Strategi Wajib Kepatuhan Pajak Digital Instansi Pemerintah
Transformasi digital di bidang perpajakan nasional memasuki fase krusial dengan diterapkannya Coretax System sebagai sistem administrasi perpajakan terintegrasi. Pada tahun 2026, seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dituntut untuk menyesuaikan proses administrasi pajak agar lebih akurat, transparan, dan patuh terhadap ketentuan perpajakan yang berlaku.
Namun dalam praktiknya, masih banyak SKPD yang menghadapi kendala serius, mulai dari keterbatasan pemahaman teknis Coretax, risiko kesalahan pelaporan pajak, hingga belum optimalnya integrasi antara Coretax dengan sistem keuangan instansi. Kondisi ini berpotensi menimbulkan ketidaksesuaian data pajak, koreksi pemeriksaan, hingga risiko sanksi perpajakan bagi instansi pemerintah.
Oleh karena itu, dibutuhkan penguatan kapasitas aparatur SKPD melalui bimbingan teknis yang fokus, aplikatif, dan berbasis praktik nyata, agar implementasi Coretax tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar mendukung kepatuhan dan tata kelola keuangan yang akuntabel.
Peran Strategis Coretax bagi Administrasi Pajak SKPD
Implementasi Coretax System yang tepat berfungsi sebagai:
Sistem terintegrasi administrasi pajak instansi pemerintah
Instrumen pengendalian kepatuhan pajak SKPD
Media sinkronisasi data pajak dan keuangan instansi
Upaya pencegahan kesalahan pelaporan dan sanksi pajak
Pendukung transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah
Coretax bukan sekadar sistem baru, tetapi perubahan mendasar dalam tata kelola pajak instansi pemerintah.
Permasalahan Umum Implementasi Coretax di SKPD
Beberapa permasalahan yang sering terjadi di lingkungan SKPD antara lain:
Pemahaman teknis Coretax belum merata
Kesalahan input dan pelaporan pajak digital
Data pajak tidak sinkron dengan sistem keuangan
Ketidaksiapan bendahara dan pengelola pajak
Risiko koreksi dan sanksi saat pemeriksaan pajak
Jika tidak segera diantisipasi, permasalahan tersebut dapat berdampak langsung pada kinerja keuangan dan kredibilitas instansi.
Dampak terhadap Tata Kelola Keuangan Daerah
Implementasi Coretax yang tidak optimal berpotensi menyebabkan:
Ketidaktertiban administrasi pajak SKPD
Meningkatnya temuan pemeriksaan
Risiko sanksi dan denda pajak
Menurunnya akuntabilitas keuangan daerah
Beban koreksi administratif yang berulang
Oleh karena itu, penguatan kompetensi aparatur SKPD menjadi kebutuhan wajib tahun 2026.
Solusi Strategis: Bimtek Coretax SKPD oleh LINKPEMDA
Sebagai bentuk dukungan terhadap transformasi digital perpajakan instansi pemerintah, LINKPEMDA menyelenggarakan:
📘 BIMBINGAN TEKNIS NASIONAL
IMPLEMENTASI CORETAX SYSTEM DALAM ADMINISTRASI PAJAK SKPD TAHUN 2026
Penguatan Kepatuhan Pajak Digital dan Mitigasi Risiko Perpajakan Instansi Pemerintah
Tujuan Kegiatan
Bimbingan teknis ini bertujuan untuk:
Meningkatkan pemahaman transformasi digital perpajakan
Membekali keterampilan teknis penggunaan Coretax
Meningkatkan kepatuhan administrasi pajak SKPD
Meminimalkan kesalahan pelaporan dan risiko sanksi
Mendukung transparansi dan akuntabilitas pengelolaan pajak
Materi Bimtek
Kebijakan Nasional Transformasi Digital Perpajakan
Konsep Dasar dan Arsitektur Coretax System
Pendaftaran, Validasi, dan Pemutakhiran Data Wajib Pajak
Pelaporan Pajak Digital melalui Coretax
Integrasi Coretax dengan Sistem Keuangan Instansi
Pengendalian Risiko dan Kesalahan Umum Coretax
Studi Kasus dan Simulasi Implementasi Coretax
Strategi Kepatuhan Pajak SKPD Tahun 2026
Sasaran Peserta
Bendahara Pengeluaran dan Penerimaan
Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD)
Pengelola Pajak SKPD
Staf Keuangan OPD dan BLUD
Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP)
Narasumber
Praktisi dan konsultan perpajakan, akademisi, serta narasumber berpengalaman dalam implementasi Coretax dan administrasi pajak instansi pemerintah.
JADWAL PELAKSANAAN
Periode: Januari – Desember 2026
Durasi: 2 hari per sesi
Format: Tatap muka & Online (Zoom)
📍 Lokasi:
Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Makassar, Lombok
Pilihan Paket & Kontribusi Peserta
|
Paket |
Keterangan |
Biaya |
|---|---|---|
|
Paket A |
Penginapan Single |
Rp 5.500.000 |
|
Paket B |
Penginapan Twin Share |
Rp 5.000.000 |
|
Paket C |
Non Akomodasi |
Rp 4.000.000 |
|
Paket D |
Online via Zoom |
Rp 3.000.000 |
PEMBAYARAN
Pembayaran dapat dilakukan:
On the spot saat registrasi
Atau transfer ke:
Bank BRI
No. Rekening: 0424-01-000925-30-7
A.n.: LINKPEMDA
FASILITAS PESERTA
✔ Akomodasi (Paket A & B)
✔ Sertifikat Bimbingan Teknis
✔ Modul & Makalah
✔ Seminar Kit
✔ Konsumsi & Coffee Break
✔ Rekaman & E-Modul (Peserta Online)
KONTAK RESMI
📱 WhatsApp: +62 813-8766-6605
🌐 Website: www.linkpemda.com
📧 Email: info@linkpemda.com