Beranda
Jadwal
Materi
Artikel
Profile
September 14, 2026 Artikel dan Berita Admin

Pelatihan Pendidikan Tahap II Khusus SLB, LINKPEMDA Perkuat Praktik dan Implementasi Kompetensi Tenaga Kependidikan

Malang, 14 September 2026 — LEMBAGA INFORMASI KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN DAERAH (LINKPEMDA) kembali menyelenggarakan Pelatihan Pendidikan Khusus Tenaga Kependidikan Sekolah Luar Biasa (SLB) “Tahap II – Pendalaman, Praktik, dan Implementasi” di Gets Hotel Malang, Jawa Timur.

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari Pelatihan Pendidikan Khusus SLB Tahap I – Penguatan Dasar dan Pemahaman yang telah dilaksanakan sebelumnya. Tahap II dirancang sebagai program lanjutan dengan menggunakan hasil pembelajaran Tahap I sebagai dasar, kemudian diarahkan pada pendalaman materi, praktik, implementasi, monitoring, evaluasi, coaching, microteaching, peer review, dan rencana tindak lanjut.

Rangkaian kegiatan Tahap II dilaksanakan pada 13–19 September 2026 di Gets Hotel Malang. Hari pertama pelatihan dilaksanakan pada Senin, 14 September 2026, setelah peserta melakukan registrasi dan check-in hotel pada 13 September 2026.

Hari Pertama Tahap II Berlangsung dengan Pembelajaran Interaktif

Pelaksanaan hari pertama berlangsung pada Senin, 14 September 2026. Berdasarkan rundown kegiatan, rangkaian hari pertama diawali dengan absensi, pembukaan, dan foto bersama pada pukul 08.30–09.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan sesi materi pada pukul 09.00–12.00 WIB.

Setelah istirahat, makan, dan ibadah, kegiatan kembali dilanjutkan pada pukul 13.00–16.30 WIB. Hari pertama kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab dan penutup materi pembahasan pada pukul 16.30–17.00 WIB.

Pada Tahap II ini, proses pembelajaran diarahkan tidak hanya pada pemahaman konsep, tetapi juga pada pendalaman dan penerapan materi yang telah diperoleh peserta pada Tahap I.

Diikuti 30 Peserta dari Enam Wilayah Papua Barat

Pelatihan Tahap II diikuti oleh 30 peserta yang sama dengan peserta Tahap I, yang berasal dari satuan pendidikan khusus di wilayah Papua Barat.

Peserta berasal dari:

  • 5 peserta dari Manokwari

  • 5 peserta dari Manokwari Selatan (Mansel)

  • 5 peserta dari Bintuni

  • 4 peserta dari Wondama

  • 6 peserta dari Fak-Fak

  • 5 peserta dari Kaimana

Kehadiran peserta dari enam wilayah tersebut menjadi bagian penting dalam kesinambungan program pelatihan. Dengan peserta yang sama, pembelajaran Tahap II dapat dikembangkan berdasarkan pengalaman, pemahaman, serta hasil pembelajaran yang telah diperoleh pada Tahap I.

Dr. Iva Every Robiyansah, S.Si., M.Pd. sebagai Narasumber

Pada pelaksanaan Tahap II ini, kegiatan menghadirkan Ibu Dr. Iva Every Robiyansah, S.Si., M.Pd., Kepala Sekolah SMA Negeri Taruna Madani Jawa Timur, sebagai narasumber.

Kehadiran narasumber memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperdalam pemahaman mengenai pendidikan khusus sekaligus mengembangkan perspektif praktis dalam penerapan pembelajaran dan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Proses pembelajaran berlangsung secara interaktif dengan memberikan ruang kepada peserta untuk berdiskusi, menyampaikan pengalaman, mengembangkan pemahaman, serta menghubungkan materi dengan kondisi yang dihadapi di satuan pendidikan masing-masing.

Pendalaman Materi Pendidikan Khusus

Program Tahap II disusun sebagai kelanjutan dari Tahap I. Berdasarkan dokumen program, materi pelatihan meliputi beberapa bagian yang dilaksanakan secara bertahap selama kegiatan.

Pada rangkaian pembelajaran, peserta akan memperdalam materi:

1. Orientasi Pendidikan Khusus dan SLB

Materi menjadi bagian dari penguatan pemahaman peserta mengenai pendidikan khusus dan penyelenggaraan layanan pendidikan di Sekolah Luar Biasa.

2. Karakteristik dan Keragaman Peserta Didik Berkebutuhan Khusus

Peserta kembali mengembangkan pemahaman mengenai karakteristik dan keragaman peserta didik berkebutuhan khusus sebagai dasar dalam memberikan layanan pendidikan yang sesuai.

3. Identifikasi Kebutuhan Individual

Pembelajaran diarahkan pada kemampuan peserta dalam memahami kebutuhan individual peserta didik sebagai dasar untuk mendukung perencanaan dan penerapan layanan pendidikan.

Ketiga materi tersebut tercantum dalam program sebagai materi Hari Ke-1.

Dilanjutkan dengan Asesmen, PPI dan IBP

Pada hari-hari berikutnya, peserta akan melanjutkan pembelajaran dengan materi yang lebih mendalam.

Materi Hari Ke-2 mencakup Asesmen Kebutuhan dan Asesmen Fungsional, Analisis Kekuatan, Kebutuhan dan Hambatan, serta Penyusunan Tujuan Pembelajaran Individual.

Selanjutnya, pada Hari Ke-3, peserta mendapatkan materi mengenai PPI (Program Pembelajaran Individual) dan IBP (Individualized Behavior Plan).

Pada Hari Ke-4, pembelajaran diarahkan pada Lingkungan Belajar yang Aman dan Suportif serta Dasar Intervensi dan Dukungan Individual.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan studi banding pada Hari Ke-5 sebagai pembelajaran lapangan untuk memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam mengamati praktik pengelolaan dan pembelajaran bagi peserta didik berkebutuhan khusus.

Pembelajaran Menggunakan Pendekatan Teori dan Praktik

Pelatihan Tahap II dilaksanakan menggunakan pendekatan teori dan praktik.

Metode pembelajaran yang digunakan meliputi pemaparan materi, diskusi interaktif, studi kasus, simulasi, praktik penyusunan perangkat pembelajaran, presentasi, studi lapangan, sharing session, dan evaluasi.

Pendekatan tersebut dirancang agar peserta tidak hanya memahami materi secara konseptual, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dan mempersiapkan penerapannya di satuan pendidikan masing-masing.

Mendorong Layanan Pendidikan yang Aman, Ramah, Inklusif dan Adaptif

Pelatihan Tahap II diarahkan untuk mendukung peningkatan kompetensi profesional tenaga kependidikan dalam memberikan layanan pendidikan di SLB.

Program ini juga mendorong kemampuan peserta dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, ramah, inklusif, dan adaptif, serta memberikan dukungan terhadap layanan peserta didik berkebutuhan khusus.

Selain itu, kegiatan diarahkan untuk membangun budaya kerja yang profesional, kolaboratif, responsif, dan berorientasi pada mutu layanan pendidikan.

Menghasilkan Perangkat dan Rencana Implementasi

Melalui rangkaian kegiatan Tahap II, peserta diharapkan mampu menghasilkan berbagai keluaran yang dapat diterapkan di satuan pendidikan masing-masing.

Output kegiatan meliputi pemetaan kebutuhan belajar peserta didik, rancangan pembelajaran berdiferensiasi, modul ajar atau perangkat pembelajaran adaptif, instrumen asesmen sesuai karakteristik peserta didik, rencana implementasi pembelajaran berdiferensiasi, serta action plan penerapan hasil diklat di satuan pendidikan masing-masing.

Dengan demikian, Tahap II tidak berhenti pada proses pembelajaran di ruang kelas, tetapi diarahkan agar hasil pelatihan dapat diterapkan dalam pelaksanaan layanan pendidikan di masing-masing satuan pendidikan.

Studi Banding sebagai Pengalaman Pembelajaran Lapangan

Salah satu bagian penting dalam rangkaian Tahap II adalah kegiatan studi banding.

Studi banding dirancang sebagai pembelajaran lapangan yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh pengalaman langsung dalam mengamati praktik pengelolaan dan pembelajaran bagi peserta didik berkebutuhan khusus.

Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan dapat mengidentifikasi berbagai praktik baik yang dapat dipelajari dan disesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing.

Rangkaian Kegiatan Berlangsung di Gets Hotel Malang

Seluruh rangkaian Pelatihan Pendidikan Khusus Tenaga Kependidikan Sekolah Luar Biasa (SLB) Tahap II dilaksanakan pada 13–19 September 2026 di:

Gets Hotel Malang
Jl. Brigjend Slamet Riadi No. 38, Oro-oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65119.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan registrasi dan check-in hotel pada 13 September 2026, dilanjutkan pembelajaran selama empat hari, studi banding pada 18 September 2026, dan ditutup dengan pembagian sertifikat serta check-out hotel pada 19 September 2026.

Komitmen LINKPEMDA dalam Pengembangan Kompetensi

Penyelenggaraan Pelatihan Pendidikan Khusus Tenaga Kependidikan SLB Tahap II – Pendalaman, Praktik, dan Implementasi menjadi bagian dari komitmen LINKPEMDA dalam mendukung peningkatan kompetensi dan profesionalisme pendidik serta tenaga kependidikan.

Tahap II menjadi kelanjutan penting dari proses pembelajaran sebelumnya. Jika Tahap I memberikan fondasi penguatan dasar dan pemahaman, maka Tahap II diarahkan pada pendalaman, praktik, implementasi, evaluasi, serta penyusunan tindak lanjut.

Dengan mempertahankan peserta yang sama dari Tahap I, proses pembelajaran diharapkan dapat berlangsung secara berkesinambungan dan memberikan ruang bagi peserta untuk mengembangkan pengetahuan serta keterampilan yang telah diperoleh sebelumnya.

Hari pertama Tahap II menjadi langkah lanjutan dalam memperkuat kompetensi tenaga kependidikan SLB melalui proses pendalaman materi, interaksi pembelajaran, dan persiapan penerapan hasil pelatihan di satuan pendidikan masing-masing.

Dokumentasi Kegiatan

Foto 1 — Suasana Pembelajaran
Peserta mengikuti proses pembelajaran Pelatihan Pendidikan Khusus Tenaga Kependidikan Sekolah Luar Biasa (SLB) Tahap II di Gets Hotel Malang.

Foto 2 — Foto Bersama Peserta
Peserta Pelatihan Pendidikan Khusus SLB Tahap II bersama narasumber dan tim pelaksana LINKPEMDA dalam rangkaian kegiatan hari pertama.

Foto 3 — Narasumber dan Perwakilan Peserta
Narasumber dan perwakilan peserta mengikuti sesi dokumentasi kegiatan dengan semangat pengembangan kompetensi pendidikan khusus.

Foto 4 — Interaksi dan Aktivitas Peserta
Peserta mengikuti proses pembelajaran dan interaksi selama pelaksanaan Pelatihan Pendidikan Khusus SLB Tahap II.

Foto 5 — Kebersamaan Peserta dan Narasumber
Kebersamaan peserta dan narasumber menjadi bagian dari dokumentasi pelaksanaan Tahap II – Pendalaman, Praktik, dan Implementasi.

Share :

Tingkatkan Skill Anda Bersama LINKPEMDA