota


MATERI BIMTEK

Modul 1 — Kebijakan Nasional Pengelolaan Keuangan Daerah Tahun 2026

• Arah kebijakan pengelolaan APBD
• Penguatan akuntabilitas keuangan daerah
• Transformasi digital pengelolaan keuangan daerah

Output: Pemahaman kebijakan strategis pengelolaan keuangan daerah


Modul 2 — Regulasi Penatausahaan Belanja Modal dan Barang/Jasa Tahun 2026

• Update regulasi terbaru
• Ketentuan klasifikasi belanja daerah
• Mekanisme administrasi penatausahaan belanja

Output: Pemahaman regulasi terbaru penatausahaan belanja


Modul 3 — Teknik Penatausahaan Belanja Modal

• Pengelolaan administrasi Belanja Modal
• Mekanisme pembayaran dan pencatatan
• Pertanggungjawaban Belanja Modal

Output: Penatausahaan Belanja Modal yang tertib dan akuntabel


Modul 4 — Teknik Penatausahaan Belanja Barang/Jasa

• Administrasi Belanja Barang/Jasa
• Verifikasi dokumen pembayaran
• Pengendalian administrasi belanja

Output: Pengelolaan Belanja Barang/Jasa yang profesional


Modul 5 — Implementasi SIPD RI Modul Penatausahaan

• Input transaksi belanja daerah
• Penatausahaan berbasis SIPD RI
• Rekonsiliasi dan pelaporan keuangan daerah

Output: Penguasaan implementasi SIPD RI


Modul 6 — Strategi Pencegahan Temuan Pemeriksaan BPK

• Identifikasi potensi temuan pemeriksaan
• Penguatan pengendalian internal
• Strategi administrasi yang sesuai regulasi

Output: Minimasi risiko temuan audit keuangan


Modul 7 — Pertanggungjawaban dan Pelaporan Belanja Daerah

• Penyusunan laporan pertanggungjawaban
• Rekonsiliasi laporan keuangan
• Sinkronisasi administrasi dan pelaporan

Output: Pelaporan keuangan yang tertib dan akuntabel


Modul 8 — Studi Kasus dan Best Practice Pemerintah Daerah

• Analisis permasalahan penatausahaan
• Studi kasus pengelolaan belanja daerah
• Solusi implementatif di lapangan

Output: Pemahaman aplikatif implementasi daerah


Modul 9 — Workshop Praktik Penatausahaan SIPD RI

• Simulasi input transaksi
• Praktik administrasi penatausahaan
• Evaluasi implementasi peserta

Output: Peserta mampu mengimplementasikan sistem secara mandiri


METODE PELAKSANAAN

✅ Ceramah Interaktif
✅ Workshop Praktik SIPD RI
✅ Simulasi Penatausahaan Keuangan
✅ Studi Kasus Pemerintah Daerah
✅ Diskusi dan Konsultasi Teknis
✅ Coaching Clinic Pengelolaan Belanja Daerah


AGENDA KEGIATAN (2 HARI EFEKTIF)

Hari Pertama

08.00 – 09.00 Registrasi Peserta
09.00 – 10.30 Kebijakan Nasional Pengelolaan Keuangan Daerah
10.30 – 12.00 Modul 1 & Modul 2
13.00 – 14.30 Modul 3
14.30 – 16.30 Workshop SIPD RI Penatausahaan


Hari Kedua

08.30 – 10.00 Modul 5 & Modul 6
10.00 – 12.00 Modul 7
13.00 – 14.30 Modul 8
14.30 – 16.30 Workshop, Evaluasi & Penutupan


OUTPUT PESERTA

✔ Memahami penatausahaan Belanja Modal dan Barang/Jasa Tahun 2026
✔ Mampu mengimplementasikan SIPD RI modul penatausahaan
✔ Memahami mekanisme administrasi dan pertanggungjawaban belanja
✔ Mampu meminimalisir risiko temuan pemeriksaan
✔ Mendukung penguatan tata kelola keuangan daerah
✔ Meningkatkan profesionalisme aparatur pengelola keuangan daerah


FASILITAS PESERTA

✔ Sertifikat Bimtek 
✔ Modul Pelatihan Lengkap
✔ Softcopy Materi
✔ Seminar Kit
✔ Konsultasi Pasca Pelatihan
✔ Konsumsi dan Coffee Break
✔ Dokumentasi Kegiatan


BIAYA KEGIATAN

Paket A — Single Room — Rp 5.500.000

Paket B — Twin Share — Rp 5.000.000

Paket C — Non Akomodasi — Rp 4.000.000


PENUTUP

Bimbingan Teknis ini dirancang sebagai upaya strategis dalam meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah daerah dalam penatausahaan Belanja Modal dan Belanja Barang/Jasa Tahun 2026 yang profesional, modern, transparan, dan akuntabel.

Melalui kegiatan ini diharapkan pemerintah daerah mampu:

✔ Mengoptimalkan tata kelola pengeluaran daerah
✔ Memperkuat akuntabilitas pengelolaan APBD
✔ Meningkatkan kualitas administrasi penatausahaan belanja
✔ Meminimalisir risiko temuan pemeriksaan keuangan
✔ Mendukung transformasi digital pengelolaan keuangan daerah

LINKPEMDA siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam penguatan kapasitas aparatur serta peningkatan kualitas tata kelola keuangan daerah berbasis digital Tahun 2026.


INFORMASI & PENDAFTARAN

📞 WhatsApp : 0813-8766-6605
🌐 Website : LINKPEMDA.com
📧 Email : info@linkpemda.com

May 25, 2026 / Materi

...
BIDANG PEMERINTAHAN
BIMTEK IMPLEMENTASI E-MONEV DAN E-SAKIP PEMERINTAH DAERAH TAHUN 2026

Strategi Penguatan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Daerah Berbasis Digital, Terintegrasi, Transparan dan Berorientasi Hasil

Dalam rangka mendukung percepatan reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan daerah yang profesional, pemerintah pusat terus mendorong optimalisasi implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) serta penguatan sistem monitoring dan evaluasi pembangunan daerah berbasis digital.

Melalui implementasi aplikasi E-Monev dan E-SAKIP Tahun 2026, pemerintah daerah dituntut mampu meningkatkan kualitas perencanaan, pengukuran kinerja, monitoring program, evaluasi kegiatan, hingga pelaporan kinerja secara efektif, terukur, dan akuntabel.

Namun dalam implementasinya, masih banyak pemerintah daerah menghadapi berbagai tantangan, antara lain:

✔ Ketidaksesuaian antara perencanaan dan pelaporan kinerja
✔ Rendahnya kualitas data monitoring dan evaluasi
✔ Kendala integrasi aplikasi E-Monev dan E-SAKIP
✔ Minimnya pemahaman operator dan admin perangkat daerah
✔ Belum optimalnya penyusunan indikator kinerja
✔ Risiko rendahnya nilai evaluasi SAKIP daerah
✔ Keterbatasan kapasitas SDM pengelola sistem kinerja daerah
✔ Tantangan penerapan pemerintahan berbasis elektronik (SPBE)

Sejalan dengan transformasi digital pemerintahan tahun 2026, aparatur pemerintah daerah dituntut memiliki kompetensi teknis dalam pengelolaan aplikasi E-Monev dan E-SAKIP secara profesional, efektif, dan sesuai regulasi terbaru.

Oleh karena itu, diperlukan kegiatan Bimbingan Teknis yang fokus pada peningkatan kapasitas aparatur pemerintah daerah dalam implementasi E-Monev dan E-SAKIP Tahun 2026 secara komprehensif, aplikatif, dan berbasis praktik implementasi lapangan.


DASAR HUKUM

• UUD 1945
• UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
• UU No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional
• PP No. 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah
• Perpres No. 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
• PermenPANRB tentang Evaluasi SAKIP
• Permendagri tentang Perencanaan dan Evaluasi Pembangunan Daerah
• Kebijakan SPBE Nasional Tahun 2026
• Regulasi Monitoring dan Evaluasi Pembangunan Daerah Tahun 2026
• Regulasi terbaru terkait implementasi E-SAKIP dan E-Monev Tahun 2026


URGENSI PELAKSANAAN

Bimtek ini penting dilaksanakan karena:

⚠ Tingginya tuntutan peningkatan nilai SAKIP daerah
⚠ Pentingnya integrasi perencanaan, monitoring dan evaluasi
⚠ Percepatan transformasi digital pemerintahan daerah
⚠ Masih rendahnya kapasitas admin/operator aplikasi
⚠ Tingginya risiko kesalahan pelaporan kinerja
⚠ Pentingnya penyusunan indikator kinerja yang tepat
⚠ Kebutuhan monitoring pembangunan yang real time dan akurat
⚠ Penguatan tata kelola pemerintahan berbasis elektronik


TUJUAN KEGIATAN

Kegiatan ini bertujuan untuk:

✔ Meningkatkan kompetensi aparatur dalam implementasi E-Monev dan E-SAKIP
✔ Memahami regulasi terbaru terkait SAKIP daerah
✔ Mengoptimalkan monitoring dan evaluasi pembangunan daerah
✔ Meningkatkan kualitas pelaporan kinerja pemerintah daerah
✔ Memahami integrasi sistem perencanaan dan pengukuran kinerja
✔ Mendukung peningkatan nilai evaluasi SAKIP pemerintah daerah
✔ Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan profesional


SASARAN PESERTA

• Bappeda
• Inspektorat Daerah
• Bagian Organisasi Setda
• Admin E-SAKIP Pemerintah Daerah
• Operator E-Monev OPD
• Pejabat Perencanaan OPD
• Kasubbag Program dan Keuangan
• Tim Penyusun LKjIP
• Pengelola SPBE Pemerintah Daerah
• Seluruh OPD Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota


MATERI BIMTEK

Modul 1 — Kebijakan Nasional SAKIP dan Reformasi Birokrasi Tahun 2026

• Arah kebijakan nasional SAKIP
• Reformasi birokrasi berbasis kinerja
• Strategi peningkatan akuntabilitas pemerintah daerah

Output: Pemahaman kebijakan strategis SAKIP nasional


Modul 2 — Regulasi Implementasi E-Monev dan E-SAKIP Tahun 2026

• Update regulasi terbaru
• Integrasi sistem perencanaan daerah
• Kebijakan monitoring dan evaluasi pembangunan

Output: Pemahaman regulasi terbaru E-SAKIP dan E-Monev


Modul 3 — Teknik Penyusunan Cascading dan Pohon Kinerja

• Penyusunan cascading kinerja
• Penyusunan pohon kinerja OPD
• Penyelarasan indikator kinerja daerah

Output: Struktur kinerja OPD yang terintegrasi


Modul 4 — Implementasi Aplikasi E-Monev Pemerintah Daerah

• Input dan pengelolaan data monitoring
• Pelaporan capaian program dan kegiatan
• Strategi monitoring pembangunan berbasis digital

Output: Pengelolaan E-Monev yang efektif dan akurat


Modul 5 — Implementasi Aplikasi E-SAKIP Pemerintah Daerah

• Penginputan data kinerja OPD
• Penyusunan indikator dan target kinerja
• Strategi peningkatan nilai evaluasi SAKIP

Output: Pengelolaan E-SAKIP yang profesional


Modul 6 — Strategi Penyusunan LKjIP dan Pelaporan Kinerja

• Teknik penyusunan LKjIP
• Penyelarasan perencanaan dan realisasi kinerja
• Analisis capaian indikator kinerja

Output: LKjIP yang berkualitas dan akuntabel


Modul 7 — Integrasi SPBE, E-Monev dan E-SAKIP

• Konsep integrasi sistem pemerintahan digital
• Sinkronisasi data perencanaan dan evaluasi
• Optimalisasi tata kelola digital pemerintah daerah

Output: Integrasi sistem kinerja daerah modern


Modul 8 — Studi Kasus dan Best Practice Implementasi SAKIP Daerah

• Analisis permasalahan implementasi SAKIP
• Studi keberhasilan pemerintah daerah
• Solusi implementatif peningkatan nilai SAKIP

Output: Pemahaman aplikatif implementasi lapangan


Modul 9 — Workshop Praktik Implementasi E-Monev & E-SAKIP

• Simulasi penggunaan aplikasi
• Praktik input data dan pelaporan
• Evaluasi hasil implementasi peserta

Output: Peserta mampu mengimplementasikan sistem secara mandiri


METODE PELAKSANAAN

✅ Ceramah Interaktif
✅ Workshop Praktik Sistem
✅ Simulasi Implementasi Aplikasi
✅ Studi Kasus Pemerintah Daerah
✅ Coaching Clinic E-SAKIP
✅ Diskusi dan Konsultasi Teknis


AGENDA KEGIATAN (2 HARI EFEKTIF)

Hari Pertama

08.00 – 09.00 Registrasi Peserta
09.00 – 10.30 Kebijakan Nasional SAKIP
10.30 – 12.00 Modul 1 & Modul 2
13.00 – 14.30 Modul 3
14.30 – 16.30 Workshop E-Monev


Hari Kedua

08.30 – 10.00 Modul 5 & Modul 6
10.00 – 12.00 Modul 7
13.00 – 14.30 Modul 8
14.30 – 16.30 Workshop, Evaluasi & Penutupan


OUTPUT PESERTA

✔ Memahami implementasi E-Monev dan E-SAKIP Tahun 2026
✔ Mampu mengelola sistem monitoring dan evaluasi daerah
✔ Memahami penyusunan indikator dan cascading kinerja
✔ Mampu menyusun pelaporan kinerja yang akuntabel
✔ Mendukung peningkatan nilai evaluasi SAKIP daerah
✔ Meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan berbasis digital


FASILITAS PESERTA

✔ Sertifikat Bimtek Nasional
✔ Modul Pelatihan Lengkap
✔ Softcopy Materi
✔ Seminar Kit
✔ Konsultasi Pasca Pelatihan
✔ Konsumsi dan Coffee Break
✔ Dokumentasi Kegiatan


BIAYA KEGIATAN

Paket A — Single Room — Rp 5.500.000

Paket B — Twin Share — Rp 5.000.000

Paket C — Non Akomodasi — Rp 4.000.000


PENUTUP

Bimbingan Teknis ini dirancang sebagai upaya strategis dalam meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah daerah dalam implementasi E-Monev dan E-SAKIP Tahun 2026 yang profesional, modern, dan berbasis digital.

Melalui kegiatan ini diharapkan pemerintah daerah mampu:

✔ Meningkatkan kualitas akuntabilitas kinerja pemerintah daerah
✔ Mengoptimalkan monitoring dan evaluasi pembangunan daerah
✔ Memperkuat implementasi reformasi birokrasi
✔ Mendukung peningkatan nilai evaluasi SAKIP daerah
✔ Mewujudkan pemerintahan yang transparan, efektif dan akuntabel

LINKPEMDA siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam penguatan kapasitas aparatur serta peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan berbasis kinerja dan digitalisasi daerah tahun 2026.

INFORMASI & PENDAFTARAN

📞 WhatsApp : 0813-8766-6605
🌐 Website : LINKPEMDA.com
📧 Email : info@linkpemda.com

May 19, 2026 / Materi

...
BIMTEK ASET DAN BARANG JASA
Bimbingan Teknis Strategis Penyusunan Spesifikasi Teknis, Kerangka Acuan Kerja (KAK), dan Perencanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Tahun 2026

Strategi Profesional Penyusunan Spesifikasi Teknis dan Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang Efektif, Akuntabel, Kompetitif, dan Aman Audit dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Tahun 2026

Dalam rangka mewujudkan tata kelola Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (PBJ) yang profesional, transparan, efektif, efisien, serta sesuai dengan prinsip good governance, pemerintah daerah dituntut untuk mampu menyusun dokumen perencanaan pengadaan yang tepat, akurat, dan sesuai regulasi terbaru.

Salah satu aspek paling krusial dalam proses PBJ adalah penyusunan Spesifikasi Teknis dan Kerangka Acuan Kerja (KAK), karena dokumen tersebut menjadi dasar utama dalam menentukan kualitas pengadaan, efisiensi anggaran, ketepatan pelaksanaan pekerjaan, hingga keberhasilan proses tender maupun e-purchasing.

Namun dalam praktiknya, masih banyak ditemukan berbagai kendala dan permasalahan dalam penyusunan spesifikasi teknis dan KAK, antara lain:

✔ Penyusunan spesifikasi yang belum sesuai regulasi PBJ terbaru
✔ Risiko spesifikasi mengarah pada merek tertentu
✔ Ketidaksesuaian KAK dengan kebutuhan riil OPD
✔ Kesalahan dalam penyusunan ruang lingkup pekerjaan
✔ Potensi temuan audit terkait perencanaan pengadaan
✔ Minimnya pemahaman penyusunan HPS dan spesifikasi teknis
✔ Kendala integrasi dokumen PBJ dengan sistem digital pemerintah
✔ Rendahnya kualitas dokumen perencanaan pengadaan

Sejalan dengan perkembangan regulasi dan transformasi digital pengadaan pemerintah tahun 2026, aparatur pemerintah dituntut memiliki kompetensi teknis dalam menyusun Spesifikasi Teknis dan KAK yang profesional, terukur, kompetitif, serta aman dari risiko permasalahan hukum dan administrasi.

Oleh karena itu, diperlukan kegiatan Bimbingan Teknis yang fokus pada peningkatan kapasitas aparatur pemerintah dalam penyusunan Spesifikasi Teknis dan KAK PBJ Tahun 2026 secara komprehensif, aplikatif, dan sesuai dengan regulasi terbaru.


DASAR HUKUM

• UUD 1945
• UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara
• UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara
• UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
• Perpres No. 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
• Perpres No. 12 Tahun 2021 tentang Perubahan PBJ Pemerintah
• PP No. 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah
• Permendagri No. 77 Tahun 2020
• Peraturan LKPP terkait PBJ Pemerintah
• Kebijakan Digitalisasi Pengadaan Pemerintah Tahun 2026
• Regulasi terbaru Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Tahun 2026


URGENSI PELAKSANAAN

Bimtek ini penting dilaksanakan karena:

⚠ Tingginya risiko kesalahan penyusunan spesifikasi teknis
⚠ Banyaknya temuan audit pada dokumen perencanaan pengadaan
⚠ Kompleksitas regulasi PBJ yang terus berkembang
⚠ Tingginya risiko gagal tender akibat dokumen tidak tepat
⚠ Pentingnya penyusunan KAK yang profesional dan akuntabel
⚠ Kebutuhan percepatan dan efisiensi proses pengadaan pemerintah
⚠ Tuntutan implementasi pengadaan digital dan e-katalog


TUJUAN KEGIATAN

Kegiatan ini bertujuan untuk:

✔ Meningkatkan kompetensi aparatur dalam penyusunan spesifikasi teknis
✔ Memahami penyusunan KAK sesuai regulasi terbaru
✔ Meminimalisir kesalahan administrasi dan risiko audit
✔ Meningkatkan kualitas dokumen PBJ pemerintah
✔ Memahami strategi pengadaan yang efektif dan kompetitif
✔ Mendukung pelaksanaan PBJ yang transparan dan akuntabel
✔ Meningkatkan efisiensi dan ketepatan proses pengadaan


SASARAN PESERTA

• Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
• PPTK
• UKPBJ / ULP
• Pejabat Pengadaan
• Pengelola PBJ Pemerintah
• Bagian Perencanaan OPD
• Bendahara Pengeluaran
• Dinas PU dan Jasa Konstruksi
• Dinas Pendidikan
• Dinas Kesehatan
• RSUD
• Sekretariat Daerah
• Seluruh OPD Pemerintah Daerah


MATERI BIMTEK

Modul 1 — Kebijakan Nasional PBJ Pemerintah Tahun 2026

• Arah kebijakan PBJ nasional
• Transformasi digital pengadaan pemerintah
• Strategi peningkatan kualitas PBJ daerah

Output: Pemahaman kebijakan strategis PBJ terbaru


Modul 2 — Regulasi Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Terbaru

• Update regulasi PBJ 2026
• Prinsip-prinsip dasar PBJ pemerintah
• Risiko hukum dalam proses pengadaan

Output: Pemahaman regulasi PBJ terbaru


Modul 3 — Konsep dan Teknik Penyusunan Spesifikasi Teknis

• Pengertian dan fungsi spesifikasi teknis
• Penyusunan spesifikasi berbasis kebutuhan
• Larangan spesifikasi mengarah merek tertentu

Output: Penyusunan spesifikasi teknis yang tepat


Modul 4 — Strategi Penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK)

• Struktur dan komponen KAK
• Penyusunan ruang lingkup pekerjaan
• Penetapan output dan target pekerjaan

Output: KAK yang profesional dan aplikatif


Modul 5 — Penyusunan HPS dan Perencanaan Pengadaan

• Teknik penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS)
• Analisis pasar dan survei harga
• Strategi efisiensi anggaran pengadaan

Output: HPS yang akurat dan akuntabel


Modul 6 — Pencegahan Temuan Audit dalam Dokumen PBJ

• Temuan umum pemeriksaan PBJ
• Risiko kesalahan spesifikasi dan KAK
• Strategi mitigasi risiko administrasi

Output: Dokumen PBJ aman audit


Modul 7 — Implementasi E-Katalog dan Pengadaan Digital

• Integrasi spesifikasi dengan e-katalog
• Strategi pengadaan digital pemerintah
• Optimalisasi sistem pengadaan elektronik

Output: Pemahaman pengadaan digital modern


Modul 8 — Studi Kasus dan Best Practice PBJ Pemerintah

• Studi kasus penyusunan spesifikasi
• Analisis permasalahan pengadaan
• Solusi implementatif lapangan

Output: Pemahaman praktis dan aplikatif


Modul 9 — Workshop Penyusunan Spesifikasi Teknis & KAK

• Praktik penyusunan spesifikasi teknis
• Simulasi penyusunan KAK
• Review dan evaluasi dokumen peserta

Output: Dokumen siap diterapkan di OPD


METODE PELAKSANAAN

✅ Ceramah Interaktif
✅ Diskusi & Studi Kasus
✅ Workshop Praktik Penyusunan Dokumen
✅ Simulasi Pengadaan Pemerintah
✅ Coaching Clinic PBJ
✅ Konsultasi Permasalahan Pengadaan


AGENDA KEGIATAN (2 HARI EFEKTIF)

Hari Pertama

08.00 – 09.00 Registrasi Peserta
09.00 – 10.30 Kebijakan & Regulasi PBJ
10.30 – 12.00 Modul 1 & Modul 2
13.00 – 14.30 Modul 3
14.30 – 16.00 Workshop Penyusunan Spesifikasi Teknis


Hari Kedua

08.30 – 10.00 Modul 4 & Modul 5
10.00 – 12.00 Modul 6 & Modul 7
13.00 – 15.00 Modul 8
15.00 – 16.30 Workshop, Evaluasi & Penutupan


OUTPUT PESERTA

✔ Memahami regulasi PBJ terbaru tahun 2026
✔ Mampu menyusun spesifikasi teknis secara profesional
✔ Mampu menyusun KAK yang efektif dan akuntabel
✔ Memahami strategi penyusunan HPS
✔ Meminimalisir risiko temuan audit PBJ
✔ Meningkatkan kualitas dokumen pengadaan pemerintah


FASILITAS PESERTA

✔ Sertifikat Bimtek Nasional
✔ Modul pelatihan lengkap
✔ Softcopy materi
✔ Konsultasi pasca pelatihan
✔ Seminar kit
✔ Konsumsi (offline)
✔ Dokumentasi kegiatan


BIAYA KEGIATAN

Paket A — Single Room — Rp 5.500.000

Paket B — Twin Share — Rp 5.000.000

Paket C — Non Akomodasi — Rp 4.000.000


PENUTUP

Bimbingan Teknis ini dirancang sebagai upaya strategis dalam meningkatkan kompetensi aparatur pemerintah daerah dalam penyusunan Spesifikasi Teknis dan Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang profesional, efektif, dan sesuai regulasi terbaru tahun 2026.

Melalui kegiatan ini diharapkan pemerintah daerah mampu:

✔ Meningkatkan kualitas dokumen pengadaan pemerintah
✔ Memperkuat tata kelola PBJ yang akuntabel
✔ Mengurangi risiko kesalahan administrasi dan temuan audit
✔ Mendukung pengadaan pemerintah yang efektif, efisien, dan transparan
✔ Mewujudkan proses PBJ yang modern dan profesional

LINKPEMDA siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam penguatan kapasitas aparatur dan peningkatan kualitas tata kelola Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah secara berkelanjutan.


INFORMASI & PENDAFTARAN

📞 WhatsApp : 0813-8766-6605
🌐 Website : LINKPEMDA.com
📧 Email : info@linkpemda.com

May 11, 2026 / Materi

...
BIDANG PEMERINTAHAN
Training Update OSS-RBA dan Verifikasi KBLI Risiko Rendah 2026

Panduan Lengkap Implementasi OSS-RBA, Validasi KBLI, dan Optimalisasi Perizinan Berbasis Risiko Sesuai Regulasi Terbaru

Strategi Profesional Penguatan Kompetensi Aparatur, Pelaku Usaha, dan Operator Perizinan dalam Mendukung Tata Kelola Perizinan yang Cepat, Tepat, Akuntabel, dan Terintegrasi Secara Digital

📢 AKSES INFORMASI RESMI

👉 Lihat Jadwal Bimtek Terbaru 2026
👉 Website Resmi: www.linkpemda.com

Perkembangan sistem perizinan berusaha berbasis risiko melalui OSS-RBA (Online Single Submission Risk Based Approach) terus mengalami pembaruan seiring penyesuaian regulasi, sinkronisasi sistem, dan peningkatan pelayanan publik berbasis digital.

Dalam implementasinya, masih banyak instansi maupun pelaku usaha menghadapi berbagai kendala, antara lain:

Perubahan regulasi OSS-RBA yang terus berkembang

Kesalahan pemilihan dan verifikasi KBLI Risiko Rendah

Ketidaksesuaian data usaha pada sistem OSS

Kendala sinkronisasi NIB dan perizinan sektoral

Kurangnya pemahaman terhadap klasifikasi tingkat risiko usaha

Kesalahan interpretasi persyaratan dasar perizinan

Belum optimalnya pemanfaatan OSS-RBA dalam percepatan investasi

👉 Kondisi ini menuntut peningkatan kompetensi yang terstruktur, aplikatif, dan sesuai regulasi terbaru.


🚀 SOLUSI STRATEGIS

Sebagai upaya peningkatan kapasitas SDM bidang pelayanan perizinan dan pengelolaan usaha, LINK PEMDA menghadirkan:

🎯 Program Training & Bimtek Nasional 2026

Update OSS-RBA dan Verifikasi KBLI Risiko Rendah

Program ini dirancang secara:

✔ Komprehensif
✔ Praktis & aplikatif
✔ Berbasis regulasi terbaru
✔ Mengacu pada implementasi OSS-RBA terkini
✔ Fokus pada penyelesaian kendala riil lapangan


🎯 TUJUAN PROGRAM

Program ini bertujuan untuk:

Meningkatkan pemahaman implementasi OSS-RBA terbaru

Memahami mekanisme penentuan tingkat risiko usaha

Meningkatkan kemampuan verifikasi KBLI Risiko Rendah

Meminimalisir kesalahan penerbitan perizinan usaha

Meningkatkan kualitas pelayanan perizinan berbasis digital

Mendorong percepatan investasi dan kemudahan berusaha

Memahami sinkronisasi perizinan dasar dan sektoral


⚠️ MENGAPA PROGRAM INI SANGAT PENTING?

OSS-RBA menjadi sistem utama pelayanan perizinan nasional

Kesalahan KBLI dapat berdampak pada legalitas usaha

Perubahan regulasi memerlukan pembaruan kompetensi secara berkala

Perizinan berbasis risiko menjadi standar nasional pelayanan usaha

Tuntutan percepatan investasi semakin tinggi

Digitalisasi pelayanan publik membutuhkan SDM yang kompeten

👉 Training ini bukan sekadar pelatihan, tetapi langkah strategis menuju pelayanan perizinan yang profesional, cepat, dan akuntabel.


📢 INFO TERBARU 2026

Program ini mengacu pada:

Implementasi OSS-RBA terbaru

Kebijakan perizinan berusaha berbasis risiko

Sinkronisasi data NIB dan KBLI

Penyederhanaan layanan perizinan usaha

Standarisasi pelayanan investasi dan usaha

Penerapan sistem digital pelayanan publik

👉 Lihat jadwal terbaru & amankan kuota sekarang!


📚 MATERI TRAINING & BIMTEK

1. Kebijakan dan Regulasi OSS-RBA Terbaru

Dasar hukum OSS-RBA

Perubahan kebijakan perizinan usaha

Konsep perizinan berbasis risiko

Kewenangan pusat dan daerah dalam OSS


2. Pemahaman KBLI dan Tingkat Risiko Usaha

Struktur dan klasifikasi KBLI

Penentuan KBLI sesuai bidang usaha

Identifikasi risiko rendah, menengah, dan tinggi

Analisis kesesuaian kegiatan usaha


3. Verifikasi KBLI Risiko Rendah

Teknik validasi KBLI

Kesalahan umum dalam penentuan KBLI

Verifikasi dokumen usaha

Penyelesaian mismatch data usaha


4. Implementasi OSS-RBA Secara Praktis

Pendaftaran dan pengelolaan akun OSS

Penerbitan NIB dan izin usaha

Pemenuhan persyaratan dasar

Sinkronisasi data perizinan sektoral


5. Pengawasan dan Evaluasi Perizinan Berusaha

Monitoring kepatuhan usaha

Pengawasan berbasis risiko

Pencabutan dan perubahan izin usaha

Pelaporan kegiatan usaha


6. Studi Kasus dan Simulasi OSS-RBA

Praktik input data OSS

Simulasi verifikasi KBLI

Penyelesaian kendala teknis OSS

Best practice implementasi pelayanan perizinan


🗓️ JADWAL & MATERI PEMBAHASAN BIMTEK

🟦 HARI PERTAMA

⏰ 09.00 – 12.00 WIB

Absensi & Pembukaan

Kebijakan OSS-RBA Terbaru

Konsep Perizinan Berbasis Risiko

Pemahaman KBLI dan Klasifikasi Usaha

Verifikasi KBLI Risiko Rendah


⏰ 12.00 – 13.00 WIB

Istirahat, Sholat & Makan Siang


⏰ 13.00 – 16.00 WIB

Praktik Penggunaan OSS-RBA

Penerbitan NIB dan Perizinan Dasar

Sinkronisasi Data Usaha

Studi Kasus Permasalahan OSS


⏰ 16.00 – 16.30 WIB

Penutup Hari Pertama


🟩 HARI KEDUA

⏰ 09.00 – 12.00 WIB

Monitoring dan Pengawasan Perizinan

Evaluasi Kepatuhan Usaha

Penyelesaian Kendala Verifikasi KBLI

Simulasi dan Pendampingan Praktik


⏰ 12.00 – 13.00 WIB

Istirahat, Sholat & Makan Siang


⏰ 13.00 – 16.00 WIB

Diskusi Interaktif & Konsultasi Teknis

Evaluasi Materi dan Post Test

Penyusunan Rencana Tindak Lanjut


⏰ 16.00 – 16.30 WIB

Penutupan & Penyerahan Sertifikat


👥 PESERTA YANG DIREKOMENDASIKAN

DPMPTSP Provinsi/Kabupaten/Kota

Operator OSS Instansi Pemerintah

Pelaku Usaha & Perusahaan

Konsultan Perizinan

Bagian Legal & Compliance

Administrator Perizinan Berusaha

Pendamping UMKM dan Investasi

Akademisi & Praktisi Perizinan


🧭 METODE PELAKSANAAN

Tatap Muka (Offline Training)

In House Training (Custom Instansi)

Pelatihan Daring (Zoom Meeting)

Praktik langsung penggunaan OSS-RBA

Studi kasus & simulasi teknis

Diskusi interaktif bersama praktisi


💰 BIAYA KEGIATAN

Paket A – Single Room : Rp 5.500.000 / Peserta

Paket B – Twin Share : Rp 5.000.000 / Peserta

Paket C – Non Akomodasi : Rp 4.000.000 / Peserta

📍 LOKASI PELAKSANAAN

Jakarta | Bandung | Yogyakarta | Surabaya | Bali | Makassar | Lombok

📌 Lokasi dapat disesuaikan dengan kebutuhan instansi


📞 INFORMASI & PENDAFTARAN

📱 WA/HP: 0813-8766-6605
🌐 Website: www.linkpemda.com
📧 Email: info@linkpemda.com


🏢 TENTANG PENYELENGGARA

LINK PEMDA merupakan lembaga profesional yang berfokus pada pengembangan kapasitas SDM pemerintah, dunia usaha, dan institusi melalui program pelatihan nasional yang:

✔ Sistematis
✔ Aplikatif
✔ Berbasis regulasi terbaru
✔ Didukung tenaga ahli & praktisi berpengalaman

Dengan komitmen mendorong terwujudnya tata kelola pelayanan publik dan perizinan yang:

✔ Profesional
✔ Transparan
✔ Akuntabel
✔ Cepat & responsif
✔ Berbasis digital dan pelayanan prima

👉 Lihat Jadwal Terbaru & Amankan Kuota Sekarang!

May 06, 2026 / Materi

...
BIMTEK KEUANGAN
BIMTEK BENDAHARA DAERAH BERBASIS SIPD RI & REGULASI KEUANGAN TERBARU 2026

Bimbingan Teknis peningkatan kompetensi bendahara dalam penatausahaan keuangan melalui sipd ri

Strategi Peningkatan Kompetensi Bendahara dalam Penatausahaan, Pelaporan, dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah yang Akuntabel, Efektif, dan Terintegrasi Digital melalui SIPD RI

Dalam era transformasi digital pemerintahan dan reformasi pengelolaan keuangan daerah, bendahara pemerintah daerah dituntut untuk memiliki kompetensi yang profesional, adaptif, dan mampu memahami implementasi regulasi keuangan terbaru secara tepat dan terintegrasi melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Republik Indonesia (SIPD RI).

Sejalan dengan kebijakan nasional terkait digitalisasi tata kelola keuangan daerah, penerapan SIPD RI menjadi instrumen utama dalam mewujudkan pengelolaan keuangan yang transparan, efektif, efisien, dan akuntabel.

Namun dalam praktik pelaksanaannya, masih banyak ditemukan berbagai kendala dan permasalahan, antara lain:

✔ Kesalahan penatausahaan dan pertanggungjawaban keuangan
✔ Ketidaksesuaian administrasi dengan regulasi terbaru
✔ Kendala implementasi SIPD RI dalam proses keuangan daerah
✔ Risiko temuan pemeriksaan terkait administrasi bendahara
✔ Keterlambatan pelaporan dan pertanggungjawaban keuangan
✔ Minimnya pemahaman teknis penggunaan SIPD RI secara optimal

Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas aparatur melalui kegiatan Bimbingan Teknis yang fokus pada penguatan kompetensi bendahara daerah berbasis SIPD RI dan regulasi keuangan terbaru tahun 2026 secara komprehensif, aplikatif, dan sesuai kebutuhan pemerintah daerah.


DASAR HUKUM

• UUD 1945
• UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara
• UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara
• UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
• PP No. 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah
• Permendagri No. 77 Tahun 2020
• Kebijakan Implementasi SIPD RI
• Regulasi terbaru pengelolaan keuangan daerah tahun 2026


URGENSI PELAKSANAAN

Bimtek ini penting karena:

⚠ Tingginya risiko kesalahan administrasi bendahara
⚠ Masih lemahnya pemahaman implementasi SIPD RI
⚠ Kompleksitas regulasi keuangan daerah yang terus berkembang
⚠ Tingginya temuan audit terkait pertanggungjawaban keuangan
⚠ Kebutuhan peningkatan kompetensi bendahara secara berkelanjutan


TUJUAN KEGIATAN

Kegiatan ini bertujuan untuk:

✔ Meningkatkan kompetensi bendahara daerah dalam pengelolaan keuangan
✔ Memahami implementasi SIPD RI secara optimal
✔ Meminimalisir kesalahan administrasi dan pertanggungjawaban
✔ Meningkatkan akuntabilitas tata kelola keuangan daerah
✔ Memahami regulasi keuangan terbaru tahun 2026
✔ Mendukung efektivitas dan efisiensi pengelolaan APBD


SASARAN PESERTA

• Bendahara Pengeluaran
• Bendahara Penerimaan
• BPKAD / BKAD
• PPK / PPTK
• Pengelola Keuangan OPD
• Pejabat Penatausahaan Keuangan (PPK)
• Sekretariat Daerah
• Seluruh OPD Pemerintah Daerah


MATERI BIMTEK 

Modul 1 — Kebijakan Nasional Pengelolaan Keuangan Daerah Tahun 2026

• Arah kebijakan nasional pengelolaan keuangan
• Reformasi tata kelola keuangan daerah
• Penguatan akuntabilitas keuangan pemerintah

Output: Pemahaman kebijakan strategis nasional


Modul 2 — Regulasi Bendahara dan Pengelolaan Keuangan Daerah

• Tugas dan tanggung jawab bendahara
• Regulasi terbaru pengelolaan keuangan
• Risiko hukum administrasi bendahara

Output: Pemahaman regulasi bendahara


Modul 3 — Implementasi SIPD RI dalam Penatausahaan Keuangan

• Konsep dan mekanisme SIPD RI
• Alur penatausahaan keuangan berbasis SIPD
• Integrasi administrasi keuangan daerah

Output: Pemahaman teknis SIPD RI


Modul 4 — Penatausahaan Keuangan Bendahara melalui SIPD RI

• Penginputan administrasi keuangan
• Pengelolaan bukti transaksi
• Penatausahaan penerimaan dan pengeluaran

Output: Administrasi bendahara yang tertib


Modul 5 — Pertanggungjawaban dan Pelaporan Keuangan Bendahara

• Penyusunan laporan pertanggungjawaban
• Rekonsiliasi keuangan
• Penyelesaian administrasi keuangan

Output: Laporan bendahara yang akuntabel


Modul 6 — Pencegahan Temuan Audit dan Risiko Administrasi

• Temuan umum pemeriksaan BPK
• Risiko kesalahan administrasi bendahara
• Strategi mitigasi dan pengendalian internal

Output: Minim risiko pemeriksaan


Modul 7 — Optimalisasi Penggunaan SIPD RI

• Solusi kendala implementasi SIPD
• Strategi percepatan administrasi keuangan
• Efektivitas pengelolaan data keuangan

Output: Optimalisasi penggunaan SIPD


Modul 8 — Studi Kasus dan Best Practice

• Studi kasus pengelolaan keuangan daerah
• Analisis permasalahan nyata
• Solusi implementatif lapangan

Output: Pemahaman praktis dan aplikatif


Modul 9 — Workshop Praktik SIPD RI

• Simulasi penatausahaan keuangan
• Praktik administrasi bendahara
• Review hasil peserta

Output: Dokumen administrasi siap diterapkan


METODE PELAKSANAAN

✅ Ceramah Interaktif
✅ Diskusi & Studi Kasus
✅ Workshop Praktik
✅ Simulasi SIPD RI
✅ Coaching Clinic


AGENDA KEGIATAN (2 HARI EFEKTIF)

Hari Pertama

08.00 – 09.00 Registrasi
09.00 – 10.30 Kebijakan & Regulasi
10.30 – 12.00 Modul 1 & 2
13.00 – 14.30 Modul 3 & 4
14.30 – 16.00 Diskusi & Simulasi


Hari Kedua

08.30 – 10.00 Modul 5 & 6
10.00 – 12.00 Modul 7
13.00 – 15.00 Modul 8
15.00 – 16.30 Workshop & Penutupan


OUTPUT PESERTA

✔ Pemahaman implementasi SIPD RI
✔ Kemampuan penatausahaan keuangan daerah
✔ Administrasi bendahara yang tertib dan akuntabel
✔ Strategi pencegahan temuan audit
✔ Peningkatan kompetensi pengelolaan keuangan daerah


FASILITAS PESERTA

✔ Sertifikat
✔ Modul pelatihan lengkap
✔ Softcopy materi
✔ Konsultasi pasca pelatihan
✔ Seminar kit
✔ Konsumsi (offline)


BIAYA KEGIATAN

Paket A — Single Room — Rp 5.500.000
Paket B — Twin Share — Rp 5.000.000
Paket C — Non Akomodasi — Rp 4.000.000


PENUTUP

Bimtek ini dirancang untuk membantu pemerintah daerah dalam:

✔ Meningkatkan kompetensi bendahara daerah
✔ Memperkuat implementasi SIPD RI
✔ Meningkatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan
✔ Meminimalisir kesalahan administrasi dan temuan audit
✔ Mendukung tata kelola keuangan daerah yang efektif dan modern

LINKPEMDA siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam penguatan kapasitas aparatur dan peningkatan kualitas tata kelola keuangan daerah secara berkelanjutan.

INFORMASI & PENDAFTARAN

📞 WhatsApp: 0813-8766-6605
🌐 Website LINKPEMDA
📧 Email: info@linkpemda.com

May 05, 2026 / Materi

...
BIMTEK SARANA PENDIDIKAN
Bimtek Keterampilan Administratif & Teknologi Digital 5.0 Bagi Tenaga Kependidikan di Lingkungan Perguruan Tinggi

Panduan Lengkap Transformasi Administrasi Kampus Berbasis Digital, Otomatisasi, dan Smart Campus

Strategi Terpadu Peningkatan Kompetensi Tenaga Kependidikan Menuju Tata Kelola Perguruan Tinggi yang Profesional, Efisien, dan Berbasis Teknologi Modern


📢 AKSES INFORMASI RESMI

👉 Lihat Jadwal Bimtek Terbaru 2026
👉 Website Resmi: www.linkpemda.com

Transformasi pendidikan tinggi di era digital menuntut perguruan tinggi untuk mampu menghadirkan layanan administrasi yang cepat, akurat, transparan, dan terintegrasi. Perkembangan menuju Digital 5.0 (Society 5.0) menekankan kolaborasi antara manusia dan teknologi dalam menciptakan sistem kerja yang cerdas, efisien, dan adaptif.

Dalam praktiknya, masih banyak tenaga kependidikan menghadapi berbagai tantangan, antara lain:

  • Proses administrasi yang masih manual dan kurang efisien

  • Rendahnya penguasaan aplikasi perkantoran digital

  • Belum optimalnya pemanfaatan sistem informasi kampus

  • Minimnya integrasi data antar unit kerja

  • Kurangnya pemahaman terhadap konsep Smart Campus

👉 Kondisi ini menuntut peningkatan kompetensi secara terarah, sistematis, dan aplikatif.


🚀 SOLUSI STRATEGIS

Sebagai upaya peningkatan kapasitas SDM perguruan tinggi, LINK PEMDA menghadirkan:

🎯 Program Bimtek 2026

Keterampilan Administratif & Teknologi Digital 5.0

Program ini dirancang secara:
✔ Komprehensif
✔ Praktis & aplikatif
✔ Berbasis kebutuhan riil perguruan tinggi
✔ Mengikuti perkembangan teknologi terbaru


🎯 TUJUAN PROGRAM

Program ini bertujuan untuk:

  • Meningkatkan kompetensi administratif berbasis digital

  • Mengoptimalkan penggunaan aplikasi perkantoran modern

  • Mendorong transformasi layanan akademik berbasis teknologi

  • Meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja

  • Mempersiapkan SDM menuju ekosistem Smart Campus 5.0


⚠️ MENGAPA PROGRAM INI SANGAT PENTING?

  • Digitalisasi perguruan tinggi menjadi kebutuhan utama

  • Tuntutan layanan akademik semakin cepat & berbasis sistem

  • Kompetensi digital tenaga kependidikan belum merata

  • Persaingan kualitas layanan antar perguruan tinggi semakin tinggi

  • Teknologi Digital 5.0 menjadi standar baru tata kelola

👉 Bimtek ini bukan sekadar pelatihan, tetapi investasi strategis bagi kemajuan institusi.


📢 INFO TERBARU 2026

Program ini mengacu pada:

  • Kebijakan transformasi digital pendidikan tinggi

  • Implementasi sistem informasi akademik terintegrasi

  • Pemanfaatan AI dan automasi dalam administrasi

  • Standar pelayanan akademik berbasis teknologi

👉 Lihat jadwal terbaru & amankan kuota sekarang!


📚 MATERI BIMTEK 

1. Administrasi Modern Perguruan Tinggi

  • Prinsip administrasi efektif & digital

  • Digitalisasi arsip & dokumen

  • Standar layanan administrasi kampus

2. Aplikasi Perkantoran & Automasi

  • Microsoft Office & Google Workspace

  • Automasi dokumen & workflow kerja

  • Pengelolaan data & laporan digital

3. Teknologi Digital 5.0 & Smart Campus

  • Konsep Society 5.0

  • Pemanfaatan AI dalam administrasi

  • Integrasi sistem informasi kampus

4. Keamanan Data & Etika Digital

  • Perlindungan data institusi

  • Cyber security dasar

  • Etika penggunaan teknologi

5. Pelayanan Prima Berbasis Digital

  • Transformasi layanan akademik

  • Komunikasi efektif di era digital

  • Peningkatan kualitas layanan

6. Studi Kasus & Best Practice

  • Benchmark kampus unggulan

  • Simulasi penerapan sistem digital

  • Problem solving berbasis kasus nyata


🗓️ JADWAL & MATERI PEMBAHASAN BIMTEK

🟦 HARI PERTAMA

⏰ 09.00 – 12.00 WIB

  • Absensi & Pembukaan

  • Konsep Dasar Administrasi Modern

  • Transformasi Digital & Society 5.0

  • Pengelolaan Dokumen Digital (E-Office)

⏰ 12.00 – 13.00 WIB

Istirahat, Sholat & Makan Siang

⏰ 13.00 – 16.00 WIB

  • Aplikasi Perkantoran Digital

  • Sistem Informasi Manajemen Perguruan Tinggi

  • Pengolahan & Analisis Data

⏰ 16.00 – 16.30 WIB

Penutup Hari Pertama


🟩 HARI KEDUA

⏰ 09.00 – 12.00 WIB

  • Keamanan Informasi & Data

  • Layanan Administrasi Berbasis Digital

  • Etika Digital & Profesionalisme

  • Praktik & Studi Kasus

⏰ 12.00 – 13.00 WIB

Istirahat, Sholat & Makan Siang

⏰ 13.00 – 16.00 WIB

Evaluasi Materi & Diskusi

⏰ 16.00 – 16.30 WIB

Penutupan & Penyerahan Sertifikat


👥 PESERTA YANG DIREKOMENDASIKAN

  • Tenaga Kependidikan (Tendik)

  • Staf Administrasi Akademik

  • Operator Sistem Informasi

  • Bagian Keuangan & Kepegawaian

  • Unit Layanan Mahasiswa

  • Seluruh unit administrasi perguruan tinggi


🧭 METODE PELAKSANAAN

  • Tatap Muka (Offline Training)

  • In House Training (Custom Instansi)

  • Pelatihan Daring (Zoom Meeting)

  • Praktik langsung (Hands-On)

  • Studi kasus & simulasi


📍 LOKASI PELAKSANAAN

Jakarta | Bandung | Yogyakarta | Surabaya | Bali | Makassar | Lombok

📌 Lokasi dapat disesuaikan dengan kebutuhan instansi


📞 INFORMASI & PENDAFTARAN

📱 WA/HP: 0813-8766-6605
🌐 Website: www.linkpemda.com
📧 Email: info@linkpemda.com


🏢 TENTANG PENYELENGGARA

LINK PEMDA merupakan lembaga profesional yang berfokus pada pengembangan kapasitas SDM pemerintah dan institusi pendidikan melalui program pelatihan nasional yang:

✔ Sistematis
✔ Aplikatif
✔ Berbasis kebutuhan riil
✔ Didukung tenaga ahli & praktisi berpengalaman

Dengan komitmen mendorong terwujudnya tata kelola institusi yang:
✔ Profesional
✔ Transparan
✔ Akuntabel
✔ Berbasis kinerja & teknologi
👉 Lihat Jadwal Terbaru & Amankan Kuota Sekarang!

May 04, 2026 / Materi

...
BIMTEK KEUANGAN
BIMTEK ANALISIS KINERJA BELANJA DAERAH TAHUN 2026

Transformasi Sinkronisasi RPJMD, RKPD, dan APBD Berbasis Outcome untuk Mendorong Efisiensi Anggaran dan Peningkatan Kinerja Pembangunan Daerah

Dalam upaya mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang efektif, efisien, dan akuntabel, pemerintah daerah dituntut untuk tidak hanya berfokus pada penyerapan anggaran, tetapi juga pada kualitas belanja dan dampak nyata terhadap pembangunan daerah.

Sejalan dengan arah kebijakan nasional, pendekatan penganggaran berbasis kinerja (performance & outcome-based budgeting) menjadi prioritas utama dalam memastikan bahwa setiap rupiah belanja daerah memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Namun dalam praktiknya, masih banyak ditemukan permasalahan, antara lain:

✔ Ketidaksinkronan antara RPJMD, RKPD, dan APBD
✔ Belanja daerah belum sepenuhnya berbasis outcome
✔ Rendahnya efektivitas program dan kegiatan
✔ Indikator kinerja belum terukur secara tepat
✔ Tingginya belanja rutin dibanding belanja produktif
✔ Temuan audit terkait efisiensi dan efektivitas belanja

Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas aparatur melalui kegiatan Bimbingan Teknis yang fokus pada Analisis Kinerja Belanja Daerah (Spending Review) secara komprehensif dan aplikatif.


DASAR HUKUM

• UUD 1945
• UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara
• UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
• UU No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional
• PP No. 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah
• Permendagri No. 77 Tahun 2020
• Kebijakan nasional terkait penganggaran berbasis kinerja
• Pedoman evaluasi kinerja pembangunan daerah


URGENSI PELAKSANAAN

Bimtek ini penting karena:

⚠ Masih tingginya ketidakefisienan belanja daerah
⚠ Program belum sepenuhnya berorientasi hasil (outcome)
⚠ Keterbatasan kemampuan analisis kinerja belanja
⚠ Tingginya koreksi dalam pembahasan anggaran
⚠ Temuan audit terkait efektivitas belanja


TUJUAN KEGIATAN

Kegiatan ini bertujuan untuk:

✔ Meningkatkan pemahaman aparatur dalam analisis kinerja belanja
✔ Mengoptimalkan sinkronisasi RPJMD, RKPD, dan APBD
✔ Mendorong implementasi outcome-based budgeting
✔ Meningkatkan efisiensi dan efektivitas penggunaan anggaran
✔ Meminimalisir pemborosan dan duplikasi program
✔ Meningkatkan kualitas kinerja pembangunan daerah


SASARAN PESERTA

• Bappeda / Bapperida
• BPKAD / BKAD
• Inspektorat
• Sekretariat Daerah
• Seluruh OPD
• Pejabat Perencana
• PPK / PPTK
• Tim TAPD


MATERI BIMTEK (STRUKTUR PROFESIONAL)

Modul 1 — Kebijakan Nasional Pengelolaan Keuangan dan Belanja Daerah 2026

  • Arah kebijakan fiskal nasional & daerah

  • Reformasi pengelolaan keuangan

  • Prinsip value for money

Output: Pemahaman kebijakan strategis nasional


Modul 2 — Konsep Analisis Kinerja Belanja (Spending Review)

  • Definisi dan tujuan spending review

  • Pendekatan efisiensi, efektivitas, dan ekonomi

  • Metodologi analisis belanja

Output: Pemahaman metode analisis belanja


Modul 3 — Integrasi RPJMD, RKPD, dan APBD

  • Keterkaitan dokumen perencanaan dan penganggaran

  • Sinkronisasi program dan kegiatan

  • Konsistensi kebijakan daerah

Output: Sinkronisasi dokumen daerah


Modul 4 — Penganggaran Berbasis Outcome

  • Perbedaan output vs outcome

  • Penyusunan indikator kinerja

  • Pengukuran keberhasilan program

Output: Indikator kinerja berbasis outcome


Modul 5 — Analisis Efektivitas dan Efisiensi Belanja

  • Evaluasi program dan kegiatan

  • Identifikasi pemborosan anggaran

  • Optimalisasi alokasi belanja

Output: Rekomendasi efisiensi belanja


Modul 6 — Teknik Evaluasi Kinerja Program Daerah

  • Analisis capaian kinerja

  • Perbandingan target vs realisasi

  • Penilaian dampak program

Output: Evaluasi program berbasis data


Modul 7 — Penyusunan Rekomendasi Spending Review

  • Penyusunan laporan analisis

  • Strategi perbaikan program

  • Re-alokasi anggaran

Output: Dokumen rekomendasi kebijakan


Modul 8 — Pencegahan Inefisiensi dan Temuan Audit

  • Temuan umum BPK terkait belanja

  • Risiko ketidakefisienan

  • Strategi mitigasi

Output: Minim temuan pemeriksaan


Modul 9 — Studi Kasus dan Best Practice

  • Studi kasus daerah

  • Analisis permasalahan nyata

  • Solusi implementatif

Output: Pemahaman praktis lapangan


Modul 10 — Workshop Praktik

  • Simulasi analisis belanja

  • Penyusunan rekomendasi

  • Review hasil peserta

Output: Dokumen siap diterapkan


METODE PELAKSANAAN

✅ Ceramah Interaktif
✅ Diskusi & Studi Kasus
✅ Workshop Praktik
✅ Simulasi
✅ Coaching Clinic


AGENDA KEGIATAN (2 HARI EFEKTIF)

Hari Pertama

08.00 – 09.00 Registrasi
09.00 – 10.30 Kebijakan & Konsep
10.30 – 12.00 Modul 1 & 2
13.00 – 14.30 Modul 3 & 4
14.30 – 16.00 Diskusi

Hari Kedua

08.30 – 10.00 Modul 5 & 6
10.00 – 12.00 Modul 7
13.00 – 15.00 Modul 8 & 9
15.00 – 16.30 Workshop & Penutupan


OUTPUT PESERTA

✔ Pemahaman analisis kinerja belanja
✔ Dokumen rekomendasi efisiensi anggaran
✔ Indikator kinerja berbasis outcome
✔ Strategi optimalisasi belanja daerah


FASILITAS PESERTA

✔ Sertifikat Nasional
✔ Modul pelatihan lengkap
✔ Softcopy materi
✔ Konsultasi pasca pelatihan
✔ Seminar kit
✔ Konsumsi (offline)


BIAYA KEGIATAN

Paket A — Single Room — Rp 5.500.000
Paket B — Twin Share — Rp 5.000.000
Paket C — Non Akomodasi — Rp 4.000.000


PENUTUP

Bimtek ini dirancang untuk membantu pemerintah daerah dalam:

✔ Meningkatkan kualitas belanja daerah
✔ Mewujudkan efisiensi dan efektivitas anggaran
✔ Mengoptimalkan sinkronisasi perencanaan dan penganggaran
✔ Meningkatkan kinerja pembangunan daerah

LINKPEMDA siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam penguatan kapasitas aparatur dan peningkatan kualitas tata kelola keuangan daerah secara berkelanjutan.


INFORMASI & PENDAFTARAN

📞 WhatsApp: 0813-8766-6605
🌐 Website: www.linkpemda.com
📧 Email: info@linkpemda.com

May 01, 2026 / Materi

Tingkatkan Skill Anda Bersama LINKPEMDA